"Baiklah..sebelum acara ditutup, kalian masih ingat bukan? Sebelum masuk ke studio kalian diminta menuliskan nomor ponsel kalian pada secarik kertas dan memasukannya ke kotak besar, Kalian tahu apa maksudnya ?" Tanya si pembawa acara.
Terdengar gemuruh gumaman dari para penonton sementara mereka melihat ke kanan-kiri dan bertanya Tanya.
"Saya akan menjelaskannya,"kata si pembawa acara dan seketika suasana di studio menjadi hening. "Begini, jadi Park Chanyeol akan memilih salah satu nomor telepon yang berada di kotak besar tersebut secara acak dan dia akan menghubungi nomor telepon itu. Barang siapa yang ponselnya berbunyi, majulah ke depan dan Park Chanyeol akan memberikan sebuah kejutan manis. Sekarang kalian harus memegang ponsel kalian dan pastikan ponsel kalian dalam keadaan aktif."
Semangat para penonton melambung tinggi dan mereka sibuk mengeluarkan ponsel mereka dari tas. Nana merasa dirinya menjadi penggemar fanatik karena dirinya juga sedang memegang ponselnya dengan penuh harap seperti sahabatnya Tzuyu. Nana atau biasa di panggil Im Nayeon ini sebenarnya bukan penggemar artis bernama Park Chanyeol, hanya saja sahabatnya yang bernama Chou Tzuyu memaksanya untuk menemaninya, apa boleh buat Nana mensetujui tawaran Tzuyu karena sahabatnya ini diam-diam sudah membelikanya tiket. Awalnya Nana sangat risih karena banyak sekali orang yang menonton konser ini tetapi seiring berjalannya waktu ia mulai menikmati konser tersebut dan bahkan setelah konser ini ia sempat memikir bahwa dirinya akan menjadi penggemar Park Chanyeol .
"Sudah siap? Kita mulai ya ? " seru Park Chanyeol yang langsung disambut jeritan para penggemar. Ia memasukan tanganya ke kotak besar tersebut dan mengaduk-aduk, lalu ia mengeluarkan secarik kertas kecil. Para penggemar masih terus menjerit-jerit. Lalu Park Chanyeol membuka ponselnya. Jeritan ribuan penggemarnya semakin menjadi-jadi. Pembawa acara pun harus menenangkan para penonton
"Kalau kalian semua orang menjerit dengan sepenuh hati, bagaimana kami bisa mendengar deringan telepon? Maka dari itu sangat diharapkan penonton agar hening sejenak" Akhirnya suasana kembali hening hanya terdengar bisikan lirik sana-sini.
Park Chanyeol menekan-nekan tombol ponsel sambil melihat kertas kecil di tangannya, lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya dan kertas kecil tersebut di berikan pada pembawa acara yang berdiri di sebelahnya.
Detik detik menunggu hubungan tersambung terasa begitu lama. Semua orang menatap ponsel mereka dengan penuh harap. Tiba-tiba terdengar nada pangilan.
"Astagaa!!" Nana berteriak kaget ketika ponsel yang digenggamnya berbunyi nyaring. "Nana..Ponsel mu.." Tzuyu menjerit sambil tertawa histeris. Para penonton mulai bersuara dan menyuruh Nana untuk menjawab telepon tersebut.
"Nona yang memakai baju biru, coba dijawab dulu. Apakah benar yang memanggil Park Chanyeol?" Senyuman benar-benar mengambang di bibir Nana, hatinya di selimuti oleh kegembiraan. Dengan penuh harapan Nana membuka ponselnya dan memencet tombol berwarna hijau dan menempelkan pada telinganya.
"Hei, majulah ke depan." Suara Park Chanyeol terdengar sangat halus sehingga membuat hatinya meleleh. Saat itu juga suasana langsung menjadi riuh sekali, orang-orang bersorak-sorak dan bertepuk tangan. Tzuyu mencengkram lengan Nana dan menguncang-guncang keras tubuhnya. Nana heran dari mana asal tenaga sahabatnya itu. Setelah membebaskan diri dari Tzuyu dan maju ke depan dikawal oleh dua penjaga dengan hati berbunga-bunga. Jantungnya berdebar dengan cepat karena ini pertama kalinya berdiri di depan banyak orang yang terus menerus bersorak dan menjerit. Ketika Nana berdiri di sebelah Park Chanyeol , jantungnya berdebar sangat cepat sehingga ia berpikir bahwa sebentar lagi jantungnya akan loncat.
