• • •
Kentnatan Andreas siapa yang tidak mengenalnya, cowok ganteng, keren, pentolan sekolah dan satu lagi yang paling membuatnya terkenal dia seorang Playboy. Ia dikenal dengan nama Kent oleh teman-temannya.
Meskipun terkenal playboy dan badboy ia juga merupakan siswa yang pintar tak heran jika guru-guru menyukainya, namun ada juga yang kesal dengannya juga.
Kent adalah siswa kelas XI IPA 2 di SMA Strada. Keplayboy-an nya terlihat ketika ia baru memasuki sekolahnya, bahkan saat MOS ia sudah berhasil memacari dua kakak kelasnya sekaligus.
Dan semakin kesini tingkah playboy Kent makin melesat. Namun meski siswi disekolahnya tau kalau ia playboy tetap saja banyak yang menaksirnya.
***
Kent berjalan dengan gaya coolnya disepanjang koridor sekolah, dengan tangan yang ia masukan kesaku celananya membuat sebagian siswi yang melihatnya berteriak histeris melihat karisma Kent yang begitu tampan ditambah gaya rambut Kent yang acak-acakan. Dengan santainya Kent melewati para siswi itu tanpa memperdulikan teriakan histeris mereka.
"Ya ampun Kent ganteng banget sih"
"Mau dong jadi pacarnya Kent"
"Kent, i love u"
"Playboy ganteng gini mah gak papa gue juga Mau jadi pacarnya"
Sudah biasa ia mendengar celotehan para cewek-cewek itu yang memuji dirinya, yang hanya dibalas dengan senyuman manisnya.
"Kent, aku mau dong jadi pacar kamu yang ke-90"
Adit sahabatnya datang dari belakang meledek dengan gaya cewek. Yang dihadiahi jitakan oleh Kent. Membuat Noel satu Sahabatnya lagi tertawa.
"Anjir, lo Dit hahaha lo naksir sama Kent" celetuk Noel sambil terus tertawa.
"Sakit bego" ucap Adit masih mengusap bekas jitakan Kent dikepalanya tadi. "Iya gue suka sama Kent, Iya kan bebeh" sambung Adit masih dengan gaya ala-ala ceweknya.
"Najis lo." Ucap Kent jengah, meskipun ia sudah terbiasa dengan ledekan yang diberikan Adit tetap saja Kent merasa kesal. Sedangkan Adit hanya terkekeh melihat raut wajah kesal Kent.
***
Kent, Adit dan juga Noel sampai dikelasnya, mereka berjalan memasuki kelas dengan gaya sok coolnya. Mereka bisa dibilang Trio Cogans disekolah, tak heran jika mereka selalu menjadi pusat perhatian sebagian siswa-siswi.
Kent dan Adit duduk dibangku ketiga, sedangkan Noel berada dibelakangnya bersama Surya. Dulu sebenarnya Noel lah yang satu bangku dengan Kent, namun tiba-tiba Adit protes karena ketika ada ulangan ia selalu mendapatkan nilai dibawah teman-temannya.
Ya bisa dibilang Adit itu nggak pinter-pinter banget jadi dia minta tuker posisi dengan Noel. Adit tau Noel juga pintar tapi ia lebih nyambung dengan penjelasan singkat yang diberikan Kent ketimbang harus mendengarkan penjelasan rumus yang panjang lebar oleh Noel.
Pak Ahmad, guru Fisika Mereka masuk dengan gaya khas kacamata merosotnya dan juga killernya membuat suasana kelas yang tadi berisik sekarang berubah seperti ada hawa horror yang mencekam.
"Hari ini kita ulangan!"
Pak Ahmad berucap tanpa dosanya membuat semua murid kaget sekaligus panik. Pasalnya Pak Ahmad bilang saat minggu kemarin jika ada pelajarannya lagi maka mereka akan mengadakan praktek diLab. Namun entah setan apa yang masuk membuat guru itu merubah segalanya menjadi ulangan mendadak.
Semua murid berdecak kesal sekaligus mengajukan protes namun tak digubris oleh gurunya. Jika Pak Ahmad sudah berucap secara mendadak seperti itu maka hal itu tidak bisa diganggu gugat.
Lain halnya dengan Kent dan Noel yang hanya menggangkat bahunya acuh, menurutnya itu sudah biasa. Berbeda dengan Adit yang justru ikut merasa kesal ia sudah senang saat tau akan ada praktek diLab, yang mengharuskannya menggunakan jas putih ala dokter. Rencananya ia akan berselfie ria dengan jas itu namun semua gagal cita-citanya belum terlaksanakan.
***
Setelah selesai ulangan mendadak itu wajah Adit masih terlihat murung ia terus cemberut sedari tadi, ia benar-benar kecewa dengan gurunya itu yang telah menghapuskan harapannya itu.
