Azela Dwiputri, gadis 17 tahun seorang ketua cheer yang tenar di SMA-nya. Tapi sekarang terbaring lemah di rumah sakit. Dengan kondisi kritis, dengan sabar dan telaten mamanya, Bu Lala setia menunggu
Tiba-tiba jari mungil Azela bergerak perlahan. Tanpa harus menunggu, Bu Lala segera membunyikan bel untuk memanggil suster dan dokter. Dokter dan suster pun datang tergesa-gesa sambil memeriksa keadaan Azela.
'A..aku dimana? Dimana papa? Mama? Dan kaka? Kenapa aku gabisa ngerasain kaki aku!' tanya Azela risih.
Tanpa disadari Bu Lala meneteskan di pipinya yang tirus.
'Mama? Kenapa nangis?' tanya Azela lagi.
'Hmm.. Suster jaga dulu pasien bentar. Dan Bu Lala mari ikut saya ke ruangan. Ada hal penting yang saya ingin bicarakan.' sela dokter.
Masih dengan tetesan air mata Bu Lala membututi sang dokter.
'A..ada apa dok dengan anak saya?' tanya Bu Lala terbata-bata.
'Hm.. Begini bu. Adella mengalami lumpuh sementara pada kakinya, dan..' jelas dokter yang dipotong Bu Lala.
'Apa maksud anda? Sementara itu sampai kapan? Bagaimana ia sekolah? Dan kegiatan lainnya?'
'Yaa.. Kondisinya sudah membaik kecuali kakinya. Mungkin Azela bisa pulang besok.'
'Jawab pertanyaan saya dok. Saya sudah mahal membayar kamar VIP untuk kedua anak saya. Anak pertama saya juga masih koma.'
'Ya biasanya bulanan bahkan tahunan bu. Dan mungkin permanen. Ibu harus sabar.'
Bu lala pun kembali ke ruangan Azela.
'Ma' panggil Azela risih.
'Iya nak?' jawab Bu Lala.
'Aku kenapa? Emang apa yang terjadi? Kaka mana?'
'Kamu istirahat ya nak. Nanti akan mama ceritain, sekarang kamu istirahat dulu sampai membaik.'
'Mah'
'Apa nak?'
'Kaki aku kenapa? Aku ga ngerasain kaki aku.'
'Nanti mama ceritain nak.'
'Sekarang maa. Plis'
'Kamu lumpuh sementara sayang.'
'Hah? Aku gabisa jalan? Cheer aku gimana?'
Hanya tangisan yang menemani Azela sekarang. Semalaman ia tidak bisa tidur. Bu Lala sudah tidur lelap daam mimpinya, dan Azela tidak tega bila membangunkan mamanya. Ia pun mencabut hpnya yang dicas di sebelah ranjangnya.
Notification dari berbagai sosial media menghiasi hp Azela. Semua bertuliskan 'pray for Azela'.
'Aku tidak suka seperti ini, aku tidak suka dikasihani. Diperhatikan lebih, apa mereka akan seperti dulu setelah melihat keadaanku? Apa aku mati saja?' gumam Azela dalam hati.
-----------------------------------------------------------
Halo para readers
Jan lupa voment ya
Back?
Ada yang gangerti?
Krisar?
Comment aja ya
Makasi💗
YOU ARE READING
Azela
Teen FictionPengalaman itu Membuat keluarga, teman, dan ketenaranku hilang sekejap. Belum lagi setengah dari tubuh ini. Aku belum siap sekolah, bahkan tidak sama sekali. Tapi jika tidak sekolah? Apa yang terjadi di masa mendatang? Bagaimana caranya agar aku ban...
