Pagi yang tidak terlalu cerah, mengawali hari dengan sarapan sebelum aku berangkat kesekolah,
"Morning mum" sapaku
"Hey sudah bangun rupanya, tolong bangunin daffa yaa fay" pinta mama
"Okey ma"
Aku beranjak menuju kamar adikku satu satunya, adik yang paling malas dan paling manja. Aku mengetuk pintu kamarnya yang bertuliskan 'star-lord'
"Hey, penyu. Are u ready?"
Tidak ada jawaban. Aku pun memutuskan untuk membuka pintu kamarnya,
"Hey, come on"
"Err what are u doin' here sis?"
"Breakfast now!"
"Okay, give me 5 minute to sleep again"
"Okay, I'll tell daddy"
Baru saja aku ingin berteriak memanggil papa,
"Okay, okay i wake up now"
"Good boy" ujarku
Setelah sarapan, aku dan daffa diantar papa untuk pergi ke sekolah masing-masing.
Setelah mengantar daffa ke sekolahnya, tibalah aku didepan gerbang st. Vincent,
"Okay, here we go" ucap papa
"Bye dad"
Namun, setelah aku membuka seat belt, papa menahan tanganku.
"Jangan nakal, fay. Jangan buat onar lagi. Papa udah capek terus terusan menghadap kepala sekolah kamu"
"i'm not promise, dad, jika mereka mengangguku duluan apa aku harus diam saja?" Ujarku
"Yes, i know but just try i kno---"
Aku langsung memotong perkataan papa,
"See ya dad, aku sudah terlambat"
"Okay, sweetheart"
Aku keluar dari mobil, dan menginjakkan kakiku di halaman depan st.vincent.
ada beberapa anak yg memandangku, ini menjijikan. Aku tidak ingin menjadi bahan perhatian. Aku pun memakai tudung hoodie ku dan mempercepat langkah menuju kelas. Sesampainya dikelas, aku langsung disambut dengan hangat oleh teman- lebih tepatnya anak buahku.
"Hey boss" ucap pm
"Pagi boss,kau terlihat pucat hari ini" ujar ellie
"It's okay, mungkin karena kita sudah lama tidak membuat masalah" tuturku yang langsung membuat mereka berdua tertawa.
"Hey, dimana pm & nedia ?" Tanyaku
"Oh mereka berdua sedang menjahili adik kelas, didekat tangga pertama" ujar ellie
"and they didn't invite us?"
Aku berjalan menuju tangga pertama bersama ellie dan amel.
Bisa-bisanya mereka berdua tidak mengundangku untuk menjahili adik kelas. Dalam perjalanan kesana, ada seorang anak yang berlari kearahku, dan menabrak bahuku sampai aku terjatuh.
"Shit" umpatku
"Maaf,- aku sedang terburu-buru"
"Kau tak apa bos?" Ujar amel sambil membantuku berdiri
"Hey, apa kau tidak tahu siapa aku? Seenaknya saja menabrak orang, kaupikir aku ini tembok?"
"Maaf, aku memang tidak tahu siapa kau" ujar lelaki itu dengan polos
Sontak hal itu membuat beberapa anak yang sedari tadi melihat kejadian ini tertawa terbahak-bahak. Ia menghancurkan reputasiku.
"Pergi dari hadapanku atau kau akan menerima akibatnya!" ancamku
"Okay aku pergi. Sekali lg aku minta maaf"
Dia pergi meninggalkan kami.
Moodku benar" hancur. Aku tidak berniat lagi untuk menjahili adik kelas. Dan disinilah aku, didalam kelas lebih tepatnya neraka, dengan pelajaran fisika yang diajar oleh Mrs. Hosma.
Sedari tadi aku memikirkan anak lelaki yg menabraku. Kenapa wajahnya sangat asing bagiku, apa ia anak baru disekolah ini? Muak dengan semua ini, aku pun bangkit menuju kantin. Walaupun aku tahu bahwa istirahat masih 20menit lagi.
"Apa yg kau lakukan miss lerman?" Tegur Mrs.hosma
"Aku? Aku ingin pergi kekantin" ucapku datar
"Apa kau tidak bisa menunggu sampai pelajaran ku habis?"
"Sayangnya, tidak. Aku muak dengan angka!"
____________________________________
Hello this is my first story. I'm newbie wkwk. But i'll try my best.
I hope u enjoy it. And don't forget to leave a vote or comment
ESTÁS LEYENDO
Fate
Novela Juvenil"Akan kutunggu, everest!" - Fayra "well, kau akan menunggu sepanjang hidupmu, nona" - Alban . . . Cause everything will changed.
