1

202 26 1
                                        

Haidar, pentolan SMA Bina Sakti, kapten basket dan cogan urutan 1. Dan sifat yang tidak disukai oleh para cewek adalah dingin terhadap cewek.

Haidar berjalan di koridor menuju kelasnya menggunakan baju basket dengan sepatu basket hitam-merah sambil membetulkan jambulnya yang acak-acakan menambah nilai plus dimata semua cewek SMA tersebut. Sifatnya yang brandal di depan anak cowok. tetapi jika di depan cewek, Ia 'sangat' dingin dan tidak mau mengeluarkan sepatah kata jika berada di dekat cewek. Yang lebih parah lagi, ia tidak mau menjawab sedikitpun chat dari cewek, ia hanya membacanya saja. Tapi, sudah tau sifatnya seperti itu. Mengapa masih saja cewek-cewek masih mengejarnya?

'Haidar. I lop u'

'Ganteng banget si yawlo'

'Keringet dia aja jadi cogan'

"Ebuset.. brisik bat dah ah. Gue bingung, anak kayak gitu kok banyak yang suka" Gusar Ara

"Ih Ra, Dia super cogan disini. Masa lo gak suka sama dia,"

"Ogah,"

"Gue mau ke dia. Dadah,"

"Rey. Dia mau kemana?"

"Biasa dah, Si Kiran mau modus ke si onoh. HAHA,"

"Lah? Dia kan pernah ditolak. Ngapa masih ngejar?"

"Biarin dah. Si pejuang cinta mah beda,"

•••••

"HAIDAR AL-ALAQ. Kamu dari mana? Niat bolos lagi?" Gertak Pak Dedi--guru MTK--

"Lah? Saya lupa kalo ada pelajaran si bapak'e,"

"KAMU DIRI DI DEPAN! Kumpulkan PR mu!"

Haidar dengan malas-malasan berjalan ke tempat duduknya dan langsung mengumpulkan PR.

"Jadi anak jangan pelupa! Inget pesan mamah," ledek Irfan--teman sebangkunya--

"Brisik lu njing,"

Dengan ogah-ogahan, Haidar mengumpulkan PR nya dan berdiri di depan.

"Oke. Saya mulai pelajarannya,"

•••••

"Ara-- Kamu maju kedepan!"

"Loh kok jadi saya yang di suruh maju kan saya udah ngerjain tugas nya bu"

"Iyaa kamu itu belum mengumpulkan tugas 3 minggu yang lalu!" Gertak Bu Noor--Guru Biologi--

"Lah saya udah bu," ucap Ara sambil mengambil dan mengumpulkan tugasnya "saya udah kan yak bu?"

"Hah?" Kata Bu Noor sambil mencari tugas Gina "kok tugasmu sama kayak Gina?"

"Iyalah bu. saya kan nyontek Gina,"

"Kamu keluar!" Usir Bu Noor

"Oke bu. Makasih ya," Ucap Ara gembira sambil meninggalkan kelas dengan bahagia.

"Tabahkanlah hamba mu ini ya Allah," Kata Bu Noor sambil mengelus dada.

•••••

Ara pun berjalan menuju kantin. Saat menuju kantin, Ara melihat seorang cowok sedang berdiri di depan kelas bertuliskan XI-IIS 3 menggunakan baju basket.

Haidar? Ah ngapain gue kepo. Mending cabut ke kantin. Ngeliatin curut lagi diri ngabisin waktu banyak, Gumamnya.

Sesampainya di kantin, Ara memesan Somay dan langsung duduk di pojokan dekat tangga.

"Heh nak ingusan. Masuk ke kelas lo,"

"Hehe. Kakak waketos gue ga bolos kok cuma lagi makan aja td pagi lupa makan," ucap Ara sambil memamerkan senyum manis 'nya.

"Lain kali makan dulu sebelum berangkat sekolah," ucap kak Ajiz seraya meninggalkan Ara.

Bawel lo, dumel Ara.


•••••

Haidar berjalan keluar kelas menuju rooftop. Saat ia melewati kantin, Haidar melihat Ara dan Ajiz sedang 'berduaan'.

Dasar cewek murahan, batin Haidar.

Entah mengapa, kaki Haidar terasa ringan untuk menemui 'cewek murahan'

"Apalo liat-liat?" Tanya Ara namun di balas hanya sinisan oleh Haidar.

Jawab dikit ngapa elah, gumam Ara.

"Bolos?"

"G-gue? Dikeluarin. Lo?" Ucapnya tak memandang Haidar dan fokus terhadap makanannya.

"Juga," Ucapnya sambil mengambil somay Ara.

"Jawab tuh yang panjang gabakal kena pulsa," ucapnya sambil mengunyah somay.

Haidar hanya menaikan alis kanan 'nya dan meninggalkan Ara.

"Dasar cowok aneh,"

•••••

'Haidar gue mo nebeng,'

'Pangeran kapan nganterin saya?'

'Beb. Pulang yuk,'

Haidar tak mempedulikan celotehan cewek-cewek tersebut. Yang dipikirannya sekarang hanya 'kapan bisa nganter Ara pulang?'. Keberuntungan Haidar, dia melihat Ara sendirian berjalan ke arah gerbang. Kemudian Haidar berlari dan memegang erat lengan Ara.

"Eh cowok gila, ngapain narik lengan gue?"

"Pulang,"

"Gak," Jawab Ara namun Haidar menambah eratan 'nya.

"Dibilang gamau,"

Haidar melepas tangan Ara sambil menatapnya sinis dan meninggalkan 'nya.lagi.

"Ck" decik Ara dan ia pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkiran.

"Heh lo!-"

AffectionatelyOnde histórias criam vida. Descubra agora