Kedamaian disepanjang mata memandang. Cahaya bersinar terang, kegembiraan dimana mana. Migelaria, negeri yang sangat damai, pada awalnya. Aur hitam menghancurkan semua kebahagiaan itu. Migelaria terbelah dua, menjadi dua kerajaan, Arula dan Askavan.
Persaingan, perebutan kekuatan, haus kekuasaan dimana mana. Askavan dipimpin oleh King Fred, raja tamak, yang sangat keji.
Arula dipimpin King Fertus, raja yg baik hati. Namun apa daya, King Fertus sakit sakitan, kondisi tubuh dan kesehatannya sangat buruk. Ketakutan terburuknya adalah jika ia meninggal sebelum Perang dengan Askavan dimulai. Bagaimana nasib rakyatnya kelak.
Ramalan Kuno itu datang, membuat hati dan jiwa raga King Fertus tenang, 5 orang yang telah ditakdirkan untuk menjadi pelindung Migelaria pasti datang.
King Fred yang mengetahui hal itu sangat murka. Ia bersumpah akan menghancurkan 5 takdir pelindung Arula. Ia bersikeras untuk menghancurkan dan mematahkan ramalan itu.
"Aku bersumpah akan menghancurkan dan menaklukan Arula" Kata kata King Fred yang menggema diseluruh Istana Hitamnya yang megah nan menyeramkan itu.
***
Air, Api, Angin, Tanah, Cahaya.
Semua kekuatan itu menyerang King Fred. Ia tak berdaya, seluruh tenaganya terkuras habis. Seakan kematiannya sudah dekat.
Api menghanguskan kehidupannya
Air menghanyutkan kehidupannya
Tanah menimbun kehidupannya
Angin menerbangkan kehidupannya
Cahaya menyilaukan seakan ia tak akan pernah mau hidup lagi.
Kekuatan kekuatan itu adalah 5 Takdir Arula, King Fred semakin kehabisan tenaga. Ambang kematian sangat dekat dengannya. Sekali hentakan ke 5 kekuatan itu. Ia akan lenyap. Lenyap selamanya.
"Api"
"Air"
"Tanah"
"Angin"
"Cahaya" ujar ke 5 orang tersebut bersamaan.
King Fred lenyap. Seakan tak terima ia telah mati dan tiada. Ia berteriak.
***
Keringat King Fred mengucur deras di dahinya. Mimpinya akan kehancuran Askavan sangat berasa nyata. Firasat firasat kehancuran kekuasaannya terus berdatangan. Permaisurinya sekaligus Ratu dari Askavan, Ratu Ervina terkejut melihat suaminya terbangun dengan keringat banyak
"Suamiku, apa kau bermimpi buruk?"
Ia tak menjawab, King Fred beranjak dari ranjang Hitam mewahnya. Ia menemui peramal kerajaan setianya Orvoz.
"Orvoz, aku telah mendapat firasat bu..."
Belum selesai King Fred berbicara Orvos langsung berkata
"Firasat akan kehancuran Askavan, yang mulia?"
"Bagaimana kau tahu?"
"Hamba peramal yang sangat handal, yang mulia"
"Baiklah, jika kau adalah peramal yang sangat handal, apakah kau dapat melakukan sesuatu untuk mencegah takdir 5 pelindung Arula lahir?"
"Hamba bukan tukang sihir yang mulia..... Tapi hamba bisa lakukan sesuatu"
"Jika kau bisa, aku akan memberikanmu kemewahan, jika tidak, Nyawamu taruhanya Orvoz"
Tawa keji Orvoz menggema di ruangan ramalnya.
"Baiklah, yang mulia. Tentu dengan adanya sebuah cahaya pasti ada bayangan, tentu itu pasti kan yang mulia?"
"Tentu saja! Seperti Askavan dan Arula" jawab King Fred dengan senyum menyeringainya, nampaknya King Fred sudah mengerti maksud perkataan Orvoz kepadanya
"Benar yang Mulia, Jadi sudahkah anda tahu maksud kata kataku tadi Yang Mulia Fredrick Dartuz"
"Nampaknya aku sudah mengerti maksud perkataanmu tadi, Sang Peramal Terhebatku, Orvoz Glear. Kau jangan sekali sekali memanggilku dengan nama lengkapku Orvoz. Aku benci nama belakangku, nama yang mengarah ke Keluargaku. Aku membenci itu Orvoz"
"Baiklah yang mulia, jadi aku meramalkan ada seseorang yang akan menjadi penyerang kita. Seseorang dengan kekuatan Kegelapan besar. Yang mulia tidak perlu khawatir lagi akan hal tersebut, dia lahir bersamaan dengan 5 Pelindung Arula itu"
"Kapan itu terjadi Orvoz?"
