Mengapa begitu menyakitkan dengan hanya melihatmu?
Aku lelah.
Sungguh.
Perlakuan dingin dan acuh yang kamu lakukan membuat jantungku seakan ditusuk perlahan lahan oleh belati tajam.
Mau sampai kapan kita seperti ini?
Sampai aku mati perlahan karena begitu menyakitkannya situsi ini?
Bukankah dulu kita pasangan yang membuat iri banyak orang?
Bukankah dulu dunia serasa milik kita berdua?
Bukankah dulu waktu kita berjumpa adalah saat yang dinanti nanti?
Bukankah dulu berbincang adalah aktivitas favorite kita?
Tapi sekarang semua telah berubah
Tak ada lagi dunia milik kita
Tak ada lagi saat saat yang menyenangkan bersama
Tak ada lagi canda tawa yang terlontar diantara kita
Sudah hukum alam memang terjadi perubahan dalam diri manusia
Tapi...
Mengapa begitu menyakitkan perubahan ini?
Dulu aku merasa kamu adalah orang yang membuatku bahagia
Sangat bahagia
Tetapi sekarang kamu adalah orang yang membuatku menderita
Sangat menderita
Mungkin ini salahku yang telah mengacau di hidupmu
Mungkin ini juga salahku yang telah hadir di hidupmu
Aku benci ini
Hari hari berlalu
Tanpa berbincang denganmu
Tanpa menyapamu
Tanpa mendengar tawamu
Tanpa tersenyum padamu
Akankah ini berlanjut?
Bisakah aku menghadapi ini?
Dulu aku merasa kisah kita adalah dongeng
Kita bahagia
Tapi sekarang
Dongeng ini berubah menjadi tragedi
Perlukah aku menghapus namamu dari benakku?
Entahlah aku tak tau apalagi yang harus aku lakukan
Bahkan setelah menerima surat darimu
Membuat hatiku semakin sakit
Entah efek apa yang bisa diciptakan dari sepucuk surat darimu
Aku ingat dulu kamu pernah berkata
"Aku harus menunggu selama 23 jam dalam sehari hanya untuk bisa bertemu dengan untuk satu jam"
Apakah kamu masih seperti itu?
Apakag kamu masih bersedia menunggu waktu bertemu itu?
