"KAK DAV! WAITTT!!" Teriak Simphony beralari dari dalam rumah menghentikan Dava yang ingin membuka pintu mobil untuk adik pertamanya, Enjely
"Paan?"tanya Dava datar menatap malas Simphony yang ngos ngosan didepannya
"Berangkat bareng ya" ujar Simphony tersenyum lebar.
Mendengar tuturan Simphony, Dava mendelik tak suka pada gadis cantik itu
"Berangkat sendiri" balas Dava dingin sembari membukakan pintu untuk Enjely
"Kak Dava gak boleh gitu. Nyny masuk sa--"
"Enjely masuk! Atau kamu mau naik bis saja!" Potong Dava menatap tajam Enjely yang ingin membela Simphony. Enjely tertunduk. Iapun menuruti perintah Dava karena Dava sangat menyeramkan jika sedang marah.
Setelah Enjely masuk, Dava berniat melangkah menuju tempat duduk pengemudi, tetapi tangan mungil Simphony menahan lengannya kekarnya membuat langkah Dava terhenti
"Lepas" perintah Dava dingin
"Kak Dava"lirih Simphony menatap kakak nya sendu. Tetapi tidak memudarkan senyum manis yang tertoreh dibibirnya
"LEPAS!" bentak Dava lagi menarik kasar lengannya yang digenggam Simphony
Melihat respon Dava, mata Simphony berkaca kaca,sungguh rasanya ia ingin menanggis.
"Apa salah gue kak Dava?" Tanya Simphony lirih
Dava tersenyum miring mendengar pertanyaan Simphony. Ia melangkah maju mendekati Simphony dan berbisik tepat ditelinga kanan gadis itu.
"Kamu masih bertanya apa salahmu my little sister? Ouhhh kamu benar benar tidak peka?" Bisik Dava sinis. Setelah itu ia menjauhkan tubuhnya dari adik bungsunya itu.
"Lo pembunuh! Dan gue gak mau deket deket dengan pembunuh!Puas?" Sambungnya dingin lalu meninggalkan Simphony yang mematung dengan air mata yang menganak sungai dikedua pipinya.
"Gue bukan pembunuh"
~
~
~
"Ny..."
"Via..."
"SIMPHONY!"
Simphony tersentak kaget mendengar teriakan tepat digendang telinganya. Ia menoleh lalu menatap tajam sang pelaku.
"Apaan Lo Ry? Mau buat gue budek?" Ketus Simphony
Fairy Angelina Prasetyo, pelaku dari teriakan tersebut membalas tatapan Simphony dengan tak kalah tajamnya
"Iya! Emang kenapa?" Tantang Fairy bersidekap dada
Simphony mengehela nafas lalu membuang wajahnya tak berniat membalas ucapan Fairy. Melihat tingkah Simphony, Fairy mengerut alis bingung.
"Lo kenapa?" Tanya Fairy khawatir
"Gak apa apa" balas Simphony tersenyum sekilas
Fairy menghela nafas. Firasatnya mengatakan satu. Pasti ini ada sangkut pautnya dengan Dava dan Enjely.
"Dava sama nenek lampir itu ngapain lo lagi?" Tanya Fairy menatap serius Simphony
Simphony tertegun mendengar penuturan sahabat kecilnya itu. Tetapi dengan cepat ia memasang cengiran khasnya untuk mengatakan bahwa ia baik baik saja
"Apaan sih! Mereka gak ngapa ngapain gue. Lo nya aja yang sotoy" balas Simphony tersenyum garing
Seketika senyum Simphony memudar melihat ekspresi datar Fairy yang tengah menatapnya.
YOU ARE READING
SIMPHONY
Teen FictionTolong! Jangan datang jika hanya ingin memberi luka! Tanpa kau datangpun, hidupku memang sudah penuh luka. So please, jangan menambahkan. -SOW- Karena simphony tak selalu indah #25Juli2016
