Prolog

25 1 0
                                        

Aku berada di sebuah tempat setelah tertidur dan lepas bangun

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Aku berada di sebuah tempat setelah tertidur dan lepas bangun. Kulihat semuanya nampak nyata jelas bahwa aku ada disini. Air sungai bening itu mengalir dengan tenang. Pohon besar dan rerumputan juga ada disini. Mereka menggoyang kian kalinya. Dan dari kejauhan kulihat ada sebuah pintu biru.

Disana kulihat pintunya terbuka dan cahaya yang banyak keluar dari dalamnya. Aku tak menyangka ada seseorang disana. Kulihat dia seperti seorang pria. Aku lekas berdiri dan mendekati pintu itu. Dan setiap langkahku terhitung, setiap kali pintu itu juga akan kembali menutup. Karena itu aku tak mau ambil pikir panjang. aku pun berlari meraih pintu biru itu. Dan seperti halnya pintu itu pun kembali menutup sesuai derap lariku. Kira-kira satu jengkal kini pintu itu akhirnya menutupkan dirinya.

"kenapa kau menutup wahai pintu? Aku hanya ingin melihat siapa yang didalamu saja, apakah kau tak berbelas kasihan kepadaku sorang diri disini?"

Aku menangis, pelan dan mengeras. Tak butuh waktu lama aku pun akhirnya kembali ke tempat asalku. Di pinggir sungai dan tepi pohon beringin besar itu. Aku duduk. Aku berdoa.

"tuhanku, kenapa aku disini. Kenapa hanya aku saja disini? Aku ingin kau memberiku teman bermain disini"

Doaku mungkin tak ada gunanya, mana mungkin tuhan akan membuat seorang manusia secara tiba-tiba saja disini. Jikalau iya dia pun akan lari jika melihatku memakai pakaian serba putih ini. Hantu mungkin yang dia pikirkan. Tiba-tiba seorang manusia dari seberang sungai mendatangiku. Nampak dari kejauhan dia mendekat kemari. Aku bediri dan berusaha memahami wajahnya itu, banyak kabut putih yang menghalangiku.

"kau, apa kau yang tadi itu? Tolong kemarilah! Aku takan menyakitimu. Kemari, aku tidak ingin hidup disini sendirian. Tapi sekiranya kemari jika kau tidak mempercayiku"

Dia berhenti disana, berdiri tegap. Dan nampaknya dia mungkin saja tidak percaya padaku. Aku kembali duduk, yang kupikirkan hanya dia pasti kembali menjauhiku. Tapi tiba-tiba, kakinya ada tepat di depanku.

"wah, sepatu yang sangat bagus. Dimana kau mendapatkannya?"

"disebuah tempat yang mereka bilang dunia"

"wah, kau seorang pria yang tampan. Rambutmu coklat, dan matamu pun biru. Kau begitu tinggi hingga aku telihat seperti tikus disini" aku berdiri seraya kagum padanya, "siapa kau?"

"aku manusia, aku datang kemari karena ada sebuah tugas" dia duduk di tepi sungai itu.

"tugas apa? Apa itu manusia? Kenapa manusia kemari?"

Dia tersenyum, dan berbalik memandangku. Berdiri dan memelukku tiba-tiba. Dia tersenyum lagi. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan. Tapi, tiba-tiba angin dari seberang sungai berhembus begitu saja. Yang menimbulkan sesuatu yang begitu hangat disini.

"ikutlah denganku ke dunia. Kau akan bertemu manusia yang banyak disana"

"banyak manusia? Apa kau adalah ets jahat?"

"aku bukan seperti kau, aku manusia. Ikutlah bersamaku, melewati pintu biru itu"

Pintu biru itu kembali terbuka dari kejauhan. Banyak sekali cahaya yang ada di dalam sana. Apa mesti aku mengikuti kemauannya itu. Jadi, aku mengerti. Seorang pria yang ada di dalam pintu itu tadi adalah dirinya. Dia yang ada tepa di depan wajahku. Yang tengah memandangku saat ini.

"aku tidak tahu apa itu baik untuk seorang ets. Jika aku ada di dunia"

"kau akan bertemu aku disana, jangan takut. Aku akan disana bersamamu" jelasnya.

Angin seberang itu kembali tertiup lagi. Apa yang akan terjadi jika aku ada di dunia bersama manusia. Aku lihat seorang manusia di hadapanku itu begitu baik akan menjagaku. Tapi, apa setiap manusia juga akan sama baiknya dengan dia.

"apa aku akan bisa kembali disini jika sesuatu hal buruk terjadi?"

Dan dia mengangguk, sangat meyakinkanku. Tapi dia malah berbalik melihat seberang sungai dan menjauhiku.

"bukankah kau ingin seorang teman bersamamu, dan disana ada banyak teman. Kau bisa kembali kemari tapi hanya dengan satu saat. Saat yang paling ingin kau kembali kemari. Dan setelah itu kau takkan bisa kembali"

"tapi, mungkin semuanya terasa asing untukku, hingga aku akan berpikiran seperti itu. Dan selepasnya? Aku hanya ada disini sendiri? Tidak. Aku tidak akan ke arah pintu itu"

"kau juga akan memilki sebuah perasaan ets. Apa itu cinta, sakit, khawatir, dan rasa yang lain yang ada dilidahmu itu." Dia menghadapku lagi.

"cinta? Apa itu, dia jahat?" dan kulihat dia tersenyum.

"ikutlah denganku, kau akan menemukan jawabanmu itu"

Aku mungkin bisa saja menemukan suatu hal yang indah disana itu yang ada dipikiranku. Dia mungkn saja benar dan kuharapa aku bisa menemukan banyak teman. Mereka manusia dan aku adalah ets. Itu yang harus aku pahami.

Tiba-tiba dia memberiku sebuah benda. Dan dia kenakan padaku di leher. Katanya itu yang disebut dengan sebuah kalung. Kulihat, dia juga memilkinya. Gambarnya seperti sebuah pohon beringin. Punyaku berwarna hijau, dan miliknya berwarna putih.

" kalung? Untuk apa?"

"sebuah hal yang akan membuatmu mencari sesuatu di dunia. Ayo, lihat pintu biru telah menunggu"

"bbaiklah, aku setuju"

Kami pun melangkah mengarah pintu biru itu. Terlihat tidak seperti biasanya, pintu itu selalu saja terbuka tiap langkah yang kupijak ini. Aku tahu ini mungkin karena manusia ini. Manusia yang ada di sebelahku yang ikut berjalan denganku.

Aku pun kini memasukinya, kulihat pria itu tersenyum manis lagi kepadaku. Tapi, apa yang terjadi, pria itu. Yang tadi ada di dekatku kian menjauhi ku. Dia menghilang semakin jauh dariku.

"hey, kau. Kkkauuu! Jangan tinggalkan aku sendiri disini. Manusia, dimana kau. Dimana kau!?!?!"

Aku berteriak, tapi sunyi lagi yang kudengar. Tak ada seorang pun disini hanya ada banyak kabut putih dan cahaya yang ada di kejauhan sana. Yang kupikirkan satu. Bahwa disana aku akan bisa kembali ke dunnia ets. Aku melangkah, melangkah dan tiba-tiba tanganku.

"siapa kau?!?!" tiba-tiba terdengar suara keras.

ETSWhere stories live. Discover now