Sudah 3 minggu ini sejak Jimin tanpa sengaja melihat gadis itu, Jimin terus menerus mencoba melakukan pendekatan pada gadis dengan tatapan yang mampu membuat Jimin jatuh hati padanya. Jimin sama sekali tidak memperdulikan jika dirinya terkena serangan sebuah nada yang benar-benar datar dari bibir tipis gadis itu karena terus mengikutinya, tapi bagi Jimin, semua nada yang sangat datar itu bagaikan sebuah musik yang mengalun indah ditelinganya. Dan kali ini, ia kembali mengikuti kemanapun gadis itu pergi, kecuali saat di toilet tentunya.
Langkah Jimin ikut terhenti saat langkah gadis bersurai coklat dengan tinggi 162 cm itu memberhentikan langkah kaki jenjangnya. Gadis ber nametag '강 슬 기' itu membalikan tubuhnya dan berjalan menghampiri tubuh Jimin. Menatap wajah Jimin dengan tatapan datar seperti biasanya. Bukan tatapan gadis ini yang membuatnya jatuh hati, namun tatapan dimana saat gadis itu memancarkan kelembutan, seperti disaat gadis itu menolong seorang nenek di tepi jalan daerah Gangnam.
-FLASHBACK-
Jimin melangkahkan kakinya dengan malas menyusuri daerah tempat orang berdompet tebal tinggal. Menjadi seorang anak dari pemilik restaurant yang cukup terkenal membuat dirinya cukup kewalahan. Dan sekarang, setelah ia disuruh membeli beberapa kilo daging, mobil yang ia bawa hilang begitu saja. 'Hyung yang membawanya pasti' batin Jimin.
Siapa yang tidak mempunyai kunci lain mobil kesayangannya itu selain hyungnya. Seorang maling? Tidak mungkin maling dapat mengambil mobil mahal itu dengan begitu mudah. Sebuah alarm otomatis berbunyi jika ada maling yang berhasil membobol mobilnya. Namun Jimin sama sekali tidak mendengar alarm mobilnya berbunyi, itu tandanya ada orang lain yang membawa mobilnya dengan cara yang baik bukan?
Langkah Jimin terhenti saat melihat seorang gadis bersurai coklat dengan sebuah senyuman yang terus terpasang diwajahnya, dan jangan lupa dengan beberapa kantung belanja yang terlihat cukup besar.
'Cantik'
Kata itu yang pertama kali tertempel pada otak seorang Park Jimin. Seorang gadis dengan tubuh yang cukup ideal-menurut Jimin sedang tersenyum manis dengan kantung belanja di kedua tangannya. Ah, dan juga seorang nenek disamping tubuh gadis itu.
"Tunggu, bukankah itu Kang Seulgi?"
Jimin cukup lama bergulat dengan pikirannya sebelum benar-benar berkata dan melihat lebih jelas jika itu benar gadis yang terkenal sangat dingin di kelasnya. Kedua sudut bibir Jimin tertarik menciptakan sebuah senyuman yang cukup membuat para gadis bertriak histeris saat melihat Seulgi meletakan kantung belanjaan itu di depan sebuah kedai ramen yang cukup besar.
"Dia gadis yang baik"
Jimin memulai monolognya dengan topik seorang Kang Seulgi kali ini. Jimin benar-benar tidak menyangka jika gadis sedatar Kang Seulgi memliki hati bak malaikat, ditambah dengan senyumnya yang memikat hati. Jika saja Jimin melihat hal ini lebih cepat, mungkin Jimin sudah menyatakan perasaanya dari dulu pada Seulgi.
'DEG'
Jimin tertegun saat melihat tatapan yang sangat berbeda jauh dengan yang sering ia lihat hampir setiap hari di kelasnya. Tatapan yang biasanya hanya menatap teman-temannya dengan tatapan datar, namun kali ini, tatapan datarnya hilang. Tidak ada sama sekali pada wajah cantik itu. Tatapan yang memancarkan kelembutan. Tatapan yang memancarkan betapa lembut dan manis sikap gadis itu. Kedua sudut bibir Jimin kembali tertarik menciptakan senyum menawannya. 'Dia tak pernah akan kulepaskan, sampai kapanpun' batin Jimin sebelum sebuah seringaian tipis tercetak di wajah tampannya.
-FLASHBACK END-
"Berhenti mengikutiku Park Jimin"
Suara yang terkesan datar dan dingin itu menyadarkan Park Jimin untuk kembali ke dunia nyata setelah pikirannya melayang menuju saat dimana ia merasa jatuh hati pada gadis dihadapannya ini. Kekehan pelan keluar dari bibir tebal milik Jimin. "Haha, aku sama sekali tidak pernah mencoba untuk mengikutimu nona es. Lagipula ini koridor sekolah, aku memiliki hak untuk melangkahkan kakiku ditempat ini" Jimin menyisir kedua rambutnya kebelakang dengan jarinya kemudian tersenyum. Sungguh, jika Seulgi adalah salah satu penggemar dari pria dihadapannya ini, mungkin Seulgi sudah jatuh pingsan sekarang.
Seulgi mendecih saat mendengar ucapan pria ini. Ini koridor sekolah dan siapapun berhak untuk melewati jalan ini bukan? Seulgi membalikan tubuhnya dan kembali melangkahkan kaki jenjangnya menyusuri koridor sekolah sebelum sebuah tangan kekar menahan lengannya sehingga mau tak mau Seulgi harus mengurungkan niatnya untuk menyusuri koridor ini.
