(Y/n) POV
"(Y/n) cepat bangun udah jam berapa ini!" Suara mama membangunkanku dengan suara cetar membahenolnya. "Lima menit lagi ma.." kataku yang disusul oleh suara menguapku. Tok tok tok.. "Dek cepet bangun woy! Nanti terlambat! Liat jam sekarang!" Suara Hansol sambil menggedor-gedor pintu kesayanganku yang baru saja diganti minggu lalu karena Hansol terlalu bersemangat membangunkanku. Yah.. Aku paling susah dibangunin.
"Berisik!!!" Teriakku dari kamar seraya melihat kearah jam. "ASTAGA GW TERLAMBAT!!!" Teriakku sambil ngebirit ke kamar mandi. Sekarang jam menunjukkan pukul 06.45 sedangkan, bel sekolah bedering pukul 07.00. Perjalanan ke sekolah sekitar 10 menit.
Setelah mempersiapkan semuanya, aku berangkat sekolah bersama Hansol kakakku menaiki motor sportnya. "Kak buruan! 10 menit lagi gerbangnya ditutup!" kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hansol. "Hallah berisik" ucap Hansol yang kesal pada perlakuanku. "Kenapa gak bangunin dari tadi coba!" Ucapku kesal. "Lo nya yang gak bangun bangun monyet!" Jawab Hansol tak kalah kesal dariku.
//Skip//
Akhirnya sampailah kita disekolahku. "Yaudah kak jangan lupa jemput!" Perintah ku seraya berlari menuju gerbang sekolah.
Krinngg...
Bel sekolah pun berdering yang terdengar sampai luar sekolah. Untung saja, aku menginjakkan kakiku di area sekolah sedetik sebelum bel berbunyi. Aku pun langsung berlari menuju kelas.
Brukk..
"Aw.. Aduh maaf gw gak sengaja" kataku sambil membantu berdiri laki-laki yang aku tabrak tadi. "Ah.. Tidak papa" Jawabnya sambil tersenyum padaku. "Oke gw pergi dulu" kataku seraya meninggalkan nya.
'Anjir kok gw gak marah ya'- batin Chenle
'Astaga senyumnya itu lo.. Bikin diabetes'- batin ku.
Chenle POV
"Oi bro" ucap Renjun mengagetkan ku. "Apaan?" Tanyaku. "Elah le.. Pagi-pagi udah lamun ae" jawab Jeno.
"Serah gw dong" - Chenle
"Napa lo? Masih mikirin mantan?" - Jaemin
Pertanyaan Jaemin ini bikin aku gak bisa berkutik. Tapi aku harus bisa ngelupain dia.
"Woy" -Jaemin
"Bener ya lo mikirin YunYu?" -Mark
"Bisa gak.. Gak usah sebut merk" -Chenle
"Oh.. Jadi bener" -Renjun
"Elah le.. Masih banyak cewe diluar sana.. Lo kan udah pinter, ganteng pasti banyak lah cewe yang mau sama lo" -Haechan
"Lo ngomong mah enak" -Chenle
"Lo kayak kagak tau Chenle aja.. Dia kan pilih-pilih" -Jeno
"Emang sejak kapan Chenle baik sama cewe kecuali sama mantannya itu tuh" -Mark
"Ahhh.. Gw pergi dulu" -Chenle
"Ahhggrrr.. Le kaki gw sakit" -Haechan
"Sorry gak sengaja" -Chenle
"Eh lo mau kemana? Udah mau bel ini" -Jeno
Yahh.. Aku baru saja menginjak kaki Haechan. Aku pun keluar kelas. Aku tidak suka mereka membahas YunYu.
Tiba-tiba saja seekor kupu-kupu berwarna biru cerah melintas didepanku. Kringg.. Bel pun berbunyi namun, aku tak memperdulikannya. Mataku hanya tertuju pada kupu-kupu tadi. Aku pun tidak memperhatikan jalan.
Brukk.. "Aw.. Aduh maaf gw gak sengaja" ucap seorang gadis yang menabrakku. Aishh.. Siapa dia beraninya menabrakku! Dan.. Astaga entah kenapa aku tidak emosi ketika melihatnya. "Ah.. Tidak papa" ucapku secara reflek sambil tersenyum manis pada gadis itu. Iya.. reflek. Sebenernya aku gak bermaksud ngomong gitu. Tapi aneh aja kok bisa gini sih?
CITEȘTI
NCT City
AlteleKumpulan cerita anak-anak NCT dari pemikiran saya sendiri.. Garing? Basahin aja Gaje? Tabok Author #ehjanganlah:v Update di hari sabtu atau minggu yakk Sekitar jam 1-2 siang Itupun kalo ada ff baru^^ Enjoy~
