Dahulu kala, semua air terasa tawar termasuk air laut. Suatu hari terdapat seorang kapten perompak yang terlihat sudah lama terombang ambing di lautan dan akhirnya terdampar pada sebuah pulau tak berdaya di pinggir pantai. Tak ada satupun orang yang mau menolongnya karena ia adalah seorang perompak.
Untunglah saat itu ada seorang kakek nelayan yang baik hati yang melintas dan melihat perompak itu. Dengan rasa iba, ia menolong perompak itu dan membawanya kerumah sang kakek.
Rumah sang kakek tidaklah besar dan mewah, hanya sebuah petakan gubuk kecil tua dihamparan pasir luas dan jauh dari pemukiman nelayan lainnya.
"Kamu sudah siuman nak?" Tanya sang kakek kepada perompak itu sambil menyiapkan makanan dan minuman untuknya.
"Ughh... Dimana aku ini?" Kata perompak itu sambil memegang kepalanya dan bangun dari tempat tidurnya.
"Kamu berada di rumahku nak. Aku melihatmu terdampar di pinggir pantai, jadi aku menolongmu dan membawamu kerumahku. Ayo sekarang kamu makan dulu." Balas kakek itu sambil menaruh makanan dan minuman ke meja makan untuk perompak itu.
"Terima kasih kek karena sudah menolongku dan memberiku makanan serta minuman." Kata sang perompak sambil makan dan minum dengan lahapnya karena kelaparan.
Karena terlalu laparnya, makanan yang sangatlah sederhana dengan hanya semangkuk nasi dan sebuah ikan itu sudah seperti makanan mewah bagi sang perompak.
***
Seusai makan dan minum sang kakek bertanya kepada sang perompak mengapa ia bisa terdampar dipinggir pantai?
Sang perompak menceritakan semuanya, kalau ia sudah di serang oleh perompak yang sangat serakah dan seluruh awak serta isi kapalnya di ambil alih oleh perompak serakah itu. Dan ia dilemparkan ketengah laut oleh perompak jahat itu.
"Oleh sebab itu saya tidak punya apa-apa lagi." Cerita sang perompak itu sambil menangis sedih.
"Begitu ternyata ceritanya. Sudahlah nak, harta bisa dicari kembali tetapi nyawa hanya ada satu." Kata sang kakek itu sambil menghibur sang perompak itu.
Karena sang kakek tinggal sebatang kara, untuk membalas budi baik sang kakek itu ia berjanji untuk mengurus sang kakek hingga akhir hayatnya.
Meskipun sang kakek tidak berharap imbalan apapun dan sangat tulus menolongnya serta sudah menolak balas budi dari perompak tersebut namun, sang perompak tetaplah memaksa sang kakek dan akhirnya sang kakek tidak dapat menolaknya.
***
Bertahun-tahun sudah berlalu, sang perompak menjadi orang yang sangat baik hati. Ia selalu bekerja membantu sang kakek mencari ikan serta selalu ramah kepada warga ĺainnya yang berada di pesisir pantai tanpa pernah mengeluh dan mengharapkan imbalan.
Hingga akhirnya sudah dekatlah ajal sang kakek. Sang kakek yang berbaring tak berdaya itu menitipkan pesan-pesan terakhirnya kepada sang perompak itu.
"Nak... Terima kasih banyak atas bantuanmu selama ini." Kata sang kakek dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Tidak apa-apa kek, sudah kewajibanku untuk mengurus kakek." Balas sang perompak yang menemani sang kakek disamping tempat tidurnya.
"Aku melihat kamu sepertinya orang yang sangat baik. Sebelum aku pergi, aku ingin memberikan sebuah kotak ajaib yang ada disamping meja itu kepadamu." Pesan sang kakek sambil menunjuk sebuah kotak yang berukuran sedang yang berada di samping meja tersebut.
"Kotak apa ini kek?" Tanya sang perompak itu bingung. Karena setau dirinya isi kotak itu kosong.
"Itu adalah kotak ajaib yang dapat memberikan apa pun yang kamu inginkan. Cukup menyebutkan apa saja benda yang kamu inginkan, maka benda tersebut akan muncul dari kotak tersebut." Jelas sang kakek.
YOU ARE READING
Folklore Tales
Short StoryKumpulan cerita dongeng dan legenda untuk hiburan atau penghantar tidur cocok untuk semua kalangan *** NB : Cerita ini hanya fiksi semata & hasil reka ulang dari ingatan serta kenangan penulis akan cerita dongeng, yang diceritakan oleh orang tua pen...
