SYSTEM_ACTIVATE... START_PROCESSING... COMPLETE.
"Nah, sekarang bukalah matamu,"
COMMAND_RECEIVED. PROCESSING...
"Selamat pagi,"
"Selamat pagi."
"Apakah kamu mengenalku?"
"Dimengerti. Anda adalah profesor penciptaku."
"Apakah semua sistem berjalan dengan baik?"
"Dimengerti. Semua sistem berjalan dengan baik."
"Baiklah. Sekarang, namamu adalah..."
===========================
Kokoro Kiseki
(The Miracle of Heart)
======
Kokoro Kiseki © Jun P
Story © Aestas Heliantha
----------
Enjoy the feels
===========================
Kota itu sudah lama ditinggalkan. Seratus tahun? Seribu tahun? Entahlah. Namun kota itu kini hanya berwujud puing-puing akibat waktu. Tumbuhan liar dan lumut tumbuh subur di atas tumpukan beton yang dulunya mungkin sebuah gedung pencakar langit. Kota itu kini menjelma menjadi kota mati, sisa peradaban manusia terakhir yang telah lama hancur dan terlupakan.
Rin Kagamine, sang robot keajaiban tengah berdiri di depan sebuah bangunan yang sebagian telah tertutup tanaman liar dan bunga aster. Rambutnya yang terdiri dari serat-serat karbon tipis berwarna keemasan menari bersama angin, membuatnya benar-benar serupa gadis manusia yang manis ditambah dengan aksesoris pita putih yang diikat menyerupai telinga kelinci. Busananya yang bernuansa hitam-kuning-putih itu sudah kusam dan sedikit robek akibat dimakan waktu, namun itu sama sekali tidak mengurangi kemanisannya.
SYSTEM_ACTIVATE... SING_#3_SONG
Ia mulai bernyanyi. Menyanyikan sebuah lagu yang merupakan favorit profesornya dahulu. Suaranya jernih dan merdu walaupun bernada tinggi, memecah kesunyian kota mati itu. Langit biru secerah mata hologram-nya yang menjadi pendengar berikut dengan awan-awan tipis, puing-puing kota yang telah hancur beserta tanaman liar yang menjadi penduduknya.
Namun terasa sesuatu yang hilang. Meskipun nadanya sudah cocok dengan dinamika yang sempurna dan suara yang indah, namun lagu itu terasa begitu... datar. Lagu itu kehilangan sesuatu yang sangat penting namun tidak pernah dapat Rin mengerti.
Perasaan. Hati.
"Aku ingin tahu apa yang dikerjakan profesor hingga akhir hayatnya,"
Rin berbisik kepada dirinya sendiri. Angin menerbangkan kelopak bunga aster keemasan, bunga favorit sang profesor penciptanya.
'Bunga ini seperti dirimu, Rin. Sederhana namun cantik, dengan warna kuning keemasan yang melambangkan kebahagiaan dan keceriaan...'
Kebahagiaan. Keceriaan. Kemarahan. Kesedihan. Profesor selalu mengucapkan kata-kata itu untuk menjelaskan apa itu perasaan, namun Rin tidak pernah mengerti maknanya. Ia tidak mengerti dengan senyum cerah yang selalu terpatri di wajah sang profesor ketika menyapanya. Ia juga tidak mengerti dengan setetes air yang meninggalkan jalur di kedua pipi sang profesor ketika Rin tanpa sengaja memergokinya.
UNIDENTIFICATED_COMMAND. ERROR.
"Apa itu... hati?"
----------------------
ESTÁS LEYENDO
Kokoro Kiseki
FanfictionHati, suatu keajaiban yang membuat kehidupan ini menjadi lebih 'hidup'. Sebuah program yang sangat berharga bagi sebuah robot keajaiban, walau nyawa menjadi taruhannya.
