Apa kabarmu?
Rasanya akan menyenangkan jika aku langsung menanyakan padamu. Mungkin kau berpikir aku adalah pengagum rahasiamu. Tidak mungkin itu bagimu tapi bagiku kau bukan hanya cinta pertamaku tapi cinta sejatiku. Terdengar lucu, yeah, tertawalah.
Entah sudah berapa tahun aku mengharapkanmu. Tak apa seberapa lamanya aku akan menunggu
Ini seperti doktrin yang tertanam dalam kepalaku. Aku sering membayangkanmu. Kau tahu bahkan setiap hari aku merasa kau didekatku. Lupakan itu , itu mungkin ilusiku saja.
Pertama kali kita bertemu astaga wajahmu sangat tampan aku berpikir aku bertemu seorang pangeran. ini bodoh bukan. Saat itu dari semua orang kau yang paling bersinar.
Aku menatapmu diam-diam. Aku rasa kau melihatku juga. Anggap saja begitu.
Aku selalu berharap dan berdoa pada tuhan agar kau bahagia. Apa mungkin kita suatu hari akan bertemu dan ketika aku mengakui perasaanku kau bilang padaku kalau kau sudah sangat tersadar dari sejak dulu. Aku akui mungkin aku mengharapkan balasan darimu.
Tidak, tidak itu terlalu serakah bukan?!.
Yah cukup melihatmu tersenyum. Itu sudah cukup.
***
Laura memandang buku hariannya. Sangat kuno dia menulis perasaannya dalam buku diary itu. laura lalu menutup diarinya menyimpannya dalam laci meja kasir, dan Dia mengambil ponselnya lalu dengan cepat menulis nama mikail. Laura tersenyum lebar, dia bisa melihat kabar terakhir yang di post mikail.
Tertulis " aku kembali ke kota tercinta "
Apa mikail akan kembali ke kota ini setelah sekian lama?. Tuhan semoga aku bisa bertemu lagi dengannya. Doa laura.
Laura sangat mengenal mikail, dia bertemu lelaki itu ketika sekolah. Dan laura jatuh cinta padanya.
Walaupun mereka bagaikan langit dan bumi.
Mikail adalah pewaris keluarga milyoner sergaf, cucu dari dovan sergaf pemilik persahaan manufaktur terbesar di negri ini. Kekayaan, kepintaran juga ketampanan semua dimiliki mikail. Tapi bukan itu yang membuat laura jatuh cinta pada mikail.
Laura jatuh cinta pada jiwa mikail.
Ia sejak kejadian mereka berdua tersesat dihutan pada acara camping sekolah. Mungkin bagi mikail itu bukan apa-apa tapi bagi laura itu kenangan berharganya.
Laura beruntung bisa satu sekolah dengan mikail. Yah itu karena sekolah mahal bertaraf internasional itu tempat kerja ibu laura yang hanya bekerja sebagai pembersih gedung sekolah. Ketua yayasan lah yang memperbolehkan laura bersekolah disana.
Laura menengok jam dingding, jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Dan tak ada pengunjung yang datang ke restoran keluarga itu. hanya suara tv yang cukup berisik untuk mengusir sepi di restoran itu. Juga dengkuran tidur suara seorang koki evan di dapurnya.
" laura " teriak ana, laura segera menoleh pada sahabatnya ana. Perempuan bertubuh mungil dengan rambut bob merah. Dia mendekati laura sambil membawa kue pie appel, " kau suka ini " senyum ana mengembang lalu duduk dikursi pelanggan
" astaga ana bagaimana kalau bos melihatmu..... " laura melotot ke arah temannya. Sedangkan ana mulai menikmati pie apel itu dengan lahapnya dan membalas senyuman laura dengan cengiran.
" bos tak akan marah jika ku bilang kalau kau yang memakannya " celetuk ana lalu mengambil sendokan besar pie itu dan memasukannya dengan lahap ke mulutnya
Dahi laura tampak mengerut , yah memang selama ini bos tak pernah marah padanya tapi ..... " apa matsudmu ?! "
Ana menarik napas dalam " hah sudahlah kau polos sekali laura " ana lalu berdiri dan menarik laura supaya duduk bersamanya dan mengambil satu sendok pie " buka mulutmu aaa ... "
YOU ARE READING
My Lovely Ghost
RomanceSederhana Aku bersedia menukar nyawaku demimu ~ laura ~ Aku belum memiliki apapun sebelum aku memilikimu , akh ini lucu bukankah aku pria terkaya juga ~ sebastian ~ Bertemu orang yang laura cintai selama bertahun-tahun ternyata tak seindah yang ada...