"Gerhana Matahari Total, yang mulia"
"Beberapa bulan lagi, aku sungguh tidak sabar menanti itu"
Senyum kekejaman memenuhi wajah King Fred. Kepuasannya akan ramalan tadi sedikit memberikan ketenangan padanya
****
"Yang mulia, yang mulia Fertus" teriak seorang Peramal kerajaan Arula.
"Ada apa Alfonso?" King Fertus terkejut melihat peramal setianya ketakutan, pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Yang mulia Fertus, hamba meramalkan sesuatu yang akan berpengaruh buruk bagi kita" keringat ketakutan terus bercucuran didahi Alfonso.
"Apa, terjadi sesuatu Alfonso?"
"Iya yang mulia, menurut ramalan kuno pada saat Gerhana Matahari total yang ke 1000, tepatnya 5 bulan lagi, 5 pelindung kita akan lahir"
Senyum berkembang diwajah King Fertus dan Ratu Arula, Ratu Megan.
"Namun yang menjadi hal buruknya, adalah seseorang dengan kekuatan kegelapan yang besar akan menjadi senjata Askavan melawan Arula, lahir bersamaan dengan 5 pelindung kita"
Senyum tersebut perlahan menghilang diwajah King Fertus dan Queen Megen.
"Tapi yang mulia tidak perlu khawatir, kita berpeluang besar karena, jika 5 kekuatan tersebut saling bersatu. Kita sudah pasti menang"
"Terimakasih atas Ramalanmu Alfonso"
"Baiklah yang mulia, dan sedikit pemberitahuan saja, ada seorang ibu yang akan melahirkan 5 pelindung kita. Wanita tersebut memiliki tanda bulan dan matahari dikepalanya"
"Aku tau siapa itu Alfonso, dan sudah ku perkirakan pasti King Fred akan merencanakan Penyerangan saat mereka lahir"
***
"Perdana Menteriku Ronald, apa kau sudah tahu Ramalan Kuno itu?" King Fertus menanyakan perdana menterinya, Ronald.
"Aku sudah mendengarnya yang Mulia, aku tau maksud kedatanganmu Kesini yang Mulia"
Istri Perdana Menteri Ronald keluar dengan menunduk memberi hormat kepada King Fertus.
Ronald mengecup dahi istrinya, Lambang Bulan bercahaya dan lambang matahari sekaligus, King Fertus tersenyum penuh kegembiraan, karena pelindung negerinya akan lahir.
Eve tersenyum, ia mengelus perutnya. 5 anak akan lahir dari ibu ini.
"Ronald, Yang Mulia, aku tidak mengerti bagaimana aku dapat melahirkan 5 anak sekaligus?"
"Itu keajaiban ramalan kuno, Eve" ujar King Fertus meyakinkan Eve.
"5 bulan lagi, anakku sekaligus pelindung Arula akan lahir. Aku mendapat 2 hal yang mulia, Kegembiraan dan Ketakutan, Kegembiraan akan anak anakku, dan ketakutan akan keselamatan anakku yang mulia"
"Tenang saja, kalian tak akan berada disini pada waktu itu, Kalian akan berada diplanet yang mirip dengan planet yang mirip dengan Migelaria ini, yaitu Bumi, disana cukup aman hingga anak kalian siap dalam mengemban tugasnya"
"Yang mulia, apakah anak anakku akan bisa menguasai kekuatan mereka sendiri?"
"Pasti. Itu pasti, tapi kalian tidak bisa merawat ke 5 anakmu sekaligus, saat mereka berumur 3 bulan, titipkan mereka kepada beberapa penduduk Arula yang berada disana, apa kau mengerti Ronald?"
"Baiklah yang mulia"
***
Hay guyss kembali sama author, yekan?
Nahh gimana menurut kalian? Gajelas? Jelek? Amburadul? Typo?
Maapkheun ya guys masih amatir soalnya.
Kalo ada salah komen ya:v biar bisa aku koreksi lagi ya...
See yaa keep voment guys, why? Karena aku bakalan tambah semangat kalo kalian voment ya! Soo see you in Chapter 2 guys
-magic aroun us✨-
-Agas-
YOU ARE READING
Arula & Askavan
FantasyCahaya putih bersinar. Matahari sepanjang tahun selalu bersinar. Hingga suatu hari Migelaria terbelah menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan Arula dan Askavan. Karena ketamakan Askavan, peperangan dimulai, perebutan kekuatan dan persaingan agar menjadi...
