Author Pov—
Hari ini adalah jadwal kepulangannya menuju indonesia. Negara itu banyak kenangan untuknya. Kenangan pahit tentu ada, kenangan indah? Entahlah, Sean masih mengingat kenangan yang membuatnya marah saat itu, membuatnya menjadi pria yang arogan.
Tiket khusus kelas bisnis itu masih ia tatap, tatapan sendunya menatap tiket itu. Senyuman sensualnya jelas tercetak. Di ruangan luas bak sebuah apartement mewah itu, Sean tersenyum arogan. Dan diruangan ini ia banyak menghabiskan hari-harinya.
Sean menatap hiruk pikuk di negara yang terkenal dengan kincir anginnya itu. Menatap dari gedung yang menjulang tinggi, mata birunya semakin mencolok. Seakan memikirkan sesuatu tapi entahlah, ia masih sibuk berpikir.
Lama menatap tiket khusus kepulangannya, akhirnya Sean meraih ponsel keluaran terbarunya. Setelah menekan nomor yang ditujunya, ia memasukkan tangan kanannya ke saku celananya jas slimnya.
"Tolong jangan sampai ada seorang pun yang melihatku." Ucapnya di selular dan masih dengan wajah angkuhnya.
"Baik tuan, semuanya sudah saya persiapkan tuan." ucap seseorang di selular.
"Bagus kalau begitu, jadwal keberangkatanku beberapa jam lagi. Kamu sudah persiapkan semuanya kan?" Ucapnya santai.
"Sudah tuan, semua yang tuan butuhkan di indonesia nanti semuanya sudah saya persiapkan."
"Oke, mobil sudah menunggu?"
"Sudah tuan, saya sudah menyiapkan mobil. Saya sedang menunggu tuan di bandara, mengantisipasi ada orang melihat tuan."
"Aku tidak sia-sia memperkerjakanmu Frank,"
"Terimakasih tuan."
"Baiklah, aku akan bersiap." Ucapnya mematikan selular dan menatap jam tangan pattek phillipenya dari balik jas blue navy slim fitnya.
Dengan langkah elegan, akhirnya ia keluar dari Apartemen pribadi mewah nya itu.
Sebelum dia pergi, Sean pergi menuju kantornya mengambil beberapa berkas perusahaannya di Indonesia. Setiap pegawainya yang menatap langsung tertunduk menghormatinya, memberikan salam.
Tidak pernah seumur hidupnya mengeluarkan senyum naturalnya? Hanya senyum sekedar menghargai saja yang ia pancarkan, itu juga hanya terjadi di rapat kantornya.
Sean menguasai beberapa bahasa asing, jadi tidak heran kalau ia bisa berbahasa indonesia. Karena ibunya wanita kelahiran indonesia dan orang indonesia asli.
Ia terus berjalan keluar kantor setelah mendapatkan berkas yang dicarinya, dengan langkah elegannya tanpa membalas sapaan pegawainya. Sean memiliki wajah yang tampan, manik mata biru, kulit berwarna legam sensual, tubuhnya sangat di dambakan semua wanita pastinya.
Mobil Audi khusus untuknya sudah menunggunya, ia keluar kantornya. Sekilas ia menatap kantornya itu, ia akan pergi ke Indonesia selama 6 bulan lamanya. Sudah sangat lama kantornya tidak ada yang mengurus, jadi Sean akan pergi sembari menikmati liburannya.
Jadi Sean akan memantau langsung perusahaan yang ditinggalkan almarhum papanya, perusahaan yang membuat Sean terkenal menjadi pria milyuner.
Belajar dari masa lalu yang kelam menjadikan hidup lebih baik dan pastinya membuat siapapun tidak ingin ke lubang yang sama lagi. Hidup harus tetap dilanjutkan seburuk apapun masa lalu itu.
Sean sudah menjadi pria sukses, memiliki semuanya kecuali pendamping. Di umurnya yang sudah sangat matang dia belum juga menikah. Jangan tanya berapa wanita yang sudah ditidurinya.
Ajudan itu membuka pintu untuknya, mempersilahkannya duduk. Ia masuk dengan anggun dan membuka kancing kemejanya. Ia memang sengaja pulang dengan stelan jasnya, ia ingin dipandang orang dengan sebutan pria kaya.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Mr. Blue ( PROSES REVISI )
RomanceSean si Mr. Blue seorang CEO yang sombong, Angkuh, Arogan, Pemarah, dan Kasar yang sangat disiplin dalam Perusahaannya karena Masa lalunya yang Sakit, dan bertemu dengan Gadis Bernama Moudy yang Polos dan sangat sederhana. Di hadapkan dengan Pilihan...
