-Mila's POV-
"Mila bangun! ini sudah jam 6 nak. nanti kamu telat loh. ini kan hari pertama kamu jadi siswa SMA" teriak nyokap gue dari lantai bawah, gue yang mendengar teriakan nyokap gue dari lantai bawah spontan loncat dari kasur. gila udah jam 6 pagi aja, bisa telat nih gue.
Dengan kecepatan seperti kilat, gue langsung memasuki kamar mandi, setelah selesai mandi, gue memakai seragam SMA gue yang masih kebesaran. Gue menatap diri gue di cermin besar yang terdapat di belakang lemari baju gue. "mantab Mila udah jadi anak SMA hehe" gumam gue.
Perkenalkan nama gue Ananda Mila Putri. Anak pertama dari ibu Linda Fatika dan Bapak Gatot Pramono. Gue punya 1 adik laki-laki, yang bernama Jonathan Ames Anugrah. Ia sekarang masih duduk di bangku SMP.
"KAK MILA CEPETAN TURUN!" teriak jonathan, dari lantai bawah. seketika lamunan gue buyar.
"i..iya sabar!" jawab gue panik.
-Author's POV-
Mila berpamitan kepada kedua orang tua nya, setelah itu ia segera keluar dari mobil dan berlari kecil menuju pagar sekolah baru nya. Ia merasa senang dan juga gugup. Mila menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan.
"Mila!" teriak seseorang dari arah belakang. Mila pun yang mendengar nya langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
"eh cabe, kenapa baru dateng?" Tanya Mila sambil menghampiri Chaca. Natasha Salsabilla, biasa di panggil chaca. Entah kenapa orang-orang memanggil nya chaca. Ia adalah sahabat Mila sejak SMP. Mereka begitu dekat bagaikan lem dan perangko.
"kan rumah gue jauh bego" jawab Chaca sambil menoyor kepala Mila. Mila pun hanya menatap Chaca dengan tatapan mematikan.
"semua siswa baru diharapkan berkumpul di lapangan sekarang juga" teriak kakak pembina yang sekarang sedang diri di podium.
Mila dan Chaca langsung berlari ke lapangan, disana sudah banyak siswa lain yang berkumpul. Ada yang sedang berbincang-bincang ringan, ada yang sedang selfie, bahkan ada yang sedang ber-pacaran. Mila dan Chaca hanya tersenyum miris melihat orang-orang yang sedang ber-pacaran.
***
"ayo sekarang kalian bikin barisan. perempuan baris di sebelah kanan, laki-laki baris di sebelah kiri" teriak kepala sekolah SMA Pancasila.
Mila dan Chaca langsung berlari menuju barisan perempuan. Mila dan chaca mendapatkan barisan paling belakang dan tepat disamping kiri mereka adalah barisan laki-laki. Beberapa laki-laki melihat ke arah Mila sambil tersenyum jahil, dan itu membuat Mila merasa risih. "gila cantik-cantik banget cewek disini. gue yang muka nya gini bisa apa ya? bisa nangis kali" kata mila dalam hati.
"eh mil, cowok yang disamping lo itu, ngeliatin lo mulu" kata chaca sambil menyenggol-nyenggol bahu Mila. Mila hanya menatap nya heran. Ia bahkan sama sekali tidak peduli dengan ucapan chaca.
Setelah 30 menit berbaris, mila mulai merasa lelah. "Duh lama banget sih barisnya kaya ngantri sembako aja" Kata mila dalam hati, mila pun diam-diam berjongkok.
"Diri orang mah" Mila yang mendengar suara tersebut langsung berdiri dan mencari-cari orang yang memperintahkan nya untuk berdiri. Tetapi ia sama sekali tidak menemukan orang tersebut.
"Nyari apaan sih?" Kata cowok yang diri tepat disamping kiri Mila. Dengan reflek, mila langsung menoleh ke arah cowok tersebut. "Wah jangan-jangan dia yang tadi nyuruh gue diri" pikir Mila. Tanpa menjawab pertanyaan dari cowok tersebut, Mila langsung fokus kembali mendengar pengarahan dari kepala sekolah. Tetapi berbeda dengan cowok yang ada di samping nya, dia malah tetap bercanda bersama teman-teman nya. Padahal kepala sekolah sudah memperintahkan untuk tetap tertib dan tidak berisik.
YOU ARE READING
Drown
Teen FictionMuhammad Rangga Ghibran, lelaki tampan, dan juga kaya raya. Tetapi ia sangat amat nakal dan juga playboy. Sampai suatu ketika, ia bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang memikat hati nya. Gadis yang membuat dia ingin berubah menjadi lebih baik. Gad...
