"Kutitipkan Park Yoona padamu..."
.
.
.
"Bangunlah Park Yoona" ucap Seohyun sembari mengguncangkan tubuh sahabatnya agar terbangun, "Hmm.. Seohyun? Sudah siang?" tanya Yoona sambil mengamati jam yang terdapat di dinding kamarnya yang bernuansa putih itu, sahabatnya itu hanya terkekeh dan mengangguk pelan. "Sudah cepat turun, aku sudah membuatkan sarapan." Setelah itu, dua orang sahabat itu menuruni tangga untuk sarapan.
Yoona tidak mood makan, ia hanya manopang dagunya dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya hanya menggoyang-goyangkan sendok yang tengah dipegangnya, menyadari makanan Yoona yang masih tiga per empat utuh, Seohyun pun bertanya.
"Eonnie ada apa? Kok melamun terus? Makanannya tidak enak ya?" Yoona terkesiap, lalu sedikit membenarkan posisi duduknya "Ah, maaf Seohyun, aku hanya sedang memikirkan sesuatu, tidak kok, makanan buatanmu enak sekali"
Seohyun mengangguk, "memang apa yang sedang eonnie pikirkan?"
"Tidak, apakah aku sebelumnya tinggal sendiri?"
Hening... Seohyun tampak bingung dengan pertanyaan sahabatnya itu.
"Apa maksud eonnie?"
"Ah sudah lupakan"fokus Yoona kembali ke makanannya itu.
Yoona melanjutkan menghabiskan sarapannya itu, sedangkan sahabatnya itu hanya menatap sahabatnya dengan heran.
.
.
.
Yoona berjalan-jalan di sekitar rumah milik sahabatnya itu, lalu beribu-ribu pertanyaan muncul di pikirannya. "Eonnie?" panggilan sahabatnya itu cukup membuatnya kaget, "A-ada apa Seohyun?" Seohyun memiringkan sebelah kepalanya, lalu menaikkan sebelah alisnya "Apa yang sedang kau pikirkan?" "Hmm... bolehkah aku bertanya padamu?"ucapYoona gugup sambil mengelus permukaan meja di dekatnya "Boleh, tanyakan saja, tentang apa?" Seohyun menghampiri Yoona sambil mengulas senyum.
Di ruang tamu, Yoona dan Seohyun kembali bercakap-cakap "Sebelumnya, aku tinggal dan hidup dengan siapa?" kini Yoona mengawali percakapan dengan bertanya. Seohyun menaikkan sebelah alisnya bingung, lalu beberapa saat kemudian ia kembali tersenyum. "Oh, kau sebelumnya tinggal dengan orang tua mu, dan-" sebelum Seohyun sempat melanjutkan perkataannya, Yoona sudah langsung melemparkan kembali pertanyaan, "Oh ya? Dimana orang tuaku sekarang? Apakah mereka tinggal di dekat sini? Mengapa aku bisa tinggal bersamamu?" Seohyun kembali menanggapi dengan senyuman "Eonnie, orang tuamu tinggal di Busan, lalu karena kau berkuliah di Seoul, jadi kau tinggal denganku disini, lagipula kan kita sudah bersahabat sejak kecil" Seohyun tersenyum miring. 'Aku tidak ingat memiliki sahabat' pikir Yoona.
"Mmm... tadi kata-kata kau ada yang terpotong, apa itu?"
Seohyun tampak berpikir sejenak "dengan adikmu.."
next? vote dan comment ya
YOU ARE READING
AMNESIA
RomanceYoona, seorang wanita yang mengalami amnesia karena kecelakaannya. Iapun diurus oleh sahabatnya yang ternyata diam-diam menutupi kebenaran darinya dan semua orang. Apa itu? Simak dalam cerita ini Disajikan dingin lebih nikmat (taro laptop/komputer/h...
