Hari itu, gadis itu sadar bahwa Senior itu sangatlah populer. Sosoknya yang dingin itu sedang menikmati alamnya sendiri. Tangannya, jemarinya, dan kuas yang dipegangnya pun menari ria bersama. Wajar saja dia populer, Senior itu siswa unggulan. Selalu mendapat nilai A+ di semua mata pelajaran, menduduki peringkat 1 seangkatan, dan mahir di bidang non akademik. Gadis itu, Shouko, sedang serius mengamati Senior yang ada di pandangannya. Hayakawa Shouko, Junior kelas 10 yang sangat ceroboh tingkah lakunya, kecerobohan yang didampingi wajah manisnya, membuat semua orang betah melihat sosok gadis ini.
Di sisi lain, Senior yang terkenal cuek. Bernama Hikaru Shin, Senior yang mahir dalam bidang apapun, tetapi bersifat layaknya es. Sangat dingin, cuek terhadap sekitarnya, bergaul pun tidak. Dia hanya berbaur dengan alamnya sendiri, yaitu di Ruang Seni. Dimana dia bisa puas melukis, diiringi dengan headphone yang menggantung di lehernya.
Dengan kecerobohannya seperti biasa, tidak sengaja Shouko membuat kegaduhan. Membuat pintu ruangan itu tergeser. Suara geseran itu membuat sosok pelukis tadi diam sejenak. Dia berjalan menghampiri Shouko.
"Adek kelas? Ngapain kesini? Nguntit?" Sinis si Senior itu. Shouko yang panik membereskan lembaran absen siswa baru itu mendongak.
"I..iya, bukan. Ini tadi mau ngumpulin a..a..absen. Kebetulan lewat, terus liat Senior melukis," jawabnya. Entah mengapa dia merasa gugup, apa karena ketampanan Senior itu, atau karena kemaskulinannya, atau tutur katanya yang dingin, atau hal lain.
"Oh, berati ke ruang guru? Tuh pojok, banyak amat sih, kubantu sini, makanya jadi orang jangan serampangan," Tidak dipercaya oleh Shouko, rumor yang mengatakan bahwa Senior Shin tidak mau berbicara dengan siapapun itu bohong! Justru saat ini, Senior itu membantu membereskan kertas yang berserakan di lantai. Shouko yang gugup dengan tingkah laku Senior yang membantunya itu membuatnya semakin ceroboh.
"Eh! Namanya siapa? Kata temenku itu kamu populer loh kak! Terus pintar--"
"Shin. Hikaru Shin, itu namaku. Ahahaha, berlebihan aja tuh temen kamu, aku biasa aja kok. Kaya orang lain pada umumnya, nah udah rapi. Noh, ke ruang guru, terus pulang, dah jam 5."
Kertas yang tadi berserakan sekarang menjadi menara kertas yang rapi, segera dibawanya ke Ruang Guru. Dengan rasa senang, pipi gadis itu sekarang seperti sebuah permen pink. Dia menoleh ke belakang, terlihatnya sosok tadi masih berdiri. Memandanginya lekat-lekat, lalu Shouko berhenti.
"A..ano!! Aku Hayakawa Shouko!! Kelas 1-B, s..s..salam kenal!!" Seru Shouko di tengah ketenangan langit sore. Suaranya menggema di koridor. Senior itupun terkekeh melihat gadis konyol ini memperkenalkan diri.
"Hahahaha, konyol banget. Jangan teriak di koridor, dimarahin ntar!"
"Shin-senpai bisa ketawa juga ya, hahahaha," dengan tersenyum Shouko membalik badan, berjalan kembali menuju tujuannya. Di sisi lain, sosok Senior yang cuek ini dibuatnya - debar. Jarang sekali ada yang memanggilnya dengan nama depan.
***
Setelah dari Ruang Guru, Shouko pulang. Berjalan menuju Stasiun Iwata, yang berjarak 2km dari sekolahnya. Jarak 2km itu sudah biasa bagi Shouko yang terbiasa naik kereta. Tiba di stasiun, Shouko menunggu gilirannya naik.
Di kereta pun, Shouko masih membayangkan kejadian tadi, ketika Shouko berbicang dengan Senior yang terkenal cuek. Itu sangat mustahil bagi semua siswa untuk mengajaknya berbincang. Hanya dengan kecerobohan Shouko membuka pintu, terjadilah perbincangan yang sedikit membuat kedua sejoli itu berdebar. Turunlah Shouko dari kereta, karena sudah sampai di tempat pemberhentian. Tinggal dia berjalan sekitar ± 500 meter, sampailah ia dirumah.
"Hu..huff.. huff.. Senpai.. berbicara padaku," ujarnya riang di tengah kelelahannya.
YOU ARE READING
Senior
RomanceMenceritakan kisah cinta 2 remaja sejoli, yang dipenuhi berbagai konflik. Di satu sisi, seorang gadis yang menyukai Seniornya, Senior kelas 12 yang terkenal dingin dan jutek pada semua orang. Di sisi lainnya, seorang Senior yang pandai dalam hal apa...
