Prolog

0 0 0
                                        

Aku meperhatikan lapangan basket yang sepi. Tidak ada penonton yang melihat pertandingan itu, karena ini sudah pulang sekolah. Hanya ada beberapa orang yang sedang bermain basket dengan lincahnya di lapangan itu.

Dari semua pemain basket itu hanya ada satu orang yang menarik perhatianku. 'Dia' yang selalu menarik hati dan mataku agar terus tertuju padanya , dari dulu sampai sekarang.

Aku tidak mau berharap lebih pada orang yang masih abu abu perasaannya. Aku tau dia tidak mungkin mencintaiku. Itu impossible, dia itu bagaikan bulan dan aku hanya pungguk. Atau itik buruk rupa yang menjadi aib.

Aku gadis berambut brunate dengan kacamata bulat yang bertengger di wajahku dan muka yang kata teman teman SMP ku sangat biasa biasa saja.

Aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Eilen Andira, siswi kelas 11 sma yang tidak memiliki teman sama sekali dan menyukai seorang kapten basket sekaligus ketua OSIS bernama Orlando Maheswara.

Oke balik ke kehidupan nyata. Aku melihat Orlan berjalan keluar dari lapangan basket dan menuju ke... arahku,? Itu tidak mungkin. Dia terus saja berjalan mendekat tapi saat sampai disampingku dia terus berjalan. Aku menolehkan kepala ku kebelakang, disana berdiri seorang gadis cantik , tapi aku tidak mengenali wajahnya karena dia bukan murid sekolah sini. Gadis itu mengusap keringat yang ada di dahi Orlan, dan Orlan balas menagacak acak rambut gadis itu membuat gadis itu cemberut. Hatiku sakit melihat pemandangan itu, tanpa sadar air mataku keluar begitu saja tanpa penyebab yang jelas.

Kulihat mereka berdua menolehkan kepalanya kearahku dan dengan kasar kuhapus air mata yang mengalir di pipiku. Aku tidak ingin terlihat menyedihkan di hadapan mereka berdua.

Aku membalikkan badanku  kearah lapangan basket, ternyata disana sudah berdiri adikku yang setahun lebih muda dariku.
"Kai, sejak kapan kamu berdiri disitu?" Tanya ku bingung, aku hanya menggunakan kata aku-kamu pada keluargaku saja.
Matanya menatapku datar.
"Gue udah klakson lo  dari tadi, lo ngapai aja sih. Capek gue udah dijemput juga" katanya mendengus sebal. Dia mengabaikan pertanyaanku.
"Sorry namnya juga aku udah lama nunggu kamu jadi ya, tanpa sadar aku melamun lah sangkin bosennya" jawabku ga masuk akal lalu bangkit berdiri saat melihat Kai berjalan menjauhiku.

                       *****

Orlan menggepalkan tangannya saat melihat kepergian gadis itu. Dan apa apaan panggilan aku-kamu yang digunakan gadis itu? Itu sangat menusuk telinganya saat gadis itu menggunakan panggilan aku-kamu ke laki laki lain.

TBC

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Nov 01, 2016 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

DifferentHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora