-1-

37 2 7
                                        

Musim Panas 2008

"Noona!" Aku melihat sosoknya yang sangat mudah dikenali. Berjalan seorang diri menuju ke arah rumah kami.

"Oh! Jongin-ah. Wae?"

Sedikit terburu-buru Aku menyamakan langkahnya yang sudah jauh di hadapanku.

Aku dan wanita di sebelahku ini, kami bertetangga semenjak kecil. Rumahnya hanya berjarak dua rumah dari rumahku. Dia memang wanita yang lebih tua dariku. Tapi Aku sudah jatuh cinta padanya sejak pertama bertemu. Jatuh cinta pada sosoknya yang berambut panjang dan sangat girly.

"Kau baru pulang?" Tanyaku saat berhasil menyamakan langkahku dengannya.

"Um. Banyak tugas kampus yang harus ku selesaikan." Gadis di hadapanku ini menyelipkan anak rambutnya ke balik telinga.

Manis!

"Benar juga, Kau sudah menjadi mahasiswi. Pasti sering mendapatkan tugas ini itu."

Ia hanya membalas ucapanku dengan senyumannya yang seperti bisa. Selalu membuat kupu-kupu di perutku berterbangan tak tentu arah.

"Kau sendiri? Kenapa jam segini masih di luar?"

"Aku? Ah... Aku baru saja mengikuti sebuah audisi."

"Audisi?"

"Um! Sebuah perusahaan entertainment besar di Seoul sedang membuka audisi. Kupikir Aku cukup memiliki bakat. Jadi Aku coba saja."

"Jinjja?? Huaaaaah... Urrie Jongin akan menjadi bintang besar!"

"Aku baru audisi, Noona. Dinyatakan diterima saja belum..."

"Aku yakin Kau akan diterima! Percaya padaku, Jongin-ah... Kau akan menjadi bintang yang hebat!"

"Arrasso. Hahahahaha..."

@                 @               @

Dari kejauhan Aku dapat melihat wajah cemasnya. Menantiku mendekatinya dengan tidak sabar. Menggerak-gerakkan kakinya tanda sebal.

Aku mendekatinya. Menatapnya dari sedekat ini sungguh membuat jantungku berdegup dengan kencang.

"Bagaimana?" Mata besarnya menunjukkan rasa penasaran.

Aku tak langsung menjawabnya. Mengangkat kedua bahuku tanpa mengucapkan apa-apa.

"Ya! Katakan dengan jelas! Bagaimana hasil audisinya tadi!" Kali ini sebuah pukulan mendarat di lenganku.

Kuat juga tenaganya.

"Aku berhasil!"

"Mwo?!"

"Aku berhasil lolos audisi!"

"Jinjja??!"

Kuanggukkan kepalaku sambil tersenyum melihatnya.

"Jinjja???"

Sekali lagi sebuah senyuman menjawab pertanyaannya.

"Aaaaaa... Kim Jongin, Jjang!!!! Kau hebat! Kau akan menjadi bintang hebat suatu saat nanti!" Gadis di hadapanku ini loncat kegirangan. Menggerakkan tubuhku dengan semangat. Berteriak seolah tak ada orang lain di sekitar kami.

"Sudah hentikan! Kau hampir membuatku malu."

"Peduli apa?! Aku sangat senang mendengar berita ini! Kyaaaaa!!"

"Keundae... Aku malah merasa sebaliknya..."

Loncatannya berhenti saat Aku membisikkan kalimat itu. Pergerakannya seolah dibekukan oleh kalimatku begitu saja.

"Apa maksudmu?"

Aku menghela nafasku. Mencari jemarinya yang masih mencengkeram lengan jaketku dengan kuat. Kulepaskan cengkramannya dan kuselipkan jemariku di sela-sela jemarinya.

"Karna saat aku diterima sebagai trainee, Aku harus total menjalani semua masa traineeku. Pergi ke Seoul dan terus berlatih selama hampir lima belas jam...."

Lee Min Kyung. Gadis itu menatapku dengan mata bulatnya yang nampak kebingungan.

"Menghabiskan hampir seluruh waktuku untuk berlatih dan berlatih. Akan sangat susah berinteraksi dengan orang luar bahkan orang tuaku sendiri..."

Kutatap matanya. Berharap ia mengerti kemana arah pembicaraan kami sebenarnya.

"Jika Aku sudah menjadi trainee, itu tandanya Aku akan disibukkan dengan kegiatan latihan dan belajar. Aku tidak punya banyak waktu, bahkan untuk bertemu denganmu dan menggenggam tangannu seperti ini..."

"Jongin..."

"Aku mencintaimu, Noona. Sangat mencintaimu. Apa kau tahu?"

@                    @                  @

From : Min Kyung Noona
Apa yang sedang kau lakukan?

To : Min Kyung Noona
Aku baru saja menyelesaikan kelas akting. Kau sendiri?

From : Min Kyung Noona
Tak ada. Baru saja menyelesaikan tugas yang harus dikumpulkan besok. Ah~ Aku merindukanmu... >.<

Aku tersenyum membaca pesannya. Sungguh sebuah tambahan energi yang tak akan bisa digantikan oleh apapun.

To : Min Kyung Noona
Nado. Bogoshiposeo. Keundae, Aku harus kembali masuk kelas. Saranghae

@                  @                  @

Musim Dingin 2009

"Jongin!"

Seketika Aku melihat ke arah dimana suara yang sangat kurindukan itu memanggil. Melihatnya berlari kecil dari kejauhan. Mengenakan sweater merah bata, rok pendek dan stoking hitam. Sepatu boot hingga lutut.

"Kau gila?"

"Ya! Kita baru saja bertemu Kau sudah mengatakan Aku gila? Kau ingin mati?"

"Kenapa harus mengenakan rok sependek itu! Tidak sadarkah Kau ini sedang musim dingin? Kau bisa masuk angin kalau kengenakan itu seharian!"

"Aku sudah seharian menentukan pakaian apa yang harus ku kenakan untuk bertemu denganmu hari ini. Bukannya memuji, Kau malah mengatakan Aku gila! Napeun!"

"Jadi itu alasan Kau terlambat?"

Gadis di hadapanku berdecak sebal. Tidak menjawab pertanyaanku, malah membuang wajahnya.

Aku tersenyum melihat tingkah sebalnya. Sungguh menggemaskan.

"Baiklah. Lupakan. Kau sangat cantik! Aku merindukanmu!"

Seutas senyuman muncul dibalik muram wajahnya. Menatapku dengan tatapan bahagia dan memelukku dengan tubuh kecilnya.

"Aku juga sangat merindukanmu..." Ujarnya menenggelamkan wajahnya pada dadaku. Membuat dadaku menimbulkan suara detakan yang sangat cepat dan kencang.

@                    @                  @

Author's Note :

Taraaaaaaa....
Halo semuanya...
Pendatang baru di sini...
Baru kalo ini publish lewat Wattpad... duku pernah publish tapi di forum2 ajaaaa...

Maaf typo bertebaran..

Ini pertama kalinya publish story about EXO...
Semoga suka...
ini part 1 nya...
penasaran? gimana kelanjutannya?
cerita ini In Syaa Allah bakalan aku publish seminggu sekali... semoga bisa komit!! 😁

Ditunggu komen, like, kritik dan sarannya...
semoga cerita ini tidak mengecewakan... terima kasih....

PHOTOGRAPHWhere stories live. Discover now