Hai namaku adalah Audrey Mikaela Skyler aku kelas 2 SMA kalian bisa memanggilku Audrey, Drey, atau Mika. Dan semua masalah ini berawal pada saat aku ada di kelas, memerhatikan guru yang sedang menerangkan pelajaran yang memang dari awal tidak pernah aku mengerti. Entah apa yang membuatku tidak mood belajar hari ini. Tapi yang jelas aku merasa terganggu dengan perempuan yang duduk di sebelah mejaku. Kenapa tidak? Dari tadi dia menatapku sambil tersenyum aneh.
Mungkin bagi kalian tersenyum kepada seorang teman itu adalah hal yang sangat wajar. Tapi.... Senyumnya tidak biasa. Terkesan aneh. Dan..... Menjijikkan. Ditambah lagi ada rumor beredar di sekolah ini yang mengatakan dia adalah seorang lesbian. Ahh..... Tidak mungkin. Buktinya, dia punya kekasih laki-laki yang sangat tampan yaitu kapten tim basket sekolah kami, jadi aku tidak mau berburuk sangka dengan orang ini. Apalagi dia adalah anak baru, kan kasihan kalau baru masuk sekolah ini tiba-tiba dia di juluki sebagai lesbian.
Braaaak
Sebuah suara memecahkan lamunanku. Ck... Ternyata itu hanya Mr. Simpson, yang habis memukul meja. Aku tau apa maksudnya......
"Nona Skyler, jawab pertanyaan di papan tulis ini. Sekarang!!!!"
Tuh kan.....
"Maaf Pak saya ti.... Tidak bisa menjawabnya. Tapi saya janj–"
"Tidak. Kau sudah sangat sering berjanji di pelajarannku agar lebih memerhatikan pelajaran yang aku terangkan. Dan sekarang? Buktinya apa? Kau masih melanggar nya kan?"
"Tapi kan Pak. Waktu itu aku hanya berjanji untuk tidak tidur di kelas bukan untuk melamun dan–"
"Aku tidak peduli. Berdiri di luar kelas. Sampai pelajaranku selesai"
"Baik Pak"
Semua teman sekelasku menertawakan ku dengan sangat.... Puas. Kecuali anak baru itu, yang tampak tidak senang dengan keputusan Mr.Simpson. Kok perasaanku aneh yaa, dengan perempuan itu. Aah... Biar saja. Lagipula setidaknya aku tidak akan melihat tatapan aneh nya itu untuk sementara, ini membuatku lega.
Di luar kelas, aku hanya berdiri dan melihat keluar jendela koridor yang menghadap ke jalan raya. Aku bisa melihat kesibukan disana, mobil lalu-lalang. Rasanya seperti melihat miniatur yang bergerak. Tidak jarang ada kakak kelas yang lewat di depanku sambil berkata
"Kena hukuman lagi? Bitch"
Sungguh aku tidak mengerti kenapa mereka menjulukiku seperti itu. Aku perempuan baik-baik, aku selalu menaati tata tertib sekolah seperti cara berpakaian, tutur bicara, sikapku juga selalu dinilai A atau B+, aku tidak pernah terlambat, aku juga tidak pernah mendapat nilai buruk di sekolah, walaupun sih aku sering tertidur di kelas. Hey... Tapi itu ada alasannya, aku sering mengerjakan PR sampai larut malam lagipula mereka tidak bisa menjulukiku dengan kata 'BITCH' hanya karena aku sering tertidur dikelas, kedengarannya itu terlalu kasar. Rasanya aku ingin segera cepat untuk naik ke kelas 9 bahkan kurasa lulus.
"Skyler... Kau boleh masuk" kata Mr.Simpson yang membuka pintu kelas
"Tapi kan... Masa hukuman ku belum selesai. *eh"
"Masuk. atau akan ku kurangi nilaimu"
"Eh iya Pak"
Aku duduk di kursi ku seperti semula. Dan buruknya sekarang perempuan itu menatap dan memberikan ku senyuman lagi, tidak hanya dia bahkan hampir teman kelasku menatapku dengan aneh. Sial.
Termasuk teman sebangku ku yang bernama Fioreinza Harper Gabrielle a.k.a Rein.
"Rein... Mereka kenapa?"
"Nanti aku ceritakan saat istirahat. Sungguh kau dalam bahaya Drey"
"Bahaya apa sih?"
"Nanti saja"
"Tapi kan...-aaw" omongan ku terpotong pada saat sebuah spidol mengenai kepalaku
"Skyler.... Kalau kau tidak bisa diam. Aku akan menyuruhmu menyapu koridor dan juga gudang"
Kriiiiiing
Bel tanda kebebasan berbunyi. Rein yang ada di sampingku langsung menarik tanganku menuju ke perpustakaan.
Dia duduk di hadapan ku.
BINABASA MO ANG
Lesbian Psycho
Teen FictionDia melihatku, aku melihatnya Dia tersenyum padaku, aku tersenyum padanya Dia jatuh cinta padaku, Apakah aku harus jatuh cinta dengannya juga?
