Gadis cantik bernama Zhafira Anastashia Varania keluar dari ruangan yang selalu membuatnya nyaman dengan balutan seragam sekolah ditubuhnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30. Ia langsung menuju meja makan untuk sarapan.
Sudah hal yang biasa bagi Zhafira, setiap pagi bahkan waktu waktu yang lain ia hanya berada di meja makan berdua dengan abang kesayangannya. Yaitu Farel Adiyata Fahrezi. Ayah dan ibunya memutuskan untuk tinggal di Singapura dan melanjutkan bisnisnya disana. Setiap liburan sekolah pun, ayah dan ibunya tidak bisa berkunjung ke indonesia karena tuntutan pekerjaan. Alhasil Zhafira dan Farel lah yang mengunjungi kedua orang tuanya di Singapura.
Zhafira duduk di hadapan abangnya, Farel. Ia mengambil selembar roti dan mengoleskan nuttela diatasnya, lalu ia tutup lagi dengan selembar roti yang lain.
"Bang, hari ini gue berangkat bareng lu ya?" Tanya Zhafira memasang wajah memelasnya.
"Emang pacar lu si Firul kemana? Tumbenan." Tanya balik Farel.
"Semalem dia bilang gak bisa jemput soalnya hari ini dia jadi petugas upacara." Jawab Zhafira.
"Terus apa hubungannya jemput lo dengan dia yang jadi petugas upacara?" Tanya Farel lagi dengan nada cuek.
"Kan dia pasti harus berangkat pagi buat siapin semuanya. Kalo dia jemput gue dulu, otomatis dia gak bisa ikut persiapan upacara." Jawab Zhafira kesal.
"Ohh. Yaudah ayo cepet! Kalo telat gue gak mau tanggung jawab ya." Ucap Farel yang langsung mengambil kunci mobilnya dan berjalan menuju garasi.
Sedangkan Zhafira, ia yang masih sibuk dengan sarapannya langsung berlari mengikuti abangnya. Daripada ia harus menunggu lama naik Angkot, fikirnya.
"Iya yelah deh bang! Baru juga jam setengah 7! Santai bisa kali! "
****
Tak perlu menunggu waktu lama. Cukup 15 menit, Zhafira telah sampai di pintu gerbang sekolahnya, Internasional High School.
"Nanti pulang sama siapa dek?" Tanya Farel sebelum Zhafira membuka pintu mobilnya.
"Gampanglah nanti gue bisa bareng Kathy atau Alexa. Udah dulu ya bang. Kuliah lu yang bener! Jangan ngecewain Daddy sama Mommy!" Kata Zhafira sambil menjitak kepala abangnya.
"Lu juga dek! Jangan pacaran mulu! Jangan sampe liburan depan kita ke singapore nambah satu orang! " Kata Farel yang terdengar ambigu.
"Emang dikira lu gue cewek apaan bang! Udah ahh.. byee. Hati-hati kakak terjelek guee! " kata Zhafira yang keluar dari mobil dan langsung menutup pintu mobil lalu melambaikan tangannya.
Setelah punggung mobil itu tak terlihat lagi dari depan pintu gerbang sekolahnya, Zhafira langsung bergegas menuju kelas yang ternyata sudah ramai penghuninya. Namun, baru ada 4 dari 8 sahabatnya yang baru datang, yaitu Zamora, Angel, Charoline dan Valerie.
"Haii Zhaf! " sapa ke-4 sahabatnya.
"Haii Val, Ngel, Mor, Line!" Sapa balik Zhafira.
"Lu berangkat naik apa Zhaf? " tanya Zamora.
"Sama bang Farel. Emang kenapa Mor? " tanya Zhafira.
"Nggak apa-apa kok." Kata Zamora.
"Tumbenan lu Zhaf gak bareng Firul? " tanya Charoline.
"Iya soalnya semalem doi bilang katanya hari ini dia mau berangkat pagi-pagi buat persiapan upacara hari ini. Jadi dia gak bisa bareng gue deh. " Zhafira menjelaskan.
"Hari ini upacara yaaa???!!" Pekik Valerie kaget.
"Iya Val. Biasa aja kali kuping gue pengang nih!" Omel Zhafira.
YOU ARE READING
Everything Has Changed
Teen FictionBagaimana menurut mu? Disaat kamu benar-benar mencintai seseorang, dan kamu telah berhubungan sangat lama dengan orang itu. Tiba-tiba saja ia menghianati cintamu dengan menduakan mu dengan sahabat mu sendiri? Mungkin kau akan marah. tapi bagai...