"Tunjukan tatapanmu seperti saat kau menolong seorang nenek di daerah Gangnam 3 minggu yang lalu padaku"
'DEG'
Seulgi terkejut saat mendengar sebuah perintah yang ditunjukan untuknya dari bibir seorang Park Jimin. Seulgi terdiam beberapa saat sebelum kembali membalikan tubuhnya dan menatap datar Jimin. "Aku tidak pernah menolong seorang nenek di daerah Gangnam, jadi lepaskan genggaman tanganmu itu sekarang juga" Seulgi meringis pelan saat Jimin mengeratkan genggamannya pada lengan Seulgi. Jimin mendekatkan wajahnya pada gadis itu dan menatap matanya dalam. "Aku tau kau orang yang seperti apa Kang Seulgi, itu terlihat jelas pada matamu. Jadi, berhentilah berpura-pura menjadi orang lain dan berilah aku senyuman manismu itu setiap hari"
Seulgi terdiam saat mendengar permintaan dari pria bermarga Park itu. Bahkan dia sama sekali tidak bergerak setelah Jimin menjauhkan wajahnya dan melenggang pergi setelah genggamannya pada lengan Seulgi ia lepas. Pandangan gadis itu tak lepas dari punggung pria yang memiliki tinggi 175 cm dengan surai hitam pekatnya. "Apa dia benar-benar melihatku waktu itu?" Seulgi bergumam sebelum ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya kembali ke kelas.
...
"Bagaimana rencanamu itu pada gadis itu? Apa berhasil?"
Sebuah pertanyaan langsung terlontar dari bibir murid ber nametag '김 태 형' saat kaki Jimin memasuki ruang musik yang hanya di isi oleh 7 orang termasuk Jimin sendiri. Jimin tersenyum tipis menanggapi pertanyaan sahabatnya itu. "Aku belum mengetahui hasilnya, tapi aku sudah mengatakannya pada gadis itu" Jimin mendudukan bokongnya di sebuh kursi yang tidak begitu jauh dari tempat Taehyung duduk. "Lalu bagaimana jika gadis itu tetap tidak merubah sifatnya?" Kali ini sang adik kelas yang termasuk dalam daftar sahabat Jimin melontarkan pertanyaan pada Jimin. Jimin terdiam sejenak sebelum sebuah seringaian kecil terpasang di wajahnya. "Aku akan membuatnya berlutut padaku saat itu juga"
...
Seulgi melangkahkan kakinya menaiki tangga yang akan menuntunnya menuju kelas kesayangannya. Namun langkahnya terhenti saat iris matanya melihat seorang pria tengah berdiri menghadangnya diujung tangga. 'Mau apa lagi pria ini?' batin Seulgi. Seulgi baru saja melangkahkan kakinya dan ingin melewati pria itu namun sebuah tangan kekar menahan lengannya.
"Kau tak mau menunjukan senyum manismu itu padaku?"
Seulgi menghela nafasnya pelan sebelum menatap datar pria bersurai hitam pekat itu. "Aku tidak akan pernah mau memberikan senyumanku itu pada pria brengsek sepertimu" Sebuah seringaian kecil muncul diwajah seorang Park Jimin. "Akan kutunjukan seberapa brengseknya aku" Mata Seulgi membulat sempurna saat merasakan sesuatu tak bertulang berada tepat mengenai bibir mungilnya.
Seulgi hanya diam karena tidak tau harus melakukan apa saat bibir tebal Jimin menempel tepat dibibir mungilnya. Tidak sampai disitu, Jimin meletakan tangannya pada tengkuk Seulgi dan menekan tengkuk Seulgi agar Seulgi tidak menjauhkan wajahnya begitu saja. Perlahan, lumatan-lumatan kecil pada ciuman mereka mulai tercipta. Namun Seulgi masih tetap diam dan sama sekali tidak membalas ciuman dari pria brengsek yang berani mencuri first kiss nya. Jimin menjauhkan wajahnya dan menatap wajah gadis bermarga Kang itu dari jarak yang cukup dekat.
"Mulai saat ini, aku akan membuatmu berlutut dan membuatmu menjadi milikku seutuhnya, Kang Seulgi"
-END-
a/n : Hai hai semua >^< Ini ff pertama yang aku buat, jadi maaf kalau masih aneh dan alurnya terlalu beruntut /bow/ Aku juga terbuka kok bagi yang mau ngasih kritik dan saran buat ff ini. Kalau ada kritik atau saran, langsung bilang aja, nda usah malu-malu, aku terbuka kok >^< Aku juga mau ngucapin thankseuu buat yang udah vote dan comment ff ini, aku berterima kasih banget sama kalian yang udah vomment ff ini /sujud/ Ah, dan juga kalau pada suka sama ff aku ini, nanti aku publish ff aku yang 1 lagi .-. Tapi beda cast .-. Sekali lagi aku berterima kasih sama kalian >^< Thankseuu~!
-Pinkeupie
YOU ARE READING
Her Stare
Fanfiction"Tatapan matanya, entah kenapa aku bisa langsung jatuh hati padanya hanya karena tatapan mata gadis itu. Tak akan aku lepaskan gadis itu dan juga tatapan matanya itu"- Park Jimin "Aku tidak pernah mau dimiliki oleh pria brengsek seperti dia"- Kang...
