DREAM

80 14 0
                                        

Nama ku Marcellino putra,biasanya di panggil Marcell oleh sahabat-sahabatku yaitu Kriss,Rino,Raya,dan Adam..

" Cell !" Panggil kris yang berada di ujung jalan, Kris yang dari tadi bersama Raya,Rino,dan Adam berjalan menghampiriku..

"Ada apa kalian memanggilku?" mereka pun tersenyum bahagia seperti ingin mengatakan hal baik itu dengan segera mungkin..

" Apa kamu sudah tau kalau ada audisi Dance Competition? " Raya pun yang memberitahu kabar ini tersenyum dengan sangat lebar,lalu Rino berkata "kita harus ikut audisi itu,walaupun harapan menang itu hanya sedikit!".

Kami berlima memang sangat menyukai dance bahkan dance dan musik adalah bagian dari hidup kami.

"Baiklah kita akan mengikuti audisi itu!" Kata ku dengan semangat dan kami pun berpelukan untuk memberikan support satu sama lain..

Saat itu juga musuh kami yaitu Ricardo,Kezia,Beni,Danis,dan Joe menghampiri kami untuk mengejek atau merendahkan kami seperti biasanya..

"Kalian itu pasti tidak akan bisa lolos mengikuti audisi itu karena kemampuan dance kalian di bawah kemampuan kamu bahkan sangat jauh! " ledek Ricardo seraya tertawa.
Adam yang sedari tadi menahan emosinya kini pun meledak dan membubuhi pukulan keras ke arah Ricardo yang memang sedari tadi menertawakan kami,l. Kami pun berakhir dengan peristiwa adu fisik antar anggota kami,hingga kami pun dilerai oleh seorang laki-laki yang tinggi dan terlihat sangat tegas, ya dia adalah Pak Wisnu warga baru di desa kami. Dia adalah mantan pelatih Dance yang menang di kejuaraan dance tahun lalu dan menjadi juara bertahan selama 2 tahun berturut-turut..

"Hentikan" Bentak Pak Wisnu yang kini berada di antara kami semua seraya menyuruh kami mundur..

"Apa yang kalian lakukan disini?" Kami pun hanya menunduk karena segan dengan Pak Wisnu.

Aku pun membuka mulutku dan menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir..

"Baiklah aku mengerti.."ujar Pak Wisnu sangat tegas.
"dance kalian sangat baik,aku sudah memperhatikan ketika malam perayaan kemarin. Tapi Dance kalian akan lebih baik jika kalian menjadi satu tim" pak Wisnu langsung menatap kami secara bergantian.

"Tenang saja aku melatih kalian secara gratis dan jika kalian menginginkan latihan itu datanglah ke rumah ku" Pak Wisnu langsung pergi meninggalkan kami semua. Aku dan sahabat-sahabatku juga meninggalkan tempat itu dan Ricardo cs..

"Cell,apa kita bakalan terima tawaran Pak Wisnu?" Tanya Adam kepada ku yang menunggu sebuah jawaban "aku rasa kita harus terima,mungkin dengan kita dilatih olehnya kita bisa menjadi pemenang Dance Competition" terukir senyuman di wajah ke-empat sahabatku itu..

*keesokkan harinya

Kami pun sepakat akan datang ke rumah Pak Wisnu pada pagi hari agar latihan kami bisa lebih lama..

//sesampainya didepan rumah Pak Wisnu//

"Ternyata kalian datang ke sini"Pak Wisnu mengetahui kehadiran kami dan langsung menyuruh kami bediri didepannya.

"Aku adalah guru kalian dan apapun yang aku katakan harus kalian lakukan"kami mengangguk secara serempak..

Latihan kami pun berjalan dengan lancar walaupun ada kesulitan di setiap gerakan yang diajarkan oleh Pak Wisnu dan setiap hari pula kami selalu memergoki Ricardo cs mengintip dari jendela rumah Pak Wisnu yang memang sengaja di buka. Hingga suatu saat Ricardo cs masuk ke dalam rumah Pak Wisnu dengan gayanya yang sok dan bermaksud mengajari kami tapi Pak Wisnu yang tegas langsung menyuruh mereka keluar,tapi saat mereka hendak keluar "tunggu! Kalau kalian ingin bergabung disini duduklah bersama mereka,menjadi satu tim dan hanya aku yang akan menjadi guru disini"Ricardo pun langsung berbalik dan duduk bersama kami di lantai..

DREAM [One Shoot]Where stories live. Discover now