-000-
"Sudah berapa kali kubilang? Aku tidak mau dinikahkan dengannya dan aku tidak akan pulang!" Seulgi membanting ponselnya pada meja dihadapannya dengan kesal. Gadis itu lantas merebahkan dirinya pada sebuah sofa yang lembut untuk meringankan beban pikirannya saat ini. Taehyung yang dari tadi duduk di sofa itu kini bergeser mendekati Seulgi, mendekati gadis itu lantas memeluknya erat.
"Mereka masih keras kepala?" tanya Taehyung yang diikuti anggukan kepala dari Seulgi. Taehyung mempererat pelukannya.
"Tumben kau lama disini, bukankah ada jadwal?" Seulgi menaikan sebelah alisnya, heran dengan keberadaan kekasihnya saat ini. Seulgi heran juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, Taehyung yang merupakan member boyband dengan empat anggota yang baru debut 1 tahun lalu ini, berkata bahwa hari ini ada jadwal. Kenapa ia masih disini?
"Hmm...hanya acara makan-makan saja bersama perusahaan." Taehyung mencium pipi Seulgi, membuat Seulgi tersenyum manis seolah lupa akan kekesalan yang baru saja menimpanya tadi.
Ya, Seulgi rasanya kesal bukan main setiap kali orang tuanya menghubungi dan membujuknya pulang. Saat ini, Seulgi memang tinggal di apartemen yang disewanya. Sudah 3 bulan Seulgi pergi dari rumahnya karena Seulgi menolak keras permintaan kedua orang tuanya yang meminta Seulgi untuk menikah dengan Kim Seokjin, anak tunggal dari sahabat orang tua Seulgi.
Seulgi tentu saja menolak permintaan itu, karena Seulgi sudah menjalin hubungan dengan Taehyung selama 2 tahun lamanya, bahkan sebelum Taehyung debut saat itu. Walaupun tidak memiliki waktu banyak untuk bertemu, namun Seulgi selalu bahagia bersama Taehyung karena sesibuk apapun kekasihnya itu, Taehyung tidak akan pernah lupa untuk menghubungi Seulgi. Walaupun hanya sekedar lewat sebuah pesan singkat.
Seulgi akan mempertahankan hubungannya dengan Taehyung, itu pasti. Begitu pula dengan Taehyung, ia juga selalu berusaha memperjuangkan Seulgi. Bahkan saat Taehyung menemui orang tua Seulgi untuk meminta restu-yang pada akhirnya selalu ditolak- Taehyung tidak pernah menyerah dan tetap setia berada di sisi Seulgi, gadis yang sangat dicintainya.
"Ponselmu sepertinya bergetar," Seulgi bergumam begitu merasakan getaran di sekitar celana Taehyung. Taehyungpun terpaksa melepaskan tangan kanannya yang dari tadi memeluk Seulgi lalu beralih untuk melihat ponsel yang ia simpan di sakunya.
"Ck, mereka sudah menungguku." Taehyung menggaruk rambutnya dengan kasar. Melihat hal itu, Seulgi memegang kedua sisi pipi Taehyung dengan kedua tangannya.
"Pergilah, kita bertemu lagi nanti saat kau ada waktu." Seulgi tersenyum manis di hadapan Taehyung, membuat Taehyung terpaksa mengangguk. Perlahan, Taehyung mendekatkan wajahnya pada kekasihnya hingga membuat kekasihnya itu dapat merasakan hembusan nafasnya.
Taehyung kini mencium lembut bibir kekasihnya yang sangat ia rindukan itu, sesekali Taehyung melumat bibir kekasihnya itu dengan pelan namun dalam, seolah menyalurkan rasa rindunya pada Seulgi.
"Aku akan kembali menemuimu secepat yang aku bisa," ucap Taehyung setengah berbisik dan kembali mencium Seulgi, melumat bibir gadis itu dengan lembut. Tak cukup dengan lumatan, kini Taehyung menggigit pelan bibir Seulgi agar Seulgi membuka mulutnya dan begitu mulutnya terbuka, Taehyung segera memasukan lidahnya kesana. Bermain-main dengan lidah Seulgi sembari mengeratkan tubuh Seulgi padanya.
Seulgipun terlihat menikmati apa yang Taehyung lakukan. Seulgi sangat merindukan setiap sentuhan dari pria itu, Pria yang setiap hari ia rindukan. Seandainya Seulgi bisa menemui pria ini setiap hari, Seulgi pasti akan sangat bahagia dan tidak akan terus-terusan merasakan sakitnya menahan rindu.
YOU ARE READING
Selfish
Fanfiction"Aku dan keegoisanku, yang telah menghancurkan hubungan kita." ©apeachlandk - 2016
