Chapter 1 - MOS

3.3K 26 1
                                        

Menjadi murid baru memang tidaklah enak! Bagaimana tidak, sebelum kalian masuk ke sekolah sebagai murid baru pastinya harus mengikuti kegiatan yang namanya MOS (Masa Orientasi Siswa) kan? Kegiatan dimana murid baru yang ditatar dan dibimbing oleh kakak-kakak senior di sekolah. Yang dimana siswa dan siswi baru harus nurut dengan kakak-kakak tersebut, terlebih dengan kakak-kakak OSIS. Jikalau membantah sedikit saja sudah dipastikan tamatlah riwayatmu.

Berawal dari MOS tersebut, Zahra Syafira Intania Karina atau yang sering dipanggil Fira itu bertemu dengan Randy Abiansyah Febrian yang sering disapa kak Randy oleh junior-juniornya disekolah. Randy sang ketua Osis yang terkenal cuek, dingin, tegas, berprestasi dan cool dimata adik kelas dan juga teman-temannya. Tak salah jika semua orang menyukainya, meskipun ia akan terlihat menyebalkan dengan sifat dinginnya tersebut dan juga mengerikan karena sifatnya yang tegas terhadap peraturan disekolah.

"Mit, MOS masih lama nggak sih? Kok gue capek ya lama-lama. Bete nggak sih lo, lo kan disini mau sekolah, eh malah diginiin. Sebenernya kan ini nggak ada hubungannya sama pelajaran kita nanti." Ucap Fira pada Mitha--teman sebangku Fira--saat mereka sedang berada di Aula sekolah guna mengikuti runtutan kegiatan MOS.

"Masih sehari lagi sih, Fir." Ucap Mitha sambil memainkan kertas dan pulpennya, "bete lah, Fir. Menurut lo gimana? Kita di jemur dilapangan, disuruh pake atribut kayak gini."

"Ko gue rasanya pengen pura-pura sakit aja ya, Mith. Biar suruh istirahat di UKS haha."

"Bego! Itu hal terbullshit yang akan terjadi," ucap Mitha sambil menoyol kepala Fira.

"Ya abis gue males sih di kelas. Merasa sepi banget 5 banding 25 gitu."

"Ya, itu emang resiko kita para cewek yang masuk sarang laki-laki." Ucap Mitha sambil menatap ke depan layar yang sedang menampilkan entah apa itu, karena sedari tadi Mitha dan Fira tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh kakak Osis, "Lagian kenapa sih, Fir, lo ngambil jurusan RPL kayak gini? Kenapa lo nggak ambil Multimedia aja? Kan disana lumayan banyak ceweknya dibanding RPL."
(RPL: Rekayasa Perangkat Lunak)

"Nah, lo nanya gue kayak gitu? Gue tanya balik, kenapa lo ngambil RPL? Kenapa nggak Broadcasting atau TKJ aja?" Tanya Fira pada Mitha sambil menaikan satu alisnya. Tapi hanya dibalas cengiran oleh Mitha, "Kalo gue ya... nggak tau sih, pengen aja. Seru aja gitu liat programmer yang lagi analasis komputer."

"Kalo gue, jadi pas awal daftar sih gue maunya masuk ke Multimedia. Tapi sayangnya, gua nggak lolos seleksi, nah karna waktu itu gue cadangannya RPL jadi ya gitu deh dapetnya di RPL." Jawab Mitha.

Dan tak lama siswa-siswi yang ada di Ruang Aula diperintahkan untuk kembali ke ruangan mereka masing-masing. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB yang berarti sebentar lagi akan memasuki waktu sholat Dzuhur. Mereka biasanya memang akan sholat berjamaah.

Tapi, sebelum memasuki kelas, Fira dan Mitha ke toilet dulu. Karena si Mitha yang mendadak kebelet buang air kecil semenjak tadi di Ruang Aula, Mitha yang tak berani meminta izin untuk ke toilet kepada panitia yang sedang menjaga pintu Aula akhirnya harus menahan rasa kebeletnya sampai pengarahan di Aula selesai.

"Eh, gila ya, kak Randy kece banget kalo diperhatiin," Ujar salah satu siswi yang memakai name tag warna biru pada temannya yang sedang merapihkan dandannya.

"Iya bener! Apalagi pas dia lagi benerin kacamatanya ya ampun nggak kuat gue liatnya." Ujar temannya bersemangat.

"Yoi! Keren abis ya, nanti gue kalo disuruh ngasih surat cinta gitu gue mau ngasih dia ah!"

"Sama gue juga!"

"Eh udah yuk! Nanti keburu adzan, gue mau sholat di syaf depan ah! Biar bisa ngeliat kak Randy." Ujar temannya sambil mencuci tangan di wastafel

My Coldest SeniorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang