Bab 1. Wanita Pemilik Rambut Coklat

15.1K 516 37

PERHATIAN!! Pastikan sound menyala dengan baik.

****

Menikahnya Dimitri membuat rumah Sandra benar-benar kosong. Jika setiap hari ada Dimitri yang akan berkunjung ke rumahnya, maka ia harus berbesar hati karena anak bungsunya itu hanya mengunjunginya seminggu sekali. Dengan kondisi Alea yang tengah hamil lima bulan membuat Sandra maklum. Maka dari itu Sandra meminta Damar dan Katrina membawa seluruh barang-barang keperluan mereka dari apartemen ke rumah Sandra. Membuat rumah Sandra kembali ramai.

"Damar, kamu sudah ngunjungin adik kamu sama Alea belum?" tanya Sandra sambil mengoleskan selai pada roti yang ia pegang.

"Belum," jawab Damar pendek lalu meminum kopinya perlahan.

"Kok belum sih. Nggak baik lho. Ini udah bulan ke lima adik kamu nikah."

"Besok-besok aja ma. Damar masih sibuk banget di kantor. Ngurus Katrina juga. Kan habis ini mau naik kelas satu ya sayang?" ucap Damar sambil mengelus rambut anak semata wayangnya itu.

"Iya Nek. Habis ini Katrina kelas satu. Yeeeaah..... Katrina udah gede ya nek. Hihihi..."

Sandra menatap sayang pada cucunya ini. Lalu beralih menatap Damar yang tampak sayang sekali pada Katrina.

"Ayo sayang makannya dihabisin terus papa temenin belajar ya. Biar pintar," kata Damar

Katrina mengangguk dan meneruskan makannya dengan sangat lahap.

"Mmm.. Damar mau ngomong sesuatu. Mama sama papa tahu kan kalau ada lahan kosong di samping perusahaan kita yang ada di Surabaya. Daripada tanah itu terbengkalai, lebih baik tanah itu di bangun gedung lagi. Mumpung bisnis sekarang lagi tinggi-tingginya."

"Bagus itu. Papa juga dari dulu mau gunain tanah itu. Tapi batal-batal terus," ucap Hasan antusias. Damar terlihat sangat lega di buatnya.

"Karena pembangunan itu butuh waktu yang sangat lama dan nggak bisa begitu saja lepas tangan pada bawahan. Jadi sekitar dua atau tiga minggu lagi aku harus pergi ke Surabaya."

"Dan kamu mau ngajak cucu kesayangan mama juga?" tanya Sandra. Damar mengangguk. "Nggak boleh pokoknya. Mama nggak setuju. Lagian buat apa sih kamu ikutan kesana. Kan karyawan kamu banyak yang bisa di percaya. Apa kamu itu nggak capek urus bisnis. Ini udah lebih dari cukup Damar."

"Selagi Damar masih kuat. Damar akan lakuin apapun buat masa depan Katrina nanti. Aku nggak mau Katrina susah kedepannya."

"Papa, Katrina sudah selesai makannya," ucap Katrina memeotong pembicaraan anak dan ibu itu.

"Udah ayok cuci tangan terus belajar."

"Nenek-Kakek, Katrina belajar dulu ya sama papa." Katrina berjalan menuju ke arah Sandra dan Hasan. Memeluk mereka satu per satu.

"Iya sayang. Nanti kalau sudah selesai belajarnya langsung tidur ya," ucap Sandra.

"Iya nek." Katrina kemudian berlari menuju kamarnya sendiri yang terletak di lantai satu.

"Damar nanti kesini lagi y anak habis Katrina tidur. Mama mau ngomong sesuatu sama kamu," ucap Sandra pada Damar yang terus saja berjalan tanpa menyahut itu. Sandra hanya menghela napasnya pelan.

****

"Kamu udah ngerancanain masa depan Katrina. Tapi gimana sama masa depan kamu sendiri sayang?" Jauh dalam lubuk hati Sandra. Ia sedih melihat Damar dengan aktivitasnya yang tak ada bedanya dengan hari sebelumnya. Bekerja, mengurus Katrina.

"Masa depan aku itu buat Katrina ma."

"Sayang kamu tahu kan maksud mama itu apa. Adik kamu udah nikah. Mau punya anak lagi. Kamu apa nggak mau nikah lagi, kasih mama buat Katrina, terus punya anak lagi?" ujar Sandra panjang lebar.

Fall In Love Once AgainBaca cerita ini secara GRATIS!