Udara dingin menyeruak keluar ketika pertama kali kupijakkan kakiku di halaman salah satu gedung bersejarah di negeri kanguru ini. Sendi-sendi tubuhku tiba-tiba lumpuh, tak mampu kugerakkan ketika masuk ke salah satu ruangan bekas pasien skizofrenia. Perasaan aneh mulai menjangkiti pikiranku. Udara dingin yang tiba-tiba datang membuat tulang-tulangku terasa nyeri dan gigi-gigiku menjadi ngilu. Ah, ada apa ini? Mengapa semua orang tiba-tiba diam tak bergerak?
***
Suatu kehormatan untukku bisa mewakili universitasku, bahkan negaraku, mengikuti seminar psikologi internasional di La Trobe University di negara bagian Victoria, Australia. Satu minggu di Australia? Hemm, kurasa cukup untuk berkeliling negeri kanguru ini. Tiga hari untuk mengikuti seminar, dan empat hari sisanya bisa kumanfaatkan untuk berjalan-jalan menikmati sisa-sisa sejarah masa lalu.
Berwisata sejarah adalah salah satu hobiku. Meskipun aku sangat tertarik di dunia psikologi, namun aku juga sangat senang melakukan perjalan ke situs-situs bersejarah dimanapun aku berada. Ketika mendapat kabar bahwa aku lolos mengikuti seminar psikologi di Australia, Asylum langsung kumasukkan ke daftar kunjungan selama aku berada di negeri kanguru itu.
***
Sungguh beruntungnya diriku, seorang teman asal Australia bernama Lady memberitahuku bahwa hari Kamis esok Asylum membuka kunjungan bagi orang-orang yang penasaran dengan Asylum yang beroperasi selama kurang lebih 128 tahun itu. Yah! Tepat di hari keempat, usai seminar, Lady mengajakku mengunjungi Asylum yang masuk daftar kunjunganku kali ini.
Beechworth Lunatic Asylum, yang awalnya memiliki nama Mayday Hills Lunatic Asylum di negara bagian Victoria, Australia, memang memiliki daya tarik yang luar biasa, khususnya untukku. Rumah sakit jiwa yang ditutup pada tahun 1995 ini seperti magnet yang menarikku untuk mengunjunginya. Entah apa yang akan kutemui di sana nanti. Aku sangat antusias mengunjungi tempat itu.
***
Pertama kali kakiku menginjak halaman depan Asylum, aku sudah merasakan aura yang sangat aneh. Aura yang kurang lebih sama ketika aku mengunjungi bangunan Lawang Sewu ketika liburan semester lalu bersama teman-temanku. Namun, aku merasakan auranya lebih kuat. Sekelebat bayangan hitam menabrak tubuhku, dan aku pun terjerembab ke jalan berpaving. Lady mentapku dengan tatapan aneh.
"Hey! Bagaimana kamu bisa terjatuh, Nelly? Be careful, girl!"
"Ada yang menabrakku, Lady!"
"Who? Tak ada yang berlari. Dari tadi aku di sampingmu, Nelly. Are you okay?"
Oh, aku mengerti. Lady tidak melihat apa yang kulihat barusan. Yah, makhluk dari dimensi yang berbeda.
"Aku tidak apa-apa, Lady." Aku tersenyum pada Lady yang menatapku aneh.
Baru saja aku berdiri dan mulai melangkah menuju anak tangga masuk Asylum, aku melihat seorang gadis di lantai atas, entah lantai berapa, berdiri di ambang jendela kemudian melompat keluar. "Nooo...!!" Sontak aku berteriak dan berlari menuju lokasi jatuhnya gadis itu.
Lady menarik tanganku, mencoba mencegahku. Namun ketika aku sampai di tempat yang kuperkirakan gadis yang kulihat tadi jatuh, aku justru tidak menemukan apa-apa. Aku membalikkan badanku, melihat ke arah Lady dan rombongan yang lain. Mereka semua menatapku aneh.
"Kalian tidak melihat seseorang jatuh di sini?" Kataku setengah berteriak.
"Tidak ada yang jatuh, Nelly. Kemarilah, ayo kita lanjutkan turnya." Kata Lady menarikku kembali ke dimensi kita hidup.
Tuhan, keringat dingin mengucur di seluruh tubuhku. Setiap langkah kakiku seperti ada yang mengikuti. Setiap helaan nafas, seperti ada yang berteriak di telinga kanan dan kiriku. Oh, apa yang terjadi? Makhluk-makhluk ini, apa yang mereka inginkan dariku?
***
Tur kemudian dilanjutkan ke ruang dimana pasien-pasien penderita skizofrenia dahulu di rawat. Ketika awal pintu dibuka, udara dingin tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhku. Sendi-sendiku seakan terkunci, tak mampu digerakkan. Tiba-tiba seorang gadis berpakaian serba putih mengejutkanku dengan tepukan di pundak kiriku.
YOU ARE READING
Psycho Fantasy
Short StoryKumpulan cerita-cerita bergenre fantasi yang menyentuh ranah psikologi.. this is it.. happy reading..
