Di atas sebuah lemari kayu yang tergantung di sebuah kamar minimalis bertema klasik itu, terpajang berbagai macam piala dan berbagai penghargaan dari segala macam bidang.
Kejuaraan taekwondo, renang, hingga kejuaraan olimpiade nasional matematika tingkat kota terjejer rapi. Masih banyak lagi hal menarik dalam kamar itu. Selain tatanan klasiknya, yang lebih menarik perhatian adalah berbagai foto yang terbingkai indah di dinding kamar berwarna krem coklat.
Seorang gadis manis menjadi pemeran utama di setiap foto. Ada sekitar enam foto disana. Foto pertama menampilkan foto keluarganya, yang kedua foto saudara-saudaranya, yang ketiga fotonya beserta nenek tercintanya. Dua lainnya merupakan fotonya saat-saat sebelum memulai perlomabaan yang diikutinya.
Ada satu lagi foto yang masih tersimpan. Bedanya, jika kelima foto itu berada di dinding kamarnya. Foto yang satu dia simpan di tempat tergelap dalam ruangan itu. Di bawah tempat tidurnya, di dalam sebuah kardus kecil berdebu.
Foto itu adalah dirinya.
Dengan seorang kawan lama.
YOU ARE READING
Flow
Teen FictionJika sekilas terlihat, semua orang memang terlihat biasa. Mereka bernapas dengan cara yang sama, berbicara dengan cara yang sama, dan ekspreksi yang mereka dapat tunjukkan pun sama. Tapi apa kau tahu? Semua orang punya kisahnya masing-masing. Dan ki...
