"Yaampun Adelia Queetinor!Kamu ini bengong terus dari tadi! Dengerin aku dong!" Ucap seorang gadis berumur 18 tahun yang sangat cantik.
"E-eh .. iya maaf Vi .. tadi kamu ngomong apa?" Tanyanya setelah sadar dari lamunannya
"Ihh.. mau bantu aku pilih baju gak sih" ucap Eviany Sidwillia atau yang biasa dipanggil Evi ini dengan mengerucutkan bibirnya.
"Hahaha .. jangan cemberut gitu dong! Ayo mana? Sini aku bantu pilih bajunya" ucap Adel
"Iya .. ini , kamu pilih baju nya , aku mau make up dulu ya! Makasih kakak ku sayangg.." Adel hanya membalasnya dengan gelengan kepala melihat adiknya itu.
Lebih tepatnya adik tirinya , karena Adel tinggal dirumah Evi sedari kecil karena ibunya yang menjadi ibu rumah tangga dirumah Evi sedangkan ayahnya Adel sudah meninggal dari dirinya masih sangat kecil, tetapi orang tua Evi sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri. Mereka juga tidak menganggap Ibunya Adel sebagai pembantu , melainkan teman mereka.
"Evi,Evi! Nih aku udah pilihin kamu baju! Bagus gak yang ini? Kamu cobain deh..."
"Wah, bagus! Bentar dulu ya , aku bentar lagi selesai nih make upnya!"
"Ohiya, kamu emangnya mau kemana Vi? Jangan malem malem ya pulangnya, nanti dimarahin mami sama papi lagi loh!" Ucap Adel memperingatkan saudarinya ini , karena memang ia kebiasaan pulang malam jika sudah hang out bersama temannya.
"Ih , kalo pulang malem kan berarti aku pergi ke club bersama teman" ku , sedangkan ini aku kan pergi dengan seseorang yang spesial.."
"Wah, spesial nih? Ciee , adikku sudah punya pacar! Aku bilang mami ahh!" Goda Adel
Pipi Evi langsung merah seperti kepiting rebus. "Ih! Jangan! Dia bukan pacarku!". "Ohya?" "
Ya!"
"Ah.. benarkahh?"
"Kakak bawel! Dia bukan pacarku tau! Sebenarnya masih pendekatan sih .." lalu keduanya tertawa bersama
"Wah wah , Evi mau kemana ini? Cantik sekali kamu .. Mau pergi dengan Adel ya?" Tiba-tiba papi nya Evi datang.
"Eh, papi kok udah pulang kerja? tumben banget!"ucap Evi dan langsung memeluk ayahnya ini
"Hai papi, baru pulang kerja? Iya nih si Evi katanya mau pergi dengan paHmmhfffptt." Tibatiba Evi menutup mulut Adel dan langsung menatap Adel horror.
"Apa? Kau mau pergi dengan siapa Evi?" Ucap papi penasaran
"Umm .. itu pi .. aku mau pe-pergi sama umm itu .. sama temen! I-iya sama temen,ya kan Adel?" Ucap Evi gugup. Sedangkan Adel hanya mengangkat bahu dan tersenyum penuh arti.
"Ohh .. yasudah. Ajak Adel juga tuh Vi, kasihan dia jarang berpergian apalagi ke mall." Ucap papi.
"Hah? Ya enggak lah pi , aku gak mau ikut kok! Evi aja yang pergi" ucap Adel seram karena ia akan menjadi nyamuk nanti jika ikut.
"Hahaha , iya pi.. besok aja aku ajak Adel jalan jalan nya , soalnya hari ini perginya bareng pa-eh temen lamaku." Ucap Evi hampir keceplosan.
"Baiklah, berjanjilah mengajak Adel jalan jalan, Vi."
"Hahaha siap! Yaudah ,aku pergi dulu ya, dahh papii!" Ucap Evi sambil mengecup pipi papinya.
"Pi , aku ke dapur dulu ya mau bantu bunda masak." Izin Adel.
"Baiklah. Masak yang enak ya!"
•••
Evi POV
..
Halo! ^~^
Hope you like it.
YOU ARE READING
Sister Or Love?
Teen FictionMenceritakan kisah hidup wanita miskin dan wanita kaya, Adelia Queentinor & Eviany Sidwillia Adelia yang dibesarkan di keluarga Evi yang kaya dan sudah dianggap anak oleh ayah Evi Tetapi, rasa iri menghancurkan persahabatan mereka Evi iri atas sega...
