"Tolong cari gadis di foto ini." Seorang pria mengeluarkan sebuah foto dari jasnya. Diletakkan foto itu di atas meja bar reot yang ada di hadapannya. Dari garis wajahnya, pria itu nampak lelah. Entah sudah berapa kali, ia melakukan ini.
"Kau yakin menyuruhku aku mencari seorang gadis?" balas pemuda yang usianya tak terpaut jauh dari gadis yang ada di foto. Ia menautkan alisnya heran, "Kau tahu reputasiku 'kan? Ini bukan tugasku."
Pria itu mengendorkan dasinya dan menautkan jarinya di atas meja. "Aku sudah melihat semua profilmu, Hunter. Kau mengundurkan diri dari pekerjaanmu, meninggalkan kariermu yang mulai menanjak, menjadi pengangguran dan hidup tidak jelas sejak kehilangan―"
Pemuda itu menerjang pria itu dan mencengkram kerah bajunya. Ia teringat masa lampau. Tengah malam. Jalan yang gelap. Gadis itu.
"Kau boleh memukulku sekarang, tapi itu takkan bisa membuatnya kembali. Jadi, lepaskan aku sekarang. Orang-orang memperhatikan kita," desis pria itu.
Pemuda itu melepaskan pria itu."Ikuti aku," ujarnya lalu keluar dari bar bobrok itu. Berjalan melewati beberapa gedung diikuti pria itu.
Setelah berbelok ke sebuah gang kecil, ia berbalik. Dengan mata terpejam, ia berkata, "Apa yang harus kulakukan?"
Pria itu tersenyum sambil memberikan selembar foto yang ada di saku jasnya, "Temukan gadis ini."
Pemuda itu memperhatikan detil foto itu. Seorang gadis 17 tahunan dengan rambut hitam legam yang panjang dan kulit seputih salju. Matanya membulat dan tersenyum kikuk kearah kamera dengan latar belakang rak buku yang tersusun rapi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Befund Ella
Fiksi RemajaApa yang kau lakukan jika kau menemukan cintamu? Menerimanya? Atau bahkan, mengejarnya? Namun, bagaimana jika ia penyebab semua kehilangan yang kau alami? Apa yang akan kau lakukan? Tetap mengejarnya? Atau melakukan hal yang sedari dulu ingin kau l...
