One

57 5 0
                                        

Hujan mengguyur bumi dengan derasnya. Para manusia sibuk menghangatkan diri masing-masing. Aku juga melakukan hal yang sama. Berlindung didalam kafe ini. Kafe yang menjadi saksi bisu semuanya tentang kita, kau dan aku. 1 tahun lalu dengan latar belakang yang sama, yaitu hujan deras, dikafe ini juga, aku mengenalmu. Untuk pertama kalinya kita mengobrol, bersenda gurau, tertawa bersama. Perlahan air mataku turun. Haha, kenapa aku menangis lagi?

Pintu masuk kafe terbuka, menampilkan sosok seorang pria. Ya, itu dia. Si hangat yang mencairkan hatiku. Dan dengan sialnya kenangan itu tampil dipikiranku tanpa permisi.

"Gila! Dingin banget. Eh, cewek! Lo nggak kedinginan?"
"Ya iya sih, emang kenapa? Lo mau ngangetin gue gitu?
"Hahaha, emangnya lo makanan apa pekek diangetin segala. Sori ya, gue bukan cowok gampangan!"
"Idih, siapa juga yang mau diangetin lo. Tapi nih ya, setau gue, dimana-mana cowok gentleman itu ngasih jaket kek disaat-saat kayak gini."

Saat itu aku hanya bercanda untuk memanas-manasimu. Tapi, ternyata kau benar-benar melakukan itu. Hari itu tak pernah kulupakan. Semenjak itulah aku tahu namamu, begitupun sebaliknya. Dan saat itu juga duniaku kau ubah menjadi lebih berwarna.

"Sok-sok an sih lo kemaren ngasih-ngasih gue jaket. Ujung-ujungnya gue juga yang repot. Lagian ngapain sih gue dimasukkin kekelas lo. Ya, walaupun gue anak baru, tapi kan nggak harus kelas lo juga kali. Oya, gue jadi inget kejadian seminggu lalu deh, yang kita pertama kali ketemu di kafe itu tuh. Lo juga ngelakuin hal yang sama kan? Besoknya ternyata lo tepar juga."
"Nggak usah bawel deh. Orang lagi sakit juga. Lagian, salah lo juga, kenapa harus deket ama gue. Jadi lo kan yang disuruh guru bawain catetan lah. Gue sih ogah deket-deket lo mulu! Nanti alergi."
"Apaan sih, ga jelas banget. Nih buru makan."

"Yang, aku duduk duluan ya, kamu pesenin makanannya." Suara cempreng gadismu itu membuat telingaku sakit. Kenapa sih kamu harus sama dia. Please deh, dia itu gak bagus buat kamu. Kamu tahu kan dia itu wanita malam? Sering keluar masuk club, pakek baju kurang bahan, seragam sekolahnya aja pendek banget. Ayolah, aku tahu kamu nggak benar-benar mencintai dia.

RainOnde histórias criam vida. Descubra agora