Aku jiwa menanti
Bersama pagi menyambut mentari
Aku hati yang berharap
Setelah sekian kata aku ucapkan demi satu kepastian
Renungan malam membuatku ingin sekali lagi bertanya
Adakah aku di dalam hatimu,sayang?
Engkau masih saja terdiam
Engkau masih saja membisu
Membeku dan terus begitu
Tak ada yang bisa aku baca darimu
Setitik isyarat membuatku yakin akan dirimu
Namun,kabar burung itu seketika menghancurkan semua pengharapanku
Cobalah kau katakan padaku
Tentang arti diriku dihatimu
Logikaku berdebat dengan perasaanku
Pantaskah engkau aku tunggu
Walaupun ini akan menjadi harapan palsu?
Kini aku tergantung
