Author POV
"Lista cepet sini!!" Teriak salsa,sahabat lista.
"Apaan?" Tanya lista dengan bingung.
"Itu ada kak Adi " kata salsa sambil menarik lengan baju seragam lista.
Lista pun melihat kearah kantin dan benar saja kak adi sedang ada disitu sambil mengenakan baju olahraga dan keringat yang mengalir dari dahinya.
"Gw pergi dulu. Bye"kata lista sambil berlari untuk membeli air putih dingin.
"Huh! Langsung semangat 45 tuh curut, gw ditinggal" salsa mendumel melihat tingkah laku sahabatnya.
Lista POV
Aku melihat dia, ya dia orang yang kukagumi juga kucinta, kak Adi.
Saat salsa,sahabatku memberi tahu ada dia aku langsung berlari kearahnya. Aku masih sempat mendengar omelan salsa namun kubiarkan.
"Bu, air mineral beli satu yang dingin ya" kataku pada penjaga kantin.
"Oke deh neng"kata bu kantin."nih neng minumnya"lanjut bu kantin sambil memberiku sebuah air mineral yang masih dingin.
"Thanks bu" kataku sambil berjalan kearah kak adi.
~
"Buat kakak"kataku setelah berada didepan kak Adi.
"Gw udah ada minum" kata dia dingin. Aku sudah terbiasa dengan nada dingin itu.
"Tapi aku udah beliin buat kakak"kataku masih tetap menyodorkan air mineral digenggamanku.
"Gw gak ada nyuruh lo beli minum buat gw. Permisi" kata kak adi lalu beranjak pergi dari hadapanku.
Aku hanya bisa menunduk sambil menahan sakit didalam hatiku.
"Lo gak papa?" Tanya salsa sambil menepuk pundakku.
Aku hanya tersenyum miris.
"Dia selalu gitu kalo ada gw"kataku sambil menerawang.
"Lo itu perempuan kuat, perjuangin terus, gw tau lo bisa" kata salsa sambil tersenyum menenangkan. "Udah ah yok jangan sedih mulu, muka lo udah kayak monyet ditambah sedih tambah kek monyet" kata salsa lalu tertawa ngakak.
"Sialan lo, minta dibunuh" kataku mencebikan bibirku. Itu yang membuatku senang dan bersyukr mempunyai sahabat seperti salsa, dia selalu ada saat aku butuh.
Adi POV
"Lo gak punya hati bro"kata dani saat disamping gw.
"Gw gak ada nyuruh dia beliin kok" kata gw mengangkat bahu acuh.
"Setidak lo hargai pemberian dia"kata dani lagi.
"Sayangnya, gw gak mau"kata gw datar.
"Gw cuma mau ingetin lo, karma tuh ada"kata dani lalu meninggalku.
"Persetan dengan karma, dia yang ngejer gw, dan gw gak pernah dan gak bakal sayang sama dia" kata gw menyeringai lalu pergi.
Mungkin kalian berfikir gw jahat, dan gw akui itu benar. Dan masalah perempuan itu, bukan salah gw kalo mengabaikan dia, karena sekali lagi gw bilang 'gw gak pernah dan gak bakal sayang sm dia'.
Lista POV
Bel pulang akhirnya berbunyi yang membuat semua murid kelas X mia 2 mendesah lega.
"Ah akhirnya kelar juga dah"kata salsa merentangkan tangannya.
"Gitu amat sih lo"kataku heran dengan tingkah ajaib sahabatku ini.
"Yaampun ta, demi semvak naga gw hampir ketiduran, nih pelajaran paling ngebosenin didunia" kata salsa kepadaku. Aku hanya tertawa melihat sikapnya.
"Yaudah ayok pulang"kataku dan menggendong ranselku dipundak.
"Yok"kata salsa dengan semangat.
Aku dan Salsa pun keluar kelas dan saat mau melewati gerbang keluar aku melihat kak Adi sedang bercanda dengan kak elisa yang dikenal ketua ekskul voli putri. Kak Adi menoel pipi kak elisa yang membuat teman-teman kak elisa dan kak adi menyoraki mereka.
"Sakit yah"kataku sambil memegang dadaku yang terasa nyeri.
"Udah lha kita pulang aja. Ayok gak usah dipeduliin"kata salsa dan bergegas menarik tanganku.
Aku tak menghiraukan tangan salsa yang menarikku yang kutau saat ini, rasa ini membuatku sakit,lagi.
Halo!! Udah ada yang mau baca blm? Krik..krik...krik yah blm ada kayaknya. Tapi kalo udah ada aku ucapin makasih ke kalian yang mau baca cerita abal abalku. Jangan vote and coment. kalo ada saran boleh langsung komentar aja. Thanks sekali lagi buat kalian. Bye. #salam cinta dari author#
YOU ARE READING
LELAH
Teen FictionAku selalu mengejarmu, tapi kau tak pernah peduli. Mungkin aku harus menyerah karena menunggumu sangatlah membuatku lelah. ~Vivian Calista~
