0

9.7K 402 12
                                        

Hai kamu apa kabar?
Apakah kamu lebih baik tanpa aku?

Hati ini sudah mati, semenjak 'kejadian itu'.
Sebenarnya aku tak ingin orang lain mengetahui kelemahan ku,iya kamu. Aku hanya ingin menyampai kan sesuatu, tak tau lagi dengan cara apa pesan ini dapat tersampaikan.Hanya berharap kamu akan membacanya suatu saat.

Teruntuk mu, aku berjuang hebat,menyerahkan semua apa yang ku miliki demi kamu agar terselamatkan. Aku tak meminta balasan apapun sebenarnya, aku hanya ingin kau tetap disisi ku disaat aku tak mempunyai apa apa,disaat aku hancur dan air mata ini tak mau berhenti tolong dekap aku seperti waktu itu.

"Jangan menangis lagi kamu kelihatan jelek ketika menangis, aku disini, kamu punya aku" lalu kau usap air mataku

Kau tau? Seketika aku merasa tenang, beban ku hilang aku merasa tidak sendirian lagi sekarang.
'Tuhan aku manusia terberuntung karena kau telah mengirim kan dia, makasih tuhan!'

Kita menjadi manusia yang paling bahagia, kita bahkan telah merancang kehidupan, bagaimana nanti kita akan sukses dan bahagia dimasa depan. Yang paling aku ingat yaitu janji kita.'untuk saling bersama dalam keadaan apapun'.

Nyatanya aku tak seberuntung itu.bahkan aku lebih hancur ketika mengenal mu sekarang.

Bukan, aku tak menyalahkan mu tapi keputusan mu untuk mundur dan menyerah.

Bencana itu yang membuat aku harus kehilangan mu,semangatku.

Haruskah aku menyalah kamu?
Atau menyalahkan takdir?
Tidak mungkin juga aku menyalahkan takdir Tuhan,bukan?

Hati ku benar benar mati

aku menitip kan hatiku, hidupku bahkan impianku dan kamu sekarang pergi ahh bukan pergi tapi hilang.

Padahal aku sangat percaya pada janji kita, kamu tahu apa yang telah kamu lakukan? Kamu menghancurkan nya! Membiarkan janji itu terbengkalai. Lantas untuk apa berjanji? Jahat!


Kota kecil itu menjadi saksi
Janji kita menunggu
Aku benar benar sakit,tolong
rindu ini perlu sembuh.

PATAHDove le storie prendono vita. Scoprilo ora