putri liliana

231 7 1
                                        


Episode 1

Kali ini aku akan bercerita tentang zaman kerajaan,dengan sangat senang hati aku akan memulai cerita ini dari sebuah kastil yang megah dan sedang mengadakan pesta besar. Kenapa harus memulai dari kastil yang megah dan sedang mengadakan pesta? ya karena jika kastil nya tidak megah dan tidak sedang ada pesta, maka tidak akan ada cerita.

Kisah ini dimulai beratus ratus tahun silam saat kereta kuda masih menjadi kendaraan satu-satu nya, di mana kastil-kastil masih berdiri kokoh, peperangan masih sering terjadi, perebutan kekuasaan sebagai tujuan, dan ketika perjodohan masih mengungkung para remaja wanita.

***

Sepagi ini semburat cahaya mentari pagi menelisik melewati setiap pintu dan jendela kastil yang terlihat menawan dengan hiasan nya.

Sepagi ini sang raja sudah tersenyum bahagia, para pengawal sudah bersiaga, dan para pelayan berdandan rapi. Musik dari para pemain terompet di halaman kastil yang luas seolah menari gembira bersama rakyat yang asik bercengkrama.

Sepagi ini kastil dirubah berwarna, hiasan bunga di kanan kiri gerbang, lantai berselimut karpet merah, kursi kayu berwarna putih berjejer rapih, bunga berwarna-warni dipajang di sana-sini menambah kemeriahan hari ini.

Namun kawan, sepagi ini putri liliana sudah bermuram durja. Gaun pengantin yang indah tampak tidak serasi dengan wajah yang pucat dan kusut. Duduk termenung memandang cermin, sementara para pelayan sibuk merias wajah dan rambut nya.

Padahal pengantin pria sedang dalam perjalanan menuju kastil ini.

"duhai dewa-dewi di langit untuk apa kau ciptakan cinta kalau begini akhirnya." Liliana bergumam lirih.

liliana adalah seorang putri yang baik, dia beda dari yang lain karena sekalipun dia seorang putri tapi ia memiliki sifat dasar yang cukup untuk menjadi seoarang perempuan yang mandiri.

Cekatan, rajin, tangguh, sopan, cerdas dan rendah hati begitulah ia di kenal.

Namun liliana tak pernah jatuh cinta, pada zaman nya tidak pantas jika seorang putri raja harus menaruh hati pada seorang pria. untuk melanjutkan tampuk pimpinan kerajaan ayah nya, seorang putri lazim nya hanya bisa menunggu lamaran datang dari kerajaan di negeri sebrang.

Apalagi seperti liliana anak satu-satu nya, tidak mungkin dia melanjutkan kemimpinan ayah nya kecuali menikah dengan pangeran dari negeri seberang.
Dan itulah yang terjadi sekarang ini. Sang ayah sudah ujur harus segera mencari pengganti, maka di jodohkanlah liliana dengan seorang pangeran dari negeri sebrang, anak dari seorang raja teman dekat nya dahulu.

Salah nya pernikahan ini hanya di putuskan sepihak, tidak memperdulikan liliana yang sungguh di dalam hati nya tersimpan keinginan yang sederhana.

Liliana ingin merasakan jatuh cinta atau merasa di cintai.

Yang dia inginkan hanyalah pria yang baik hati nya, baik perangai nya dan bukan seperti calon suami nya saat ini, sungguh jauh dari apa yang di harapkan liliana.

Memang tak satupun pria bangsawan yang memiliki prangai yang baik. Kebanyakan hanya melihat keuntungan yang akan di dapat dari menikahi seorang putri raja. Harta, tahta, citra yang lebih baik, kekuasaan, hanya itu yang mereka inginkan.

Tidak satu pun yang berdasarkan cinta, atau kasih sayang yang tulus, tidak satu pun.

Sekali pernah bertatap muka dengan si pria dalam sebuah pertemuan. Liliana sudah paham atas prangai pria itu, sudah mengerti apa yang di inginkan nya, tak ada tatapan yang mempesona dari mata nya, melainkan tatapan picik yang ia lihat.

"Tolong, tinggalkan aku sendirian" ucap liliana pada pelayan yang telah usai merias wajah nya.

mereka mengangguk perlahan kemudian melangkah keluar kamar. Liliana kembali termenung menatap wajah nya di cermin.

Liliana dan Hutan terlarangStories to obsess over. Discover now