Dentuman musik terdengar meriah di dalam sebuah club di ibukota pada malam hari. Cuaca gerimis di luar seakan tidak mempengaruhi suasana di dalam yang terasa panas dan bergairah.
Puluhan orang berdansa mengikuti alunan musik yang dimainkan oleh DJ ternama, sedangkan yang lainnya lebih memilih mengamati dari jauh sambil menikmati hidangan minuman yang tersedia.
Termasuk sekumpulan pria yang berada di meja VIP di sudut club. Terdiri dari keturunan Adam berwajah tampan, mengenakan outfit dan aksesoris brand terkenal yang sukses membuat banyak pasang mata, khususnya wanita, menatap mereka seakan ingin menerkam.
"We are here not for nothing! Do you guys know what are we up to here?" pria berwajah tampan dan bertubuh tinggi, Park Chanyeol, membuka percakapan mengenai alasan yang membuat mereka berenam berkumpul pada malam ini.
"We are here to celebrate one of the big moment in our friend's life!" sambung pria dengan wajah tampan namun terkesan angkuh, Oh Sehun, sambil mengangkat gelas bir miliknya.
"One and only Kim Jongin!" ujar Byun Baekhyun, pria dengan wajah imut yang turut mengangkat gelasnya ke udara.
"He will start his new life as a wedded man in less than 24 hours! Let's all stand up and cheers for this lucky guy here!" Chanyeol berdiri sambil mengangkat gelas minumannya.
"Cheers!"
In one big shot, Jongin meminum isi gelasnya. Lelaki tersebut kemudian menyeka mulutnya menggunakan punggung tangan sebelum kembali duduk. Matanya memandangi lautan manusja yang saling bersentuhan di bawah buaian musik yang mengalun.
Malam ini teman-teman akrabnya sepakat mengadakan Bachelor Party untuk melepas masa lajang Jongin yang sebentar lagi akan berakhir.
"Gue nggak nyangka. Dari kita berenam, lo duluan yang bakal nikah," Suho, salah satu temannya, menepuk pundak Jongin.
"Gue juga. I've always thought I'm gonna marry first. If we looked back to you guys track record though. Selalu gonta ganti cewek sebulan sekali," ujar Kyungsoo yang duduk di sebelah Jongin.
Jongin hanya tersenyum sambil memainkan gelas yang ada di tangannya, "Let's just say I'm a lucky bastard."
"Fuckin' lucky bastard if we looked at his soon to be wife. The most perfect woman I've ever met," Sehun masuk ke dalam pembicaraan.
"Get marry then. You will enjoy it for sure," ujar Jongin.
Sehun tersenyum kecil,"I think I will only enjoy the bed part. Not sure about the others."
Mendengar perkataan Sehun, Baekhyun langsung menonjok lengan pemuda itu.
"Nggak usah nikah lo sekalian. Nggak ada faedahnya."
Sehun melotot kaget sambil menoleh ke arah Baekhyun.
"Dude, are you sure you are Baekhyun whom I know? Baekhyun yang gue kenal nggak akan ngomong soal faedah."
Chanyeol tertawa sambil menunjuk Baekhyun.
"Dia ini udah tobat sekarang, guys. Selama ini gue ngira dia yang melet si Taeyeon, taunya kebalik kayaknya. Taeyeon yang melet dia sampe bisa cinta mati gitu sama tuh cewek."
"Sialan lo." Baekhyun menusuk Chanyeol dengan tatapannya.
"Gini ya. Sebandel-bandelnya cowok sekalipun bakalan berhenti di satu cewek ketika dia udah nemuin yang tepat buat dirinya. And for me, it's Taeyeon."
Kelima temannya hanya diam sambil mengangguk penuh arti.
"So, does it mean you will marry her?" tanya Kyungsoo.
YOU ARE READING
You and Me {kaistal collections}
FanfictionAll About Kai and Krystal { one-shot, two-shot, ficlet, drabble, etc } *contains mature and strong languages
