1 ::: destroyed

520 22 1
                                        

Author pov

Pagi ini sinar sang surya masuk menerpa wajah gadis cantik bernama rennisa nadira, hari ini adalah hari pertama ia memasuki sekolah setelah libur semesteran yang cukup panjang. Ia nampak sudah terbangun dari tidurnya dan merentangkan kedua tangannya khas seperti orang yang baru bangun tidur, kemudian matanya menyipit untuk melihat jam dinding yang bertengger di sudut kamarnya.

Rennisa memang penderita minus akut jadi tidak terlalu bisa melihat dengan jelas apalagi dari kejauhan, lalu ia mengambil kacamata minus-nya yang berada di atas nakas seketika matanya membulat ketika melihat jam itu karena sekarang sudah jam 6 lewat 40 sementara bel masuk sekolah nya jam 7. Otomatis rennisa panik setengah mati lalu ia segera meloncat dari kasurnya serta membuka kacamatanya secara asal dan bergegas mandi secara cepat untuk segera berangkat ke sekolahnya.

--OoOo--

Setelah rennisa selesai dengan ritual mandinya yang sangat cepat hanya berlangsung 3 menit pikirannya entah sudah melayang kemana mana karena takut kena hukuman jika ia telat datang. Kemudian ia menuruni anak tangga secara cepat dan boleh dibilang seperti berlari tidak peduli dengan cacian duanya yang sangat berantakan dan kacamata yang melorot sampai ke hidung serta salah memakai kaus kaki yang satu berwarna warni sedangkan yang satunya lagi berwarna putih

"Bun ren berangkat ya" kata rennisa dengan nafas yang bergemuruh karena ia tadi jalan tergesa gesa

"Eeh kamu sarapan dulu kali, jangan maen berangkat gitu aja" kata anna pada putri semata wayangnya

"Udah gak usah yah bun, sekarang ayah kemana?" tanya rennisa, karena ia berangkat sekolah dengan ayahnya dan pulang sekolah ia dijemput oleh bundanya

"Entar bunda panggilin" ketika anna hendak memanggilkan rudy tangannya dicekal oleh rennisa

"Bun udah gak usah dipanggilin yah, ren naek angkot aja ini udah jam 6 lewat 50 menit bentar lagi mau masuk" rennisa berkata dengan panik

"Yaudah seterah kamu deh, hati hati yah" rennisa kemudian mencium punggung tangan anna dan segera lari keluar dari rumahnya untuk menuju halte yang dimana angkot banyak berkeliaran di sekitar sana.

--OoOo--

Rennisa berdiri dengan gelisah dan lagi lagi ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 6 lewat 53 menit artinya ia harus sampai ke sekolah dengan waktu hanya 7 menit. Tak lama setelah itu angkot akhirnya datang langsung saja rennisa naik dan angkot itu berlaju dengan kecepatan tinggi.

7 menit kemudian.....

Akhirnya rennisa datang ke sekolahnya dengan tepat waktu karena angkot yang ditumpanginya itu berlaju dengan sangat cepat, kemudian rennisa berjalan tergesa gesa memasuki gerbang sekolahan yang hampir saja tertutup karena ini sudah bel masuk sekolah. Saking cepatnya rennisa berjalan ia tak sengaja menabrak orang yang ada di hadapannya dengan keras yang membuat kacamatanya terpental jauh dan terinjak injak oleh orang yang berlalu lalang di sekitarnya serta minuman yang sedang di genggam orang itu jatuh mengenai sepatu nya sendiri.