Bisa dibilang Adit lebay tapi ya begitulah ia memang sangat mengilai selfie dengan berbagai macam gaya salah satunya yang ia akan coba tadi telah gagal, kini ia harus menunggu lama lagi agar bisa keruangan Laboratorium itu.
Sebenarnya bisa saja ia masuk keLab namun itu juga harus dengan berbagai macam alasan yang logis. Penjaga Lab tidak akan pernah mengizinkan murid masuk dengan sembarangan tanpa ada guru pengajar.
Masa iya Adit harus izin kepenjaga Lab dengan alasan ia ingin berselfie menggunakan jas putih ala dokter karena menurut ibunya ia akan terlihat lebih ganteng jika menjadi dokter.
Kent dan Noel yang melihat raut wajah Adit hanya menghela nafas jengah dengan sikap childish seorang Raditya Prameswara. Sahabatnya yang satu ini memang mempunyai mood yang dengan mudahnya berubah-ubah layaknya power rangers.
"Elah Dit, gitu aja masih ngambek lo, udah lo tenang aja entar gue pinjemin deh punya Om gue" Noel membuka percakapan diantara mereka. Mereka kini sedang berada dikantin untuk mengisi perut mereka namun Noel menjadi malas makan melihat wajah kusut Adit.
Adit yang mendengar Noel berbicara seperti itupun langsung menatap Noel dengan memincingkan matanya. Dengan maksud berkata Serius lo?
"Ck nggak usah natap gue kaya gitu juga kali! Lo tau kan kalo Om gue dokter nah lo bisa tuh pinjem jasnya. Entar gue bilangin deh ke Om gue" ucap Noel sesantai mungkin. Sedangkan Kent saat ini tengah menahan tawanya mendengar ucapan Noel tentang profesi Om Redi.
Adit semakin menatap Noel dengan tajam tanda bahwa ia tidak terima atau lebih tepatnya ia sangat-sangat tidak setuju dengan usul Noel.
"Ogah! Om lo kan dokter RSJ dan lo tau sendirikan badan Om lo kayak apa? Lo gila suruh gue pake jas dokter Om lo? Yang ada entar gue kek anak kecil yang tengelem gara-gara pake kolor bapaknya. Bego!"
Ucap Adit kesal membuat Kent kini tertawa terbahak dan tanpa sengaja minumannya yang baru saja ia masukan kemulut menyembur tepat kewajah Adit.
Noel yang melihatpun tak kalah hebohnya dengan Kent ia juga kini tertawa kencang sambil memengangi perutnya.
"Muka gue Kentnatannn!!" Adit berteriak histeris layaknya seorang cewek yang tengah marah kepada pacarnya sambil membersihkan bekas semburan air teh yang Kent arahkan tepat diwajahnya. Membuat ia semakin kesal.
"Hahaha astaga gila gila lo Dit, sakit perut gue nih" ucap Noel masih dengan tawanya.
"Om gue sekarang udah kurusan kok Dit, ya katanya sih kemarin baru turun 1 ons, dan badannya juga udah udah wangi dia udah rutin pake deodorant satu botol sehari" tambah Noel yang lagi-lagi membuat Kent tertawa.
Ya memang Om nya Noel Bisa dibilang memiliki badan yang cukup berisi bahkan sangat, tubuh tinggi dan satu lagi yang membuat Adit sangat menolak adalah karena bau badan Om Redi yang kelewatan.
Kent terus tertawa sampai tanpa sadar ada salah satu gadis yang melihat kearah mereka dengan tatapan heran. Ternyata disekolahnya yang baru ada juga siswanya yang tidak mempunyai rasa malu. Karena memang sedari tadi semua anak-anak yang berada dikantin menatap kearah mereka.
Gadis itu mengurungkan niatnya untuk membeli makanan, ia lalu berbalik lagi keluar kantin dan melewati meja yang ditempati Kent yang masih setia tertawa dengan memukul-mukul meja.
Sampai tanpa sengaja tepat saat gadis itu lewat tiba-tiba...
Puukk
Gadis itu melihat kearah bajunya yang kini basah, ia dengan cepat melihat kearah orang yang baru saja membuat bajunya basah dengan menatapnya tajam.
• • •
Hai salam kenal dari Kentnatan!!!
A/N: Hai guys! Karena tiba-tiba dapet ide buat nulis cerita ini jadi gue update deh. Ya semoga sih suka ya sama awal ceritanya yang absurdnya nauzubillah,,, hehe.
YOU ARE READING
The Playboy
Teen FictionKentnatan Andreas, cowok playboy pentolan sekolah. Dia bisa dengan mudahnya memikat para gadis disekolahnya dengan tampang yang sempurna namun bertingkah layaknya seorang badboy. Hingga akhirnya ia bertemu seorang anak baru disekolahnya bernama Vera...
