Magyk 1

19.1K 1K 86
                                    

Alkisah, hiduplah seorang gadis rupawan bernama Méline. Rambutnya sewarna cahaya matahari, berkulit putih dengan kedua manik mata berwarna hijau hazel. Sang gadis tidak hanya diberkati kecantikan oleh Yang Kuasa, dia juga memiliki perangai halus yang menyenangkan.

Maka kecantikan gadis itu tersebar ke penjuru Benua Terra. Tempat kelahiran Méline ramai didatangi pemuda yang ingin meminangnya. Namun Méline tidak tertarik menerima pinangan pelamarnya. Para pemuda pun pulang dengan hati hampa dikarenakan penolakan Méline.

Hari silih berganti, satu pemuda datang dan pergi berganti dengan pemuda lainnya, namun Méline masih saja bersikukuh menolak pinangan para pemuda. Hingga datanglah seorang petani yang bermaksud mempersunting Méline. Pemuda itu tidak memiliki kekayaan, ketampanan, ataupun kekuasaan. Semua orang menertawakan keinginan pemuda itu untuk mempersunting Méline.

Tetap saja, pemuda itu bertandang ke kediaman Méline. Diutarakan niatannya mempersunting Méline. Ketika Méline bertanya mengenai hal yang bisa diberikan si pemuda kepadanya, si pemuda pun berkata bahwa dia tidak memiliki rumah mewah, perhiasan, uang melimpah, ataupun kuasa. Si pemuda hanya bisa menjanjikan kehidupan sederhana di mana mereka berdua bisa saling melengkapi dan membina sebuah keluarga dengan anak-anak dan cucu yang akan menemani mereka di hari tua.

Méline memutuskan menerima pinangan dari seorang petani. Mereka berdua hidup bahagia dalam kesederhanaan. Méline menunggu di rumah, sementara sang suami bekerja di ladang.

Méline pikir kebahagian akan berlangsung selamanya, hingga kulit kencangnya mengendur, hingga wajahnya dipenuhi guratan-guratan halus, dan rambutnya memutih sempurna.

Lalu tawa dari cucu-cucu Méline yang akan selalu menghibur di kala kejenuhan mendatangi si tua Méline.

Namun musim dingin panjang melanda dan merubah jalannya kehidupan Méline. Penyakit menyerang suami Méline, dan dia pun meninggalkan Méline seorang diri. Tanpa suami dan anak, membuat Méline hidup dalam penderitaan.

Rasa kehilangan yang dalam membuat Méline jelita memutuskan menculik setiap pemuda yang dijumpainya. Méline akan mengambil jantung pemuda malang itu dan mempersembahkannya di altar kegelapan dengan harapan suami yang dicintainya akan hidup kembali.

Tidak ada yang bisa mengembalikan jiwa yang sudah hilang dari raganya, begitu pula dengan Méline, tak peduli seberapa banyak jantung pemuda yang ia ambil, sang suami tidak akan pernah kembali ke dalam pelukannya.

Penduduk desa yang murka memutuskan untuk menangkap Méline. Mereka mengarak Méline dan menyebutnya sebagai penyihir darah. Para penduduk mengikat Méline di sebuah tiang dan kemudian meletakkan tumpukan kayu di sekitarnya. Satu per satu para penduduk mulai melemparkan obor ke dalam tumpukan kayu dan menciptakan pusaran api.

Gadis jelita yang dulu dicintai oleh begitu banyak pemuda itu terbakar hidup-hidup.

Tidak ada belas kasih dan cinta.

″Aku tidak mengerti letak bagusnya sebuah cerita yang mengisahkan penduduk membakar seorang gadis beramai-ramai,″ keluh Alice untuk sekian kalinya.

Alice menatap kelam buku bersampul kulit yang tergeletak di atas meja. Hari ini dia nampak lesu dan tidak bersemangat. Cleo-sang guru yang berada tak jauh darinya pun berkata, ″Kalau begitu, kau tidak pantas disebut sebagai magi. Ke mana perginya semangat ′aku akan menjadi magi terkenal′ yang sering kau gembar-gemborkan di depanku itu, Alice? Atau kau sudah merasa bosan dengan magi dan beralih minat pada yang lain?″

Ada berbagai macam sebutan bagi seorang pengguna sihir, mulai dari penyihir, warlock, wizard, alchemist, peramu, sorcerer, dan termasuk magi. Masing-masing pengguna sihir memiliki keistimewaan, satu sama lain berbeda. Wizard dan warlock, kedua kaum tersebut merupakan golongan pengguna sihir terkuat. Pada beberapa tingkatan, mereka mampu memanipulasi alam dan bahkan pada tahap tertentu beberapa dari mereka sanggup melintas dimensi.

Magia (BACA LENGKAP DI KARYAKARSA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang