Introduction

40 5 4
                                        

Ini cerita udah lamaaa banget mengendap di imajinasi saya.
Pengen sharing aja, buat saya cukup dibaca aja itu udah apresiatif banget.

Saya tau, baca cerita itu butuh motif, motivasi, dan juga pasion untuk baca.

Oke, back to main topic.
Saya mau meniru kayak di buku-buku wajib saya pas kuliah. Pake introduction. Hehe

Jadi ceritanya ini nggak sepenuhnya a.k.a pure romance. Mungkin pas pertama baca akan ngerasa, ah biasa ini mah. Orang biasa vs bangsawan.

No matter kok.

Saya pengen ngebagi beberapa mimpi saya. Tentang Europe--especially, britain & austria, tentang forensic psychologist, tentang pemecahan criminal--not just crime--case, tentang buanyaaakkk hal. Eits ketinggalan, juga tentang romance-nya.

So then,

Udah gitu aja. Hhaha

Medina--siapa sih yang nggak kenal cewek mungil ini? Maksudnya, siapa sih di seantero Laboratorium Forensik di kota London yang nggak kenal dia? Kecil, mungil, hobi makan sate, tukang tidur, juga ahli psikologi forensic paling dedikatif. Kenal, tapi nggak ada satupun yang mengenal kedalaman hati da pikirannya.

Alex-- uhh! Bujangan paling diminati di britania raya. Diusia 17 tahun udah memperoleh gelar turun temurunnya-- Earl, orangnya charming--kalo senyum apalagi, sayang doi-nya terlalu dingin. Sayangnya, satu hal yang dia harapkan sudah pupus puluhan tahun lalu. Satu hal lagi, temperamennya bisa bikin stres siapapun.

Lalu mereka ketemu...
Gara-gara satu kasus pembunuhan dan bunuh diri, mereka memutuskan bekerja sama... Nggak cuma urusan kerjaan, tapi juga urusan pribadi masing-masing.

Call a friend? Ada kok, kenalin... Edward McCenna, Derek, si-bibi-baik-hati, rebecca-yang-suka-bawain-cokelat, Sherry, Fie. Udah masih banyak lagi

Got Me, EuropeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang