Bismillah.
Enjoy~~
#edited
#edited
°°°^^°°°
Author POV
Hari Selasa, selalu jadi hari yang cukup melelahkan bagi Sofi. Berangkat pagi-pagi untuk ngerjain piket, belum lagi istirahatnya ada tugas jaga koperasi, pulangnya lagi dia harus mengikuti ekstra wajib Pramuka.
Untungnya kali ini dia sudah berada di rumahnya. Di kamar Sofi, tempat yang selalu dan akan selalu jadi tempat favorit Sofi, selama dia masih ikut orang tuanya sih.
Sofi merebahkan eh tidak terima merebahkan, bahkan dia menghempaskan begitu saja tubuhnya, bayangkan saja bagaimana nasib kasurnya itu diterjang oleh Sofi yang bobotnya tidak ringan. Bukanya gendut juga sih, tapi Sofi tipe cewe yang selalu menganggap kalau dirinya gendut.
"Sofi, cepet mandi terus maghrib!!!" Seperti biasa mama Sofi berteriak dari bawah untuk meneriaki kemalasan anaknya yang satu ini.
Merasa tidak ada pilihan, sebelum mamanya mendobrak kamarnya dan mengomel tidak henti-henti akhirnya Sofi menyeret tubuh pegalnya untuk turun ke bawah dan mandi.
°°°°^^°°°°
Setelah tadi mandi dan dilanjutkan salat maghrib, Sofi langsung turun ke dapur untuk makan. Dikeluarga Sofi memang tidak ada yang namanya makan malam bersama atau makan pagi bersama. Kalau lapar ya tinggal ambil di dapur terus makan. Terkecuali kalau Bulan Ramadhan sih.
"Kok pulangnya malem bener sih Sof? Biasanya jam lima udah nyampe rumah." Papa Sofi yang kebetulan sedang makan juga, bertanya pada Sofi.
"Tadi persiapan buat BANTARA minggu depan Pa, jadi lama." Jawab Sofi malas.
Mereka pun makan tanpa berbicara di meja makan dekat dapur itu. Setelah selesai makan, Sofi pamit pada ayahnya yang masih belum kenyang dengan memakan buah yang ada di meja makan itu untuk kembali ke kamarnya.
Di kamar, Sofi mulai beraksi lagi dengan buku-bukunya. Andai saja Sofi bisa memilih, dia jadi ingin balik lagi ke SMP. Jadi anak kelas 10 saja tugasnya sudah bikin berat badan turun, apalagi kalu sudah kelas 12???
Sejenak sebelum belajar Sofi membuka aplikasi Facebook di laptopnya. Jangan tanya Sofi bisa dapat koneksi internet darimana. Kalau dari modem jelas gak mungkin. Bagi Sofi, lebih baik dia beli makan dari pada harus beli kuota internet yang setara dengan uang jajannya 3 hari.
Jadi dia selalu membajak wi-fi warung disebelah rumahnya. Sofi bisa tahu teknik bajak-membajak itu berkat ajaran abang sepupunya yang anak IT.
Untung saja pemilik warung tidak pernah mengganti kata sandi atau memblokir sambungan Sofi. Jadi setiap saat pun Sofi bisa menggunakan jaringan wi-fi itu.
Sofi membaca satu persatu status dari teman-teman facebooknya. Beberapa ada yang alay, dan ada juga yang masih batas wajar. Kenapa Sofi masih pakai Facebook? Karena Sofi adalah seorang admin dari sebuah halaman terbuka yang berisi kumpulan puisi, sketsa, dan cerpen buatannya. Jadi intinya Sofi jarang membuka akunnya sendiri.
Namun entah dapat minat dari mana yang mendorong Sofi untuk membuka akunnya. Dan isinya cuma aploadan foto-foto sketsa kece yang dia dapat dari internet dan beberapa sketsa buatannya atau kata-kata bijak yang diambil dari penggalan cerpen buatannya di halaman itu.
Saat sedang asik membaca status-status, tiba-tiba ada 1 pesan masuk di Facebook Sofi. Tapi diacuhkan saja oleh Sofi, mungkin orang yang mau berterima kasih konfirmasinya.
Setelah puas tertawa gara-gara membaca status-status alay oleh teman facebooknya, Sofi pun menutup laptopnya dan mulai membuka bukunya. Ibaratnya tutup laptop buka buku kali ya.
Baru dapat membuka 1 pelajaran, tiba tiba.
LINE,
Satu pesan line masuk masuk. Yang tidak lain tidak bukan dari grup KITA. Grup chattingnya dengan 3 sahabatnya.
Syasabilla: Oyy pr yang Fisika nomer 3 tuh kek gimana sih?? Bingung deh.
NADYA: Gue udah nemu sih, tapi tau benar apa kaga.
NADYA: Sofi Dinda muncul dong, di read doang, potoin kek kerjaan lu.
PutriSofi: Elah, dateng dateng bahas fisika. Bingung ya kalo punya sahabat cicitnya kong einstein semua.
PutriSofi: Nih gue aja baru buka buku.
DindaR: ya kali, kelas gue aja belum dikasi tugas.
Syasabilla: Kelas lu kan emang lemot.
Syasabilla: Yaudah kalau udah, fotoin okeeeh??
DindaR: Dasaar! Lemot juga gebetanlu sekelas sama gue ya.
Syasabilla: Ya cocok kalau gitu, kelasnya lemot orangnya kaga peka.
DindaR: Emang belum lu kode?
NADYA: Di kira Syasa progamer pake ngode ngode segala.
PutriSofi: Di kira Syasa progamer pake ngode ngode segala. (2)
DindaR: hhhhhhhhh...
Syasabilla: Dasar lu semua!!!
°°°^^°°°
Assalamualaikum
Aku bawa cerita baru. Mari kita mulai cerita ini dengan Bismillah.
Cerita ini termasuk cerita yang ringan dan sangat sangat ringan.
Tidak mengandung unsur kiasan, atau majas, bacaan ini hanya digunakan untuk hiburan semata. Tetapi mungkin dibeberapa bagian dapat diambil manfaat dari cerita yang terkandung.
Berikut penjabaran beberapa tokoh penting dari cerita yang berjudul "CHATTING"ini:
1. Sofi: sang tokoh utama, labil, pemikir, bapergirl, kadang insecure, terkesan cuek buat orang yang belum dikenal, tapi kalau sudah kenal akan jadi orang freak, tinggi, badannya tidak kurus tidak gendut tapi pipinya tembem.
2. Bisma: anak basket, tinggi, kece, baik, gampang bergaul, berwibawa, cowok most wanted dimanapun, ganteng, susah move on.
3. Zaid atau Akbar: baik, usil, gak pemalu dan mudah bergaul, dagel boy, belum pernah pacaran, kalau belum tau sifat usilnya semua cewek bakal tergila gila, mirip Brandon Salim, gak tegaan, baperboy.
3. Syasa: sahabat Sofi, yang paling dekat dengan Sofi, sifatnya hampir sama kaya Sofi, tapi ini tingkat cueknya satu tingkat lebih tinggi dari Sofi, tidak terlalu tinggi, wajahnya imut imut jutek gitu.
4. Nadya: Sahabat Sofi, cantik, tinggi, putih, mancung, kaya model, pinter, kalau sudah dengan sahabatnya akan jadi orang freak tapi dia selalu menjaga image didepan temen-temannya.
4. Dinda: sahabat Sofi, lebih freak dari orang yang paling freak, gak jaim jaiman, gak punya malu atau insecure atau apalah itu namanya, kecil, dan imut imut, paling benci sama yang namanya Bisma.
5. Bagas: Sahabat Bisma, baik, emosional, anak basket, cowok most wanted setelah Bisma.
Itu beberapa tokoh yang ikut berperan penting dalam cerita ini.
Semoga cerita ini dapat terselesaikan dengan tuntas tanpa ada macetnya ide atau malas melanjutkan.
Sekian dulu Prolog dari ceritanya, nantikan kelanjutan ceritanya ya.
Luuppp yuu all 😘😘
Wassalamualaikum.
YOU ARE READING
CHATTING
Teen FictionPercaya gak sih ada cinta yang terbentuk secara sesaat, bahkan ada orang yang bilang kalau cinta bisa tumbuh dalam waktu 4 detik saja, bahkan cinta bisa terbentuk tanpa adanya pertemuan. °°°°^^°°°° Dari chatting turun ke hati, Bisa disebut begitul...
