7

735 67 12
                                    

Dania mengangkat tangannya yang memegang ponsel yang masih terhubung dengan Sula dan satu tangan mencengkeram leher seseorang yang kini ada di bawahnya. Ponsel itu hanya berjarak beberapa senti saja dari seseorang yang dikangkanginya dan siap untuk di gunakan sebagai senjata bila perlu. Dania sudah belajar menggunakan apapun yang ada disekitarnya sebagai senjata jika diperlukan.

Seseorang di bawahnya kini tergelak, membuat tulang punggung Dania dingin saat mengenali suara itu, namun berusaha untuk tidak menunjukkannya, "kau ingin memukulku dengan ponsel?" Tanya pria itu masih dengan topeng ski menutupi wajahnya.

Dania mengayunkan ponselnya untuk memukul hidung Alain namun tidak sampai mematahkannya - walaupun sangat tergoda untuk melakukannya - dan membuat pria itu mengerang keras merasakan hidungnya berdenyut-denyut, "kau yang meminta."

"Bajingan. Sialan. Keparat. Gadis terkutuk." Umpat Alain memegangi hidungnya dan menggeliat di bawah kangkangan Dania. "Kau mematahkan hidungku." Gerutu Alain membuat Dania tertawa sinis.

"Oh, ayolah, itu hanya pukulan ringan."

"Kau mematahkan hidungku." Erang Alain lagi bergelung semakin rapat ke arah lantai dan bernapas tersengal, "aku tersedak darahku sendiri." Dan membuat Dania memucat.

Ya Tuhan, apa aku melakukannya? Apa aku terlalu keras memukulnya? Panik Dania dalam hati dan berniat untuk melepaskan Alain dari himpitannya namun Alain hanya membutuhkan kelengahan beberapa detik itu untuk menerjang Dania dan membalik keadaan dengan berganti menindih Dania di atas karpet tebal setelah menggulingkan tubuhnya.

Dania berusaha menyentak tangannya dari cengkeraman tangan besar Alain saat Alain tergelak dengan senang karena bisa menangkapnya, seolah Dania adalah kucing liar yang sangat berbahaya.

"Lepaskan aku, Bajingan." Desis Dania saat Alain menyatukan kedua tangan Dania di atas kepalanya, lalu membuka topeng skinya dan sejenak membuat Dania tertegun karena rambut acak-acakan Alain mirip dengan rambut acak-acakan Knight yang di temuinya di gang kumuh beberapa malam lalu. Jika malam itu di gang kumuh, rambut acak-acakan Knight adalah ulah angin maka malam ini karena terlepas dari topeng skinya. Yang manapun, sialannya, Alain atau Knight, atau Alain Knight sangat tampan.

Mata biru gelap pria itu berkilat-kilat seolah bisa membaca apa yang ada di dalam pikiran Dania dan membuat Dania menyipit kesal, "aku bilang lepaskan aku, Knight." Sinis Dania dengan menekankan nama Knight sebagai sindiran bahwa gadis itu tahu siapa Alain yang sebenarnya.

"Aah... kau terlihat sangat seksi dengan mata coklat itu, apa kau tahu?" Kata Alain tidak menanggapi sindiran Dania dan lebih memilih untuk merebut paksa ponsel yang masih ada dalam genggaman tangan Dania.

Dania kembali menyentak tangannya, "apa yang kau lakukan pada ponselku?" Hardik Dania mengguncang cengkeraman tangan Alain dan membuat Alain berdecak.

"Tidak, kau tidak ingin melakukannya." Ancam Alain pada Dania saat Dania hampir saja bisa melepaskan diri dari tangan Alain.

"Atau apa?"

"Atau aku akan membalikmu dan mengikat tanganmu di balik punggung."

Dania tertawa sinis, "seolah kau..." dan menjerit saat Alain benar-benar membalik tubuh Dania menghadap pada karpet di bawahnya, dan memegangi kedua tangan Dania di belakang punggungnya. Dania menggeliat dan seketika menegang saat merasakan sesuatu yang keras menekan pangkal pahanya, membuat Alain tergelak keras.

"Menggeliatlah dan kau akan membuatku senang, Manis." Kata Alain seolah mengkonfirmasi kekhawatiran Dania bahwa sesuatu itu adalah tubuh tergugah Alain.

"Kau menjijikkan." Dengus Dania dengan tubuh kaku dan tidak berani bergerak sedikitpun agar tidak menyentuh sesuatu itu lagi.

Alain tergelak lalu menunduk di sisi kepala Dania, "siapa namamu?" Dania bungkam. "Kau akan mengatakan padaku bagaimanapun caranya, Sayang." Ancam Alain dengan membelai sisi leher Dania dan membuat Dania gemetar.

SAD ADVENTURE : invincibleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang