Not.01 - Apa ini mimpi?

130 4 13
                                        

"Sebenarnya apa itu?"

"Eh yang mana?"

"Itu yang di dekat air mancur" ucap salah seorang pria muda sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah tempat air mancur itu berada.

"I-itu, bu-bukan kah itu monster... ataukah Iblis!? Cepat panggil para penjaga atau para petualang untuk segera membunuhnya!"

Beberapa orang disekitarnya penasaran dengan apa yang terjadi. Mereka mulai melihat ke arah sosok makhluk yang berada di dekat air mancur itu, setelah mengetahui penyebab orang tadi berteriak.

Orang-orang yang baru saja melihat sosok makhluk tadi, langsung membuka lebar matanya sambil menggertakan gigi mereka. Sejurus kemudian, mereka mengambil batu ataupun benda keras lainnya ke dalam genggaman tangan mereka.

Perlahan tapi pasti, mereka mulai mendekati sosok makhluk itu, dengan perasaan was-was. Tanpa memikirkan lebih lanjut apakah itu monter atau iblis, mereka mulai melempari sosok makhluk itu dengan benda keras yang ada di tangan mereka. Di ikuti dengan serapahan yang keluar dari mulut mereka.

"Monster Iblis sialan!"

"Makan ini, matilah kau!"

"Dia terlihat lemah. Semuanya, sebisa mungkin kita tahan monster iblis itu sampai para penjaga datang!"

"""""Yeah!""""

Tentunya, orang-orang yang melempari sosok makhluk itu hanyalah para laki-laki. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang bekerja di pertokoan pinggir jalan. Bukannya bersembunyi karena ada sosok makhluk asing yang bisa saja membahayakan nyawa, mereka malah melempari makhluk itu dengan penuh amarah.

Namun, anehnya, benda keras yang mereka lempar tak dapat melukai makhluk itu. Layaknya memukul udara.

Tercengang dalam kebingungan. Terdiam kaku. Mulutnya ternganga.
Hanya itulah yang dilakukan oleh sosok makhluk itu.

Beberapa detik setelah ternganga, ia mulai bergumam.

Dia berpikiran, jika sekarang ia sedang mengalami mimpi Lucid Dream. Di mana seseorang mampu mengendalikan mimpinya, ataupun sadar jika dia sedang bermimpi. Seulas senyuman muncul, pertanda bahwa ia senang bisa merasakan Lucid Dream. Karena selama tidur, ia selalu merasakan Sleep Paralysis. Tapi tak pernah berhasil mencapai Lucid Dream yang seutuhnya.

Oleh karena itu, ia tak ingin mencoba mencubit pipinya agar tak terbangun dari Lucid Dream. Walaupun, ia melupakan, jika benar-benar mengalami Lucid Dream, cubitan takkan bisa terasa.

Meskipun muncul perasaan menyenangkan. Namun ia kembali ke dalam lingkaran kebingungannya. Akibat tidak bisa mengendalikan orang-orang itu dengan imajinasinya, untuk menghentikan mereka melempari batu kepadanya.

'kenapa mimpinya seperti ini? Apa aku salah baca refrensi?'
Terkanya dalam hati.

Ia berpikir, bahwa ini bahkan bukan lah ruang kosong, seperti yang dijelaskan sebagaimana mestinya Lucid Dream Itu terjadi. Serta mulai meragukan apa yang dulu pernah ia baca dari beberapa website. Ia terus berpikir dan membayangkan, untuk merubah tempat itu menjadi tempat yang dia inginkan. Tapi--

"Ahhh tetap tidak bisa, kampret. Dan lagi, apa-apaan sih mereka ini, dari tadi terus melempa-!"

Uwaa!

Teriakannya dapat didengar oleh orang-orang yang melemparinya, membuat mereka berhenti dan tanpa disadari mereka mengambil langkah mundur. Perkataannya terhenti karena, saat ia mengangkat kedua tangannya untuk mengacak-acak rambutnya. Ia melihat tangannya berwarna putih transparan, badannya pun sama.

Ketika ia melihat lebih kebawah…

!?

"Ehh! Anjirr, Kaki ku, kaki ku kemana!!"

Aku ini setan!?Where stories live. Discover now