Do Kyungsoo
...................................
Tap.. Tap.. Tap..
Tik.. Tik.. Tikk..
Langkah kaki seseorang yang menggunakan hoodie warna hitam topi warna hitam masker beserta celana orang itu bahkan berwarna hitam tetapi tidak dengan sepatu yang yang berwarna puti dinodai oleh bercak lumpur. Dia melangkah dengan hati-hati, langkahnya bahkan menggema diantara gang sempit nan becek itu. Dia tidak menghiraukan gerimis bahkan genangan lumpur yang ada di gang sempit itu, berjalan dengan wajah yang selalu menatap sepatu nya yang kotor.
Tap..
Tik..
Tap..
Tik..
Tap..
Tik..
"Aku mohon jangan.."
Tap.. Tap..
Tik..
Tap.. Tap..
Tik..
"Aku masih ingin hidup. " Perempuan itu sangat ketakutan dan menggigil, daerah Seoul baru reda dari hujan yang lebat ditambah lagi seseorang misterius yang ada dihadalannya saat ini tambah membuatnya menggigil ketakutan, bukan kedinginan.
"Aku akan memberikan apapun-.."
"Aku hanya ingin nyawa mu, tidak lebih dan tidak kurang. " Suara dingin itu seperti mencekik tenggorokan perempuan itu dan dia langsung diam, dia melebarkan matanya saat laki-laki itu mengangkat wakahnya dan dieajah itu terukir senyum yang sangat membuat nya takut.
"Kau!! Kau! Apa yang akan kau lakukan kepa-.. AKH!!. "
Satu tusukan
"KHAU!!."
Dua tusukan
"KAU! KAU AKAN MENYESAL TELAH ME-.. SSHHAAAKKHH. "
Satu sayatan.
"KAU!! AKAN DIHHH-..AKKHHHHK~!!."
Sayatan terakhir.
Perempuan itu tidak bernafas lagi karena sayatan terakhir nan dalam itu terdapat pada leher perempuan malang itu.
Teriakan nya menjadi satu dengan gemuruh petir, saat itu juga tiba-tiba saja hujan turun dengan deras dan laki-laki itu menjatuhkan pisau yang ia gunakan untuk menghabisi nyawa perempuan itu.
Matanya yang mengeluarkan liquid bening.
"Apa?!.. Apa yang aku lakukan!?. " Dia jatuh melihat mayat perempuan yang sudah tidak bernyawa itu darah keliar dari perut dada serta leher perempuan itu.
Terlihat sangat jelas jika dia membuat kesalahan sangat besar.
Dan sekarang dia menyadarinya.
Tangannya bergetar melihat bercak darah yang sedikit demi sedikit menghilang ditangan nya.
Dia terlihat shock.
"Andwe! Yoona noona!! Kau tidak boleh mati!!. " Dia memeluk tubuh yang menyebarkan bau amis itu.
"Kenapa kau pergi sangat cepat!!. " Tangisnya menjadi-jadi.
Dia memeluk Yoona-perempuan yang telah dia bunuh- dengan sangat erat., air matanya mengalir deras. Dia terlihat sangat kehilangan.
"Kenapa!! Kenapa!!? ." Dia menangkup wajah Yoona dan melihat sayatan di leher perempuan itu.
"KENAPA!! AKU BERTANYA!! KENAPA!!. " Dia mengguncang-guncang tubuh perempuan itu seperti mengguncang seseorang yang tengah tidur dan terbangun saat merasakan tubuhnya diguncang.
"KENAPA?!! KAU TIDAK MEMBUKA MATAMU YOONA NOONA!!? KAU HARUS BANGUN!!!." Hujan semakin deras ditambah dengan petir yang menyambar membuat moment itu sangat dramatis memilukan hati.
Dia mendekap perempuan itu dengan erat.
Dia sudah sesegukan sekarang.
Matanya menjadi akak bengkak dan merah.
Dia tidak bisa mengatur nafasnya.
Dia melepas dekapan nya.
Dia menakup pipi itu sekali lagi.
Memerhatikan wajah perempuan yang tidak bernyawa itu.
Dia mendekatkan wajahnya kepada wajah perempuan itu.
Dia membuka mulutnya.
"Kenapa kau tidak menjawab ku dari tadi? Humm!?." Dia seperti berbisik kepada perempuan itu.
"Kenapa kau mati secepat ini?." Mata sebelah kanannya menurunkan liquid bening.
Lalu dia berbisik ditelinga perempuan itu.
"Kenapa kau pergi secepat ini? Kan aku belum puas menyiksa mu! Ayolah jangan bercanda Noona! Kau harus bangun dan aku juga akan melanjutkan menyiksa mu!!." Laki-laki itu berdecak saat perempuan itu tidak menjawabnya.
"Cih! Tidak berguna! Baru segitu sudah mati!. " Dia memelintir kepala perempuan itu.
"kenapa sangat sulit melepaskan kepala ini!!?. " Dia terlihat prustasi, lalu dia mengambil pisaunya dan kembali menyayat-nyayat leher perempuan itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan darah langsung keluar dari sana, dia melakukan itu cukup lama.
.
.
.
.
.
.
.
Dan saat dia
cukup, laki-laki itu kembali mepakukan aktivis nya yang tertunda tadi,
Memutar kepala itu sehingga terpisah dari lehernya.
.
.
.
.
.
To Be Continued
CZYTASZ
Huh!?
FanfictionDo Kyungsoo namja yang dingin nan misterius yang menjadi ketua di kelas XI A disekolah Victory High School menarik perhatian seorang murit baru bernama Park Chanyeol yang bertubuh tinggi telinga megar seperti tokoh Elf di film fiksi. Suatu ketika, t...
