Depressed.

25 5 0
                                        

***

Ia berlari, terus menerus.
Air matanya sudah mengalir bak hujan tak henti hentinya menerjang.

Ia berhenti.
Ia menelungkupkan wajahnya di telapak tangannya.
Ia sudah lelah.
Hatinya lelah bertanya,
"Apakah aku cantik?"
"Apakah aku elok?"

Padahal,
Ia sudah tahu jawabannya.

Tuhan menumpahkan amarahnya, terdengar gelegar petir menyeruak bumi.

Lalu, ia menyeka air matanya.
Terpampang senyum sendu diwajahnya.

Ya, dia harus melakukannya.
Harus.

Ia lompati tebing itu dengan rasa putus asa.

Dan saat itu juga, bumi berduka.
Dan Tuhan menitikkan air mata.

***

P A I NCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang