Clarissa Winter
*bruk*
Ia pergi ninggalin gue dengan buku berantakan gue. Tanpa mengucapkan apapun. Setelah membereskan semua buku gue, gue berjalan melewati lorong untuk menuju ke kelas dengan tergesa gesa.
"Mrs. Winter, dari mana saja?"
"Um maaf pak tadi seseorang menabrak saya..."
"Ini kali pertamamu telat masuk kelas saya, jadi masih saya maafkan. Silahkan duduk di bangkumu"
Guepun hanya mengangguk lalu berjalan dan duduk dikursi gue.
Cowok sialan
Kelas akhirnya selesai, semua siswa segera berhamburan keluar untuk makan siang dikantin.
"Hahaha you know what I hit the nerdy this morning and her books were..." Cowok berambut ungu metalik itu tertawa menceritakan kejadian yang ia alami tadi pagi.
Cowok rambut gulali sialan
Gue yang kebetulan sedang memegang minuman ringan yang baru saja gue beli dikantin segera menghampiri cowok itu dan menubrukan badan gue.
Dengan sengaja.
"Oops sorry" gue berkata sekenanya lalu berjalan meninggalkan cowok itu.
"Argh sialan!" Cowok itu menggerutu.
Gue hanya berjalan santai melewati cowok sialan itu dan teman-temannya yang sekarang bengong ngeliatin gue.
The nerdy. Nama panggilan yang disematkan oleh orang-orang laknat di sekolah ini. Bahkan gue gak tampil nerdy. Gue cuma selalu datang tepat waktu ke sekolah dan tidak pernah melewatkan tugas yang diberikan oleh pengajar.
Does it count as nerdy?
Kecuali hari ini. Karena ulah cowok sialan tadi gue masuk kelas terlambat.
"Hey, ngelamun terus lo" seseorang menepuk punggung gue pelan.
Gue hanya tersenyum dan mengisaratkan ia untuk duduk dikursi depan gue.
"Berita lo dimana-mana men"
"Serius lo?" Mata gue melebar sambil terus menyeruput lemon tea yang baru gue beli.
"Lo greget banget lagian ngegituin si rambut gulali"
"Ye lagian dianya nyebelin, Robe. Gara-gara dia gue telat masuk kelas"
Iapun tertawa. Deretan gigi rapi dan lip piercing sangat matching dengan quiff hair miliknya.
Membuat gue semakin terpana.
Cute anjir
Pen mati
Ahelah jan gitu napa Robert
***
Hazel Autumn
"Haze, kamu besok berangkat ya ke london, terusin kuliah kamu sambil bantu-bantu ayah di kantornya" ucap mom.
"No" jawab gue sekenanya sambil terus memainkan handphone.
"Come on, haze, kamu bukan anak kecil lagikan?"
Ngh mom. Kenapa si maksa gue mulu buat sekolah di London? Gue gamau! Gue pengen disini, di California sama Gordon, pacar gue.
"Mom aku kan bisa kuliah disini, gakalah bagus sama universitas di London kok!"
"Ikutin kata mom atau kamu ga akan mom kasih jajan"
ANJIR GA ADA JAJAN
BIG NO NO
"Yaudah iya iya"
Mom hanya tersenyum lalu pergi ninggalin kamar gue yang berantakan kaya kapal pecah.
Duh harus bilang apa sama Gordy
Kita kan udah janji bakal terus bersama
Gordy maafkan kekasihmu ini
Eak
Ngh
***
HALOOOO!
BUKU KEDUA NIH DI WATTPAD
semoga feedback nya bagus ya soalnya buku pertama ya gitu deh makanya gue hapus hiks :')
oiya
VOTE AND COMMENT YHA KK
kalo bisa sih promotein juga ke temen2 lo yg punya wattpad bhak
yawda kebanyakan ngomong ya?
bomatz hoho
well
ENJOY THE STORY GUYS
big love,
shefa horan x
loool
eh niall udah taken
nyesek bet jing
ngh
KAMU SEDANG MEMBACA
Stones
Fiksi RemajaKami berada diruang persegi yang cukup luas dengan dominasi warna putih. Ya, tidak ada warna lain yang ada hanya proyektor di tengah langit langit ruangan yang sedang memancarkan hologram manusia berusia sekitar 70 tahun. "Now you're here, I'll giv...