"Nah..nah..kita harus berbicara dulu dong ya..dengan Nona beruntung ini, Siapa namamu Nona ?" Tanya pembawa acara sambil menyodorkan mic. Ia menelan ludah yang sudah berkumpul di kerongkongannya, tangannya berkeringat dan bergemetar entah karena gugup atau karena terlalu bahagia.
"Na-nama a-aku Im nayeon" ucapnya terbata-bata. Nana merasa seperti anak TK yang baru belajar membaca, kenapa ia harus terbata-bata dan membuat malu dirinya, ia bisa menjamin bahwa suaranya pasti terdengar sangat aneh.
"Semuanya ayo beri tepukan meriah dulu dong buat Nona Nayeon.."Ucap pembawa acara dan langsung dibalas dengan tepukan meriah penonton yang membuat dirinya tambah gugup. Setelah suara tepukan mulai reda, pembawa acara bertanya pada Park Chanyeol hadiah apa yang akan diberikan pada dirinya.
"Um..hadiah apa yaa?" Park Chanyeol berpikir-pikir sambil berjalan mendekatkan dirinya pada Nana. Ia tersenyum manis yang dapat membuat Nana meleleh, sungguh ini semua tidak baik bagi jantungnya.
"ah..sebelum itu aku ingin mengucapkan selamat dulu.." ia mengulurkan tangannya, awalnya Nana ragu apakah ia harus mengulurkan tangannya juga, tetapi pada akhirnya ia menyambut uluran tangan Park Chanyeol dan berjabat tangan dengan lelaki itu.
"Selamat ya Im Nayeon, kamu sangat beruntung hari ini" Park Chanyeol sekali lagi melemparkan senyuman manis pada Nana yang dapat membuatnya ikut tersenyum sangat lebar, entah kenapa senyuman lelaki itu dapat menghilangkan kegugupan dirinya, walaupun hanya sesaat saja.
"Terima kasih banyak" Nana merasa dirinya sangat beruntung walaupun sebenarnya ia bukan pengemar Park Chanyeol tetapi tetap saja siapa sih yang merasa biasa-biasa saja setelah mendapatkan kesempatan bersalaman dengan artis terkenal? Mereka berduapun saling bertatap mata, Park Chanyeol tidak memiliki niat untuk melepaskan genggaman tangan Nana
"Hei, apa aku pernah betemu dengan mu? Kau tampak tidak asing.."suara Chanyeol terdengar pelan dan lirih tetapi Nana bisa mendengar perkataan lelaki itu dengan jelas. "eh? Apa mak—"
"Lalu? Hadiah apa yang ingin Park Chanyeol beri untuk Nona Nayeon ?"Tanya pembawa acara dengan suara yang menggelegar sehingga memotong pembicaraan Nana.
"Hmm, apa yaa?" pria itu tampak sedang memikirkan hadiah yang cocok untuk dirinya, sedangkan Nana masih tenggelam pada perkataan lelaki itu. Ia tidak mengerti maksud perkataan Park Chanyeol mungkin ia salah sangka, bagaimana mungkin artis terkenal Park Chanyeol mengenal perempuan biasa seperti dirinya?
"Ah..aku sudah memutuskannya" Park Chanyeol tersengir, seketika ia menarik Nana dalam pelukannya yang mengakibatkan teriakan histeris para penonton. Nana mengerjap beberapa kali sungguh ia tidak mempercayai semua ini, apa mungkin ini semua hanya sekedar mimpi?
"Aku akan membuat Im Nayeon menjadi pacar ku hari ini"
"APAA??!!"Sontak seluruh penonton mengatakan itu, sedangkan Nana hanya mematung.
"Kau mau kan? Im Nayeon ? " ia melepaskan pelukannya. Sekali lagi Park Chanyeol menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan, pada akhirnya aku hanya bisa mengangguk tanpa berpikir panjang.
"Mohon bantunya okay? " Park Chanyeol mencium punggung tangannya dan sontak muka Nana menjadi panas.
"Hey, jangan gugup seperti itu dong.."Laki-laki itu sepertinya menyadari bahwa Nana menjadi sangat tegang dan gugup.
"akan ku usahakan"Nana menjawab pelan dan langsung dijawab dengan tawaan yang dapat menghilangkan seluruh kegugupan Nana seketika ia pun ikut tersenyum.
YOU ARE READING
Moira
RomanceMungkin bagimu ini semua hanya karena keberuntunganku, tapi menurutku semua ini terjadi karena sebuah takdir. Tapi aku tidak menyangka, kalau takdir itu membuatku menyesal. Chanyeol (exo) x Nayeon (twice)
