Chapter1

85 4 2
                                        

Disebuah kamar berdominasi aqua itu terlihat seorang gadis yang masih setia dengan selimut tebalnya. Selimut yang menutupi sampai dadanya ditariknya hingga menutupi seluruh badannya ketika cahaya mentari menyeruak masuk dari celah ventilasi jendela kamar itu.

"Non, non, bagun. Sudah setengah tujuh!" Ujar wanita paruh baya mengguncang pelan bahu gadis itu. Bukannya menjawab atau bangkit, gadis itu malah menutup kepalanya dengan bantal spongebob miliknya

"Non..." sambung wanita itu masih dengan mengguncang bahu gadis itu. Tapi apalah daya, gadis itu tetap tidak peduli. Ia lebih memilih berjelajah didunia mimpinya

Karena tidak mendapat balasan apapun dari gadis itu, langsung saja wanita itu berjalan kearah jendela dan menyibak tirai jendela membuat cahaya matahari seratus persen memasuki ruangan berdominasi aqua itu. Setelah menyibak tirai, wanita itu melangkah kearah tempat tidur king size yang berisikan seorang gadis terlelap disana dan langsung menarik bantal dan selimut yang menutupi tubuh gadis itu. Gadis itu terbangun lalu bangun dari posisi tiduran menatap wanita itu kesal. Sedangkan yang ditatap hanya menundukkan kepalanya tanda ia menyesal

"Apaan sih Bu Darmi? Baru jam setengah tujuh" cibir gadis itu mengerutkan lucu bibir merahnya

"M maaf non. Nyonya besar yang menyuruhnya" balas wanita yang dipanggil Bu Darmi itu sembari menautkan jari jarinya pertanda ia menyesal.

Sedangkan gadis itu memutar mata malas mendengar tuturan Bu Darmi. Dengan kesal yang teramat sangat, ia melangkah menuju pintu kamar mandi yang berada didalam kamarnya dan menutup kasar pintu itu sehingga menimbulkan bunyi dentuman yang keras, dan itu tambah membuat hati Bu Darmi digeluti oleh rasa bersalah.

Perlahan, Bu Darmi melangkah mendekati pintu itu. Dengan sedikit berteriak ia mengucapkan beberapa kalimat yang ia yakin pasti membuat mood nonanya itu tambah buruk.

"Non, jika sudah siap mandi turun kebawah ya, sarapan bareng nyonya dan tuan"

Setelah mengucapkan beberapa kalimat itu, Bi Darmi langsung pergi keluar kamar itu.

Sedangkan dibalik pintu kamar mandi, gadis itu mengutuk pelan dengan amarah yang mengebu ngebu.

"Arggghh...sialan! Inikan weekend kenapa harus bangun sepagi ini" kesalnya sambil menghentak kasar kakinya dilantai.

Karena lantai toilet licin, ketika gadis itu menghentakkan kakinya ia langsung terpeleset dengan hidung yang mendarat duluan dilantai.

"Aww...apes gue ni hari" rintih gadis itu mengelus hidung mancungnya yang memerah.

~
~
~

Simphony POV

Gue menuruni tangga dengan cepat. Tak lupa senyum lebar tertoreh dibibir gue.

Hmmm btw gue belum memperkenalkan diri ya?

Oke oke. Perkenalkan nama gue Simphony Oktavia W. Teman teman sekolah biasa memanggil gue Nyny. Gue duduk dikelas 12 SMA 70 Jakarta dan hidup dengan keluarga yang lengkap.

Papa gue namanya Aris Wijaya, mama angkat gue namanya Jesy Angelina. Ya gue tinggal dengan ibu tiri karena ibu kandung gue udah meninggal saat gue kelas 1 SD. Oke, stop! Jangan ingatkan gue tentang itu!

Gue juga mempunyai seorang kakak laki laki kandung Dava Frans Wijaya namanya dan juga saudari tiri gue yang hanya berjarak 4 bulan lebih tua dari gue namanya Enjely Wijaya.

"Pagi pa,ma,Jely,kak Dav!" Sapa gue ceria lalu mengambil tempat didepan Kak Dava

"Kamu itu seorang gadis! Kenapa bangunnya lama sekali? Contoh Enjely, bangun pagi pagi terus bantuin mama! Dasar tidak berguna" tunding papa tiba tiba.

SIMPHONYStories to obsess over. Discover now