Revered Back-Best Friend more than Love

231 14 6
                                        

Ranjana Putri Gantari.
Gadis itu mengulurkan tangannya kedepan.
Menangkup buliran air hujan yang turun dari atap gedung sekolahnya.

Mundur selangkah, ia melihat jam yang melingkari pergelangan tangan kirinya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.32 WIB. Namun, langit belum bosan menumpahkan semuanya.

"Jan?" Gadis itu terlonjak ketika ada sebuah tangan menepuk pundaknya.
Bukannya menoleh ke asal suara, ia memilih untuk masuk ke dalam derasnya hujan.

Pria yang baru saja memanggil Jana itu langsung menarik lengan Jana agar kembali ke pinggiran.
Namun bukannya menarik Jana, melainkan Ia yang tertarik oleh Jana yang berlari dibawah derasnya air hujan.

"JANA! Udah berapa kali gue bilang? Jangan lari-larian dibawah hujan!" Seru pria itu. Dimitri Ryan Pradipta. Dengan badan membungkuk berusaha mengatur napasnya yang terengah-engah.

"DIMI! Udah berapa kali juga gue bilang? Jangan larang gue!" Balas Jana sambil berputar dibawah derasnya hujan.

PYARRR, Seorang pria datang tiba-tiba didepan Jana dan meloncat diatas genangan air yang penuh.

"Cuih pyeh hhff" Jana mengusap bibirnya kasar.
"HAHAHAHA" Cakrawala Dewangga Prawara tertawa dengan senangnya melihat wajah kesal Jana yang masih membersihkan bibirnya.

"Gue kesel sama lo Cak! Jorok tau!" Ucap Jana dengan tangan yang masih menggosokkan mulutnya.
"Hahahah, kapan lagi gue berbaik hati memberi lo susu coklat alami?" Tanya Cakra dengan alis yang dinaik-turunkan.
"Sial" Rutuk Jana.

"Jana?" Panggil Cakra, membuat jana menoleh lagi ke arahnya.
"Apa lagi?!" Tanya Jana kesal.

"Tengtop lo blangblang-blangblang ya? Blaster?" Ucap Cakra menunjuk pakaian Jana.
Jana menunduk, melihat seragamnya yang basah.
"Sial!" Rutuknya lagi-lagi
"HAHAHAHAHA"

Jana melepas sepatu converse nya yang basah, berniat untuk menimpuk Cakra. Namun sebelum itu terjadi, lengan Jana sudah dicekal dari belakang oleh Dimi.

"Udah gue bilang jangan main ujan-ujanan kan? Apalagi hari senin-selasa yang seragamnya warna putih" Ucap Dimi menurunkan lengan Jana.

"Udah gitu badan lo gak enak buat diliat" Sahut Cakra dari jarak 4 meter didepan Jana.

PLETAAAAAK!

"Adoooww!"
"WAHAHAHAHAHAHA Mampus lo!" Jana tergelak melihat sepatunya yang sukses mendarat di kepala Cakra.
"Hahaha" Mau tak mau Dimi yang melihat kejadian itu, ikut tertawa.

"Awas.ya.lo!" Kata Cakra dengan penuh penekanan setiap katanya.

"Jan, kayaknya kita harus buru-buru balik deh, lo tau sendiri kalo Cak-"
"Sini kalo berani! Wle wle" Tantang Jana sudah berlari menjauhi Dimi dan Cakra.

"Awas lo!" Kata Cakra berjalan dengan langkah cepat ke arah Jana.
Jana tersenyum meremehkan, "Apa? Sini!" Katanya sambil berjalan mundur.

"JANA AWA-"

BYUUURRRRR

"Mamaaaaa!"
"BUAHAHAHAHAHAHAH!" Cakra tertawa terpingkal-pingkal melihat Jana yang sukses masuk ke dalam selokan sekolahnya.

"Hahahaha udah gue bilang" Dimi ikut tertawa melihat Jana yang hanya terlihat kepalanya saja.

"Ah tolongin gue, hiks." Ucap Jana melambai-lambaikan tangannya.
"Hahahahhah" Cakra masih saja tertawa dengan memegangi perutnya yang sakit.

Revered Back - Best Friend More Than LoveStories to obsess over. Discover now