"Yah kacamatanya" rennisa menatap kacamatanya dengan raut wajah menyedihkan

"Lo ngapain sih pake nabrak orang segala?!! Lo tau gak seragam sama sepatu mahal gue ini basah akibat lo!!!" suara bariton lelaki yang sepertinya kakak kelas rennisa ini membentaknya sehingga membuat ia bergidik ketakutan

"Ma-maaf kak" lirih rennisa pelan

"Emang dengan kata maaf lo itu bisa buat sepatu sama seragam gue kering lagi?!! Gak kan?!!" seru lelaki itu dengan lantangnya yang membuat semua orang yang berada di koridor sekolah menoleh dengan sorot mata kepo

"..." rennisa hanya bisa terdiam karena ia mengetahui semua ini adalah ulahnya yang berjalan dengan tergesa gesa yang menimbulkan orang lain celaka akibat perbuatannya itu

"Sekarang lo diem kan gak tau harus ngomong apa?!! Dasar nerd gak tau diri?!!!" bentak lelaki itu dan ia mengambil kacamata yang sedang di genggam rennisa secara paksa lalu ia menginjaknya berkali kali sehingga membuat kacamata itu benar benar hancur dan sudah tidak bisa dibetulkan lagi.

"Kacamatanya" kata rennisa dengan mata berkaca kaca menahan airmata yang hendak keluar

"Itu pembalasan buat lo, karena udah cari gara gara sama gue!!!" bentak lelaki itu lalu ia berjalan meninggalkan rennisa yang tengah menunduk menatap kacamatanya yang sudah tidak berbentuk lagi

--OoOo--

Rennisa memasuki kelasnya dengan tertunduk lesu memikirkan nasibnya sebagai nerd yang malang, bukannya rennisa menyalahkan takdir tetapi kenapa ia terlahir sebagai seorang nerd yang setiap hari tertindas oleh orang orang yang sok berkuasa di sekolahannya itu, ia sudah cukup lelah menghadapi hari harinya yang begitu menyedihkan terkadang ia suka berpikir bagaimana orang yang menindasnya sekarang berada di posisi rennisa mungkin orang itu juga akan sangat lelah menghadapi segala ejekan yang diterima nya. Kemudian rennisa berjalan menuju tempat duduknya yang paling pojok dan menaruh tasnya disamping kursi dita teman rennisa satu satu nya yang bisa menghargai dirinya serta dapat memberinya semangat dikala orang lain selalu datang untuk menghinanya

"Ren kenapa tumben lo gak pake kacamata?" tanya dita dengan penasaran karena rennisa biasanya selalu memakai kacamata tebalnya

"......" rennisa melamun tidak mendengar pertanyaan dita sehingga dita harus menyengol lengannya

"Weeh kok bengong sih? Lo kenapa gak pake kacamata?" tanya dita sekali lagi

"Ceritanya panjang banget dit, kakak kelasnya aja yang emosian cuma kesenggol dikit langsung marah" tutur rennisa , dita dan rennisa memang berbeda ketika berbicara dita sudah terbiasa dengan gue-lo sedangkan rennisa aku-kamu

"Yaelah udah biarin aja entar juga dapet karma, percaya sama gue" lagi lagi dita memberi semangat kepada rennisa yang membuat ia tersenyum melihat sahabatnya yang selalu bersedia menjadi tameng pelindungnya

"Makasih dit" rennisa tersenyum lalu memeluk sahabatnya dengan erat

"Ya sama sama, udah ah jangan lebay." tak lama setelah itu pak radiman masuk dan memberhentikan obrolan kedua sahabat ini

"Dit entar aku liat ke kamu yah, soalnya kacamata aku rusak nih" kata rennisa sambil menyodorkan kacamatanya yang sudah hancur

"Loh kok bisa hancur ren?" tanya dita lalu mengamati kacamata rennisa

"Kan aku udah bilang ceritanya itu panjang ditaaa, aku juga lupa gak bawa kacamata ganti. Jadi kalo pak radiman ngejelasin di papan tulis aku lihat ke kamu yah" kata rennisa lalu kembali mengambil kacamatanya itu

"Iya deh, tapi janji yah nanti lo cerita ke gue" dita kembali penasaran akan sesuatu yang tersembunyi dibalik rusaknya kacamata rennisa

"Iyaa ditaaa" rennisa mendengus kesal melihat sahabatnya ini yang sungguh luar biasa cerewet. Lalu keduanya kembali fokus kepada pelajaran pak radiman

***
Jika banyak typo atau kekurangan lainnya tolong bisa dimaklum sebab gue masih belum bisa menulis secara benar 😊
Jangan lupa votenyaa 👌

*salam kenal
Nuranisa ananda 💖

HopedTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon