Wanita berambut cokelat itu sedang menarik kopernya. Berjalan menuju keluar Bandara International. Seseorang sudah menunggu di luar sana untuk menjemputnya.
Penampilannya saat ini sudah berubah dari penampilannya yang dulu. Kulit putih bersih, Hidung mancung, Bibir seksi, dan Lekukan badan yang sangat indah. Membuat semua kaum adam ingin memilikinya.
Tapi sayangnya, wanita itu memiliki sifat yang buruk. Di dalam dirinya terbentuk penghalang besar yang membatasi dirinya dengan siapa pun. Sifatnya terbentuk atas dasar masa lalu nya yang kejam. Penghinaan semua orang terhadap keluarganya. Perceraian orang tuanya. Di asingkan dari semua orang. Belum lagi di sekolah, setiap kali ada seorang cowok yang ia suka. Cowok itu suka kepada temannya.
Di balik sifatnya yang buruk. Sebenarnya dia itu rapuh. Hanya saja dia menutupi semua agar terlihat tegar di hadapan semua orang. Saat ini ia hanya butuh seseorang untuk mengisi hatinya yang kosong.
❤❤❤
Pandangan memuja tersirat jelas di mata orang-orang yang melihat wanita itu.
"Cihh!" wanita itu hanya mendecak tak suka. Dia sudah terbiasa mendapat tatapan seperti itu.
Dengan tergesa-gesa tanpa di sadari nya, dia menabrak seorang lelaki tampan. Memakai kaos putih polos dan celana jeans selutut. Dan tak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.
"Aaww" wanita itu sempat terhuyung ke lantai kalau tangan lelaki itu tidak memegang pinggangnya. Mereka berdua bertatapan lama tanpa di sadarinya kalau suasana Bandara itu terhenti. Seluruh pasang mata telah menatap mereka.
Dengan cepat wanita itu melepaskan pegangannya dari leher lelaki itu. "Terima kasih" ucapnya datar. Lalu pergi meninggalkan lelaki itu sendiri.
Saat wanita itu ingin pergi. Ada tangan kokoh yang memegang lengannya.
"Kita belum berkenalan nona" ucapnya dengan senyum yang susah di artikan.
Seketika wanita itu berbalik lalu menjabat tangan lelaki itu "Raina Sahnaz Aulia" jawabnya ketus. "Panggil saja saya Rain" sambungnya.
"Gabriell Alexander. Panggil saja Gabriell" ucapnya santai. Gabriell masih saja memegang tangan Rain. Padahal Rain sudah risih dipandang sedemikian rupa dengan Gabriell.
"Bisa kah anda melepaskan tangan saya? Saya sedang buru-buru tuan" cengkraman tangan Gabriell di tangannya sangat kuat. Seolah-olah ia tak ingin melepaskan Rain dari pandangannya.
"Ehm.. Sorry. Jangan terlalu formal bicara dengan ku Rain. Kita bisa bukan bicara secara informal?"
Rain hanya menganggukan kepala singkat. Lalu pergi dengan seribu langkah. Jantungnya saat ini sedang berpacu dengan kencangnya. Entah perasaan apa yang timbul di hatinya.
❤❤❤
"Mama" peluk Rain kepada ibunda tercintanya-Hanna. Air mata sudah tak kuasa lagi tertampung di matanya.
"Kau sudah berubah ya sayang. Bukan gadis kecil ku dulu. Terlihat cantik dan dewasa" senyum bahagia terukir di wajah Hanna yang sudah nampak menua, tetapi masih terlihat cantik.
"Aku tetap gadis kecil mamah dulu" balasnya tanpa melepas pelukan dari Ibunda nya.
"Kamu istirahatlah dulu. Perjalanan mu dari Paris pasti sangat melelahkan."
"Iya ma" tukasnya lalu mencium pipi ibunda-Hanna.
❤❤❤
Selama perjalanan Gabriell selalu memikirkan wajah cantik bak malaikat Rain. Ia tahu kalau Rain hanya bersandiwara menampakkan wajah tegarnya padahal jauh di dalam dirinya kalau dia hanya lah seorang gadis yang rapuh.
"Cari tahu semua tentang wanita yang bernama Raina Shanaz Aulia. Wanita yang kutabrak tadi di Bandara." perintahnya kepada assistent pribadinya.
"Baik tuan"
Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi Gabriell berhenti di depan bangunan kokoh yang menjulang tinggi ke atas. Gabriell turun dari mobilnya. Berjalan santai menuju lantai pertama. Tatapan memuja orang yang berlalu lalang menurutnya adalah hal biasa.
Bagaimana tidak? Gabriell memiliki mata biru tosca, Rahang tegas, Hidung mancung, Alis tebal, Bibir merah muda, Dan memiliki bentuk tubuh yang atletis dan perut sixpack. Tapi ototnya tidak seperti Agung Hercules loh yaa -,-.
Gabriell bukan asli orang indonesia. Dia ke Indonesia hanya mengurusi beberapa cabang perindustrian di sini. Pada umurnya yang ke 26, ia sudah termasuk lelaki muda yang sukses karena sudah memiliki berbagai cabang perusahaan di mana mana.
Jadi siapa yang tak mengenalnya.
Semua kaum hawa kelas atas berlomba-lomba untuk mendapatkan hatinya. Tapi sayangnya, Gabriell menganggapnya hanya sebagai pemuas nafsu.
Gabriell terkenal sebagai orang yang dingin. Tak berbelas kasihan. Siapa saja yang menghalangi jalannya. Pasti langsung di hancurkan mulai dari keluarganya, karier nya dan masa depannya.
❤❤❤
Gabriel memasuki lift dan menekan tombol ke lantai paling atas.
Tingg
Ia berjalan menuju apartment nya. Menekan kode rahasia yang hanya di ketahui oleh nya. Lalu masuk.
Gabriell merebahkan badannya di atas sofa putih yang besar di ruang tamu. Apartment Gabriel sangat luas. Pemandangan di luar balkon nya sangat indah menujukkan suasana kota dari atas sini.
"Rain" gumamnya. "Kau harus menjadi milikku" ucapnya penuh tekad yang besar.
Hallo haii...
My first story nihh...
Lgi butuh saran sma kritikannya..
Jgn lupa tinggalkan vote & Comment.. Jgn jadi Silent Reader yakk 😂 . Sorry for typo 😂😂😂
YOU ARE READING
Please, Be Mine
RomanceRaina Shanaz Aulia adalah sosok wanita tegar yang memiliki kebencian di dalam hati nya terhadap masa lalu. Sehingga terbentuk kepribadian yang berbeda dari sifatnya dulu. Sampai tabrakan itu membuat ia selalu terbayang wajah tampan milik Gabriell Al...
