Kanya POV
Panas. Capek. Gatel. Pengen bobo. Pengen gerak. Hal itu yang aku rasakan sekarang. Rasanya kaki aku pegel harus sikap sempurna selama ini, yah hari ini aku seleksi untuk mengikuti pasukan pengibar bendera tingkat provinsi. "Heh kamu yang bernomor dada 061 hormatnya di perbaikin!" teriak kakak purna paskibraka yang melatih dapil ku saat ini "Siap kak!" balasku lalu memperbaiki hormatku. "Pasukan seluruhnya lemaskan!" teriak kakak itu lagi "Lemaskan!" teriak kami sambil melemaskan badan kami, hah lega rasanya. "Pasukan! Kita istirahat sholat dan makan siang. Bubar barisan gerak!" lalu kami balik belakang dan berhamburan ketempat kami menyimpan tas masing-masing. Dari seluruh perwakilan dari sekolahku hanya aku yang bukan anggota organisasi paskibra sekolah, jadi aku lebih memilih diam dan menyendiri soalnya aku gatau siapa yang harus aku temani.
-----------
Randy POV
Sumpah gua capek banget. Selama gua ikut paskib sekolah gua gapernah latihan seserius ini gila. Tapi tadi ada yang bikin gue tambah semangat latihannya, dia itu beda dari cewek-cewek yang gua deketin. Dan entah kenapa gua degdegan pas dia jalan sambil senyum kearah gua. "Hady.. " ternyata dia lewatin gua anjir hahahaha. "Hady, entar kamu pulang ama siapa? Boleh nebeng gak?" suaranya cuy adem banget didengernya tapi sayang dia ngomongnya ama temen gua si Hady, anjir ternyata Hady lincah juga dapet cewek kayak gini. "Yaudah entar gua anterlu pulang deh Nya.." "Oke thanks yahh Hady!!" ucap cewek itu girang. Gua harus tau namanya, ya! Gua harus bisa kenalan ama dia.
Sorry, baru pemula jadi maaf kalo gak seru hehehe 😂😂 mohon vote + commentnya yahh hehehe
Xoxo
BistXX
YOU ARE READING
Black Coffee
Teen FictionKopi Hitam itu pahit. Yang manis itu janji dan semua kata cintamu.
