Prolog

83 5 4
                                        

Tap tap tap...

Aku berjalan di koridor sekolah dengan menggembok tas ranselku.

Urghh, dimana kelas A-3 !?

Oh, ada seseorang di ujung koridor. Fuh, syukurlah aku bisa bertanya kepada seseorang.

Sepertinya dia adalah Janitor.

Aku melihatnya sedang mengepel lantai.

"Eum, permisi Pak. Apaka kau bisa memberi tahu dimana kelas A-3?" Ucapku gugup.

"Tidak bisa." Ucapnya dingin.

Aku memasang tampang terkejut.

Apa apaan dia!?

"Haha bercanda. Kau tinggal belok kanan dari lorong ini lalu lurus. Kelas A-3 ada di paling pojok." Ucapnya.

Aku menunjukkan wajah masam ku.

"Oke terimakasih Pak-" Aku melihat name tag nya.

"Terimakasih Pak Andy."

What a familiar name? Sepertinya aku mengenal nama itu.

"Your welcome. What is your name?"

"Kira. Kira Kosarin."

Well, i think he is a nice guy.

"Btw aku pikir kau akan populer."

"Kenapa kau bisa tahu?" Tanyaku.

"Yeah, i think you are so pretty."

"Well, thank you."

See? Bad guy dont say that!
Aku tahu dia adalah orang baik. Entahlah, aku seperti mengetauhi orang yang baik atau sok baik.

Aku segera menuju kelas A-3 setelah say goodbye kepada Mr Andy.

___________________________________

Fuh, ini dia.

Aku sudah berada di depan kelas A-3.

Aku benar benar nervous.

Aku segera menutup kepalaku dengan tudung hoodie putih yang sedang ku kenakan.

Aku hanya terbiasa melakukan itu ketika berada di kelas baru.

Aku membuka pintu kelas.

Aku masuk kedalam.

Uh oh, aku menjadi pusat perhatian sekarang.

Seisi kelas melihat ku.

Aku benci menjadi pusat perhatian.

"Who are you!?" Tanya seorang gadis berambut pirang dengan nada menyebalkan.

"New student." Ucapku dingin.

"Oh! You must be Kira! Come here Kira!" Ucap guru dikelas itu.

Aku menghampirinya.

"My name is Rosa Blasi. You can call me Miss Rosa." Ucap Miss Rosa ramah.

Aku hanya tersenyum.

"So, tell us about you." Ucapnya lagi.

Aku lalu berjalan ke muka kelas.

"Eum, well my name is Kira Kosarin. You can call me Kira. I am from America. And now i am in London." Ucapku ragu ragu.

"Any question?" Tanya Miss Rosa kepada murid murid.

Seseorang menunjuk tangan.

Dia adalah si pirang yang menyebalkan tadi.

"Kenapa kau pindah kesini huh!?" Ucapnya dengan nada tidak suka.

"Parents job." Ucapku singkat.

"Other? Any question?" Ucap Miss Rosa.

Si pirang jelek tunjuk tangan lagi.

"Censy, you already ask." Ucap Miss Rosa.

Namanya Censy!? Terlalu imut untuk gadis menyebalkan!

"But i wanna ask again Miss!" Ucap Censy ngotot.

"Whatever." Ucap Miss Rosa pasrah.

Just be patient miss, just be patient.

Censy tersenyum penuh kemenangan.

"Kenapa kau tidak melepas tudung hoodie mu huh!?" Tanyanya.

Aku terdiam.

"Lepas sekarang juga!!" Teriaknya.

"Not your business!!" Ucapku.

"Huh ngotot sekali!" Geramnya.

Yang ngotot itu kau dasar cewek nyebelin!!

"Just open it!" Ucapnya lagi.

Oke, akan kubuka tudung hoodie ku.

Set..

"I already did it! So what are you gonna do!?" Ucapku kesal.

Dia diam.

Menatapku.

Seisi kelas menatapku.

Huh?

------------------------------------------------------

Heyhoo!!

Yo mauril hadiirrrr...

Sumpah gw nulis apaansi nihh...

Sorry yaa kalo ada typo(s)

So jan lupa vote(s) and comment(s) yakkkkkkk.....

Lopyu guys yang ngevomments😍

See u in da next chaps!!

Bhayyy

-mauril







You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 04, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

UNCONSCIOUSStories to obsess over. Discover